2032 : Human Freedom

2032 : Human Freedom
Chapter 27 : Sejarah yang akan terulang kembali


__ADS_3

Chapter 27 : Sejarah yang akan terulang kembali


Arghhh! tolong! selamatkan kami kegelapan sudah mulai bangkit


Betapa merdunya suara teriakan orang orang yang tersakiti


Tapi aku tetap maju terus dan berjalan untuk menghancurkan dunia


Aku sudah jatuh ke dasar kegelapan dan tidak ada seseorang yang menjadi cahaya untukku


Jika dunia ini membutuhkan sebuah cinta lantas mengapa ada orang yang tersakiti dan tidak mendapatkan cintanya


Dunia ini sudah rusak dan aku akan menghancurkannya


Beritahulah segera kepadaku pesan yang kau sembunyikan dariku


Dan aku akan menunggu didalam kegelapan dan menunggu seseorang didalam kabut


Jika kamu tidak mencintaiku, tersiksa dan kehilangan segalanya aku takkan pernah menolongmu lagi


Karena aku akan membunuhmu diwaktu yang tepat


Kaburlah dariku sejauh mungkin jika tidak mau kubunuh


Hari penghancuran telah tiba jadi waspadalah


Kau hanya bisa berdoa dan berharap aku tidak akan melakukannya


Aku akan menghancurkan alam semesta ini


Kegelapan sudah bangkit!


Cerita dibuka dengan menggambarkan sebuah makam yang batu nisannya ditulis dengan nama Cellina Emilia Clara. Imlay memandangi makam tersebut sembari meletakkan bunga ditengah derasnya hujan. Tiba tiba ada seorang perempuan dan dia adalah Natashya menepuk bahu Imlay.


Imlay : " Etto, siapa namamu? "


Natashya : " Aku adalah Natashya Clara Edwards aku berasal dari Inggris dilahirkan di Kota Manchester. Aku dulu sepertinya pernah satu sekolah dengan anda "

__ADS_1


Imlay : " Oh iya aku ingat itu. Kamu adalah murid tercantik disekolah. Ada apa kamu kesini? "


Natashya : " Aku ingin berbicara dengan kamu "


Cerita berpindah ke sebuah restoran dimana mereka sedang makan malam. Setelah makan malam Natashya pun memulai obrolan dengan Imlay.


Natashya : " Aku sangat turut belasungkawa atas kematian Cellina. Aku baru tau sekarang dari teman teman. Aku harap kamu sabar dan ikhlas bisa menerima dengan lapang dada "


Imlay : " Mungkin ini sudah takdir bagiku. Aku akan mencari pasangan lagi untuk menemaniku sampai akhir hidupku "


Natashya : " Maaf Imlay, aku ingin berbicara serius dengan kamu. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Sebenarnya saat kita sekolah dulu aku selalu memperhatikan kamu kamu itu baik, pintar, ganteng dan tinggi lagi. Kamu selalu diidam-idamkan oleh banyak cewek termasuk aku. Aku mengikutimu sepanjang waktu tapi disaat mendengar kamu pacaran dengan Cellina aku merasa makin tidak percaya diri untuk menjadi milikmu satu-satunya. Aku masih berharap mungkin suatu hari nanti kamu bisa menyatakan cinta kepadaku. Tapi mungkin kamu tidak mempedulikannya dan tidak menganggapku ada "


Imlay : " Aku benar benar tidak tau kalau kamu dulu mencintaiku Natashya. Maafkan aku. Aku ingin bertanya juga kepada kamu. Apakah kamu bersedia menjadi pacarku? "


Natashya : " Apakah itu benar, Imlay? "


Imlay : " Aku serius kepadamu. Aku ingin kamu menjadi pacarku dan mendampingiku selalu. Kamu mau kan? Kamu cantik dan mukamu putih sekali dan imut sekali hihi "


Natashya : " Ah kamu mah. Aku menerima perasaan kamu. Aku akan selalu mendampingimu selalu dan mencintaimu dengan tulus dari lubuk hati yang mendalam "


Pada saat itulah mereka akhirnya saling jatuh cinta dan sampailah ke jenjang pernikahan mereka berdua menikah dan akan mempunyai anak. Sementara itu di rumah sakit...


Sementara itu di Markas PBB keadaan dunia menjadi genting setelah sebuah ledakan besar yang menghancurkan seluruh negara-negara pecahan Uni Soviet. Status siaga 1 menyala dan seluruh angkatan militer mempersiapkan diri untuk menjaga pertahanan dan menyerang musuh.


William : " Sial! Ada apa lagi ini? Padahal kita baru saja merayakan kemenangan kita melawan Aliansi perdamaian asia "


Vitas : " Menurut laporan yang beredar Yang Mulia. Ada sesosok raksasa dengan ukuran tinggi seribu meter lebih dan gelombang laut naik semuanya karena ada pergerakan di dasar laut membuat daerah permukaan sekitar terkena tsunami "


William : " Apa jangan jangan sejarah pada tahun 2030 akan terulang kembali? Apapun itu kita harus mencegahnya secepat mungkin dengan kekuatan seadanya "


Vitas : " Baik, komandan aku akan mempersiapkan pasukan kita untuk berangkat ke medan tempur "


Seluruh pasukan militer aliansi dunia pun mulai berangkat ke rusia dan melihat apa yang terjadi. Seluruh kapal tempur dan kapal selam disiagakan di sekitar samudra atlantik dan pasifik. Barisan kapal tempur aliansi terlihat di laut yang berada dekat dengan Rusia. Jormugand dan Fenrir mulai bergerak meninggalkan kutub utara menuju Eropa. Alfredialia mulai menghancurkan dan membunuh seluruh makhluk hidup di Negara India.


Dewa kegelapan, naga merah, emperor, dan monster ekor dua puluh mulai bergerak meninggalkan Rusia dan menuju Inggris.


" Aku akan meratakan dunia ini untuk terakhir kalinya akhirnya aku benar benar paham dengan dunia ini. Tidak selamanya dihubungkan dengan cinta terkadang kita harus menuruti kebencian kita agar orang orang disekitar kita lebih paham dan menjauhi kita " Cakap dewa kegelapan

__ADS_1


Scene beralih ke sebuah dunia kematian...


Imlay terbangun dan melihat di sekitarnya hanya isinya pasir dan matahari bersinar sangat terik dan panas.


Imlay : " Aku berada dimana ini ya? "


Teman-teman Imlay yang dulu pernah berperang seperti Yaya, Alice, Ipul, Qhory, Annie, Ocha, Marc, dan lain lain datang menghampiri Imlay. Yaya menjelaskan kepada Imlay apa yang akan terjadi kepadanya.


Yaya : " Hei akhirnya kita berjumpa lagi. Aku sangat merindukanmu disini walaupun aku sudah mati aku tetep mencintaimu Imlay "


Imlay : " Jadi ini yang namanya dunia kematian ya? Yah aku lupa aku sudah mati tertembak dan kepalaku juga dipotong. Maafkan aku Natashya aku sudah berada di dunia kematian maafkan aku karena tidak bisa menepati janjiku kepadamu "


Imlay dan teman-teman akhirnya berkumpul bersama lagi didunia kematian. Cerita berpindah ke makam pahlawan dan disana banyak pasukan dan keluarga yang menghadiri proses pemakaman para pasukan yang sudah meninggal. Disana ada peti bertuliskan nama Imlay Mikel Eversmann. Pemakaman berjalan sangat lancar dan akhirnya seluruh keluarga dan pasukan meninggalkan makam pahlawan. Kini Jendral Imlay Mikel Eversmann sudah dikubur. Kini sekarang sudah tidak ada lagi orang yang lihai dalam strategi seperti dia.


Beberapa patung moai sudah terlihat di Jepang, Lunox berjalan mengarah ke Rusia untuk bergabung dengan dewa kegelapan dan yang lainnya.


To Be Continued..


Chapter selanjutnya adalah perasaan yang sebenarnya


Andai kau tahu saja betapa rindunya aku terhadap kamu


Aku disini selalu setia menunggu pesanmu


Aku tidak akan pernah berpaling darimu dan tetap setia


Tapi kenapa engkau sudah tidak pernah mengirimku pesan


Aku sangat cemas disini


Duniaku terasa tidak aman karena mencemaskan keadaanmu


Mungkin saja kamu sudah meninggalkanku


Aku tak bisa apa apa bila melihatmu mati aku akan sangat tertekan bila kamu meninggalkanku


2 tahun sudah kita membangun cinta ini tapi mengapa kamu begitu cepat meninggalkanku

__ADS_1


Cinta kita terpisah oleh kematian dengan begitu cepat


Aku kan berjanji akan tetap menunggu kepulanganmu walaupun sudah tau fakta yang sebenarnya


__ADS_2