
Chapter 16 : Pertempuran Moscow
Pada Tanggal 21 Mei Tahun 2032 Armada Indonesia tiba di Rusia. Para komandan yang tergabung dalam armada ini adalah Brigadir Ahmad Saep, Laksamana Tomi Alfath Yudiyana, Sersan Mutakhir Supriyadi dan Kolonel Ali Usmana. Yang sudah diketahui, Armada Indonesia mempunyai kekuatan sebesar 100% yang mengungguli kekuatan dari Pasukan Soldiers Alliance Worlds.
Imlay : " Kapten Daffa tolong hubungkan semua komandan lewat transmisi video panggilan. Aku ingin memberikan taktik perang untuk kesekian kalinya! "
Daffa : " Baik Jendral "
Transmisi video pun terhubung.....
Imlay : " Seperti yang kalian ketahui ini merupakan invasi yang terakhir kalinya. Tapi kita harus tetap waspada ada kemungkinan serangan balasan musuh jadi kita semua harus mempersiapkan akan hal itu dan jangan sampai lengah. Ada kemungkinan pemimpin musuh ada disini! "
Tomi : " Maksudmu William? "
Imlay : " Benar sekali. Jadi aku sangat minta tolong kepada kalian semua untuk menurunkan pasukan Angkatan Darat kalian semua! "
" Tidak masalah Laksamana kami akan siap melakukannya "
Transmisi vidio pun berakhir....
Pesawat pengangkut pasukan Angkatan Darat pun diturunkan dan mulai menurunkan semua pasukan untuk bertempur melawan musuh didarat. Pemimpin yang bertugas bertempur didarat adalah Brigjen Arman Sporis dan Kapten Faiz Alfiandra. Sedangkan Pasukan Angkatan Udara masih berada didalam pesawat untuk menyusun strategi perlawanan musuh dari udara.
Daffa : " Radar mendeteksi! Ada 20.000 pesawat jet mendekati kita "
Imlay : " Kalian semua dengar itu? Sepertinya musuh sudah mendekati kita dengan jumlah yang sangat sedikit dari jumlah armada kita tapi kita semuanya harus berhati hati. Semuanya beralih ke Rencana A letakkan pesawat penghancur didepan dan pesawat kecil berada dibelakang lakukanlah dengan tertib kita akan mundur secara perlahan jika ada kesempatan kita maju semaksimal mungkin untuk menyerang pusat mereka! "
" Baik "
__ADS_1
Pesawat jet musuh pun mulai melepaskan rudal kearah Armada Indonesia tapi itu sia-sia serangan mereka tidak terasa bagi Armada Indonesia.
Sementara itu didarat....
" Mereka datang dengan jumlah yang banyak dan juga membawa tank dan mobil-mobil perang! "
Arman : " Sial! Bagaimana mungkin kita akan menang melawan mereka kalau seperti ini. Semua pasukan persiapkan diri untuk menyerang gunakan taktik bertahan sebaik mungkin dan janganlah panik!. Seperti yang dikatakan oleh Dewa Keajaiban Imlay kemenangan kita akan terjamin "
Seluruh pasukan angkatan darat pun menggunakan formasi bertahan dan mulai menyerang musuh dengan kekuatan tempur penuh. Jual-beli serangan terjadi terus-menerus rumah rumah masyarakat juga ikut hancur akibat dampak peperangan besar ini.
Sementara itu di Markas Pusat Soldiers Alliance Worlds yang bernama Stannuerobol Landerles.
William : " Wah sepertinya musuh kita punya orang yang sangat mumpuni dalam hal strategi perang. Menakjubkan sekali aku juga ingin melihat dia seperti apa sepertinya aku juga akan terjun juga dalam perang kali ini "
Vitas : " Baik Yang Mulia aku akan menemanimu "
Laksamana Muda William Delta Van Liechstensen akan terjun dalam pertempuran kali ini bersama pengawalnya yaitu Kapten Vitas Adrien Nerrosia. Sementara itu di pertempuran udara.
Imlay : " Sekarang waktu yang tepat semuanya maju dengan kecepatan tempur maksimal agar kita bisa menyerangnya dari belakang! "
Semua pesawat tempur pun menggerakkan pesawat mereka dengan secepat mungkin dan memutar pergerakan musuh dan akhirnya tiba dibelakang pesawat musuh mulailah mereka menembakinya. Alhasil, pesawat jet tempur musuh berhasil diatasi oleh Armada Indonesia berkat strategi yang brilian dari Jendral Imlay.
Tapi keadaan didarat berbanding terbalik mereka terus menerus digempur oleh serangan dari Tentara Aliansi alhasil korban yang dihasilkan lebih banyak daripada pasukan Aliansi.
Dan setelah itu, sebuah keajaiban terjadi Pesawat Tempur Armada Indonesia juga ikut menyerang Pasukan Aliansi dari udara dan Pasukan Indonesia yang didarat juga ikut menyerang terus. Sampailah tiba Armada Indonesia berhasil menghancurkan Gedung Presiden Rusia dan taktik menembus pusat musuh benar-benar dilakukan dengan baik.
Daffa : " Informasi terkini! Kita semua sudah berhasil menembus pusat mereka dengan cara menghancurkan Ibukota dan gedung presiden. Setelah itu, kita semua akan pulang ke negara masing-masing "
__ADS_1
" Hore!! "
" Yuhuuu!! "
" Kukira Overpower tau taunya lemah kayak bubur ya hahaha Pasukan Aliansi Dunia masih lemah ama Pasukan Indonesia "
Sorak-sorak gembira pasukan Indonesia setelah berhasil mengalahkan Tiga Negara Besar dalam waktu 1 hari. Armada Indonesia pun pergi meninggalkan Rusia dan menuju ke Indonesia dan jumlah armada sekarang sisa 90% sungguh keuntungan yang sangat besar dibawah pimpinan ahli taktis yaitu Jendral Imlay Mikel Eversmann.
Jasad-jasad yang mati dalam pertempuran juga dibawa ke dalam pesawat. Kesuksesan juga diraih oleh Letnan David Dwi Terres dan Kapten Manahathan Yact Hendra karena mereka berhasil menguasai Benua Afrika dan juga Sersan Fernanda dan Lettu Andik Sariono juga berhasil menguasai Benua Australia.
Transmisi vidio antara Imlay dan Fernanda pun berlangsung....
Imlay : " Wah sepertinya kita meraih kemenangan yang sangat besar ya hehehe "
Fernanda : " Benar sekali dengan ini Pasukan Aliansi Dunia kehilangan setengah kekuatan. Tak kusangka dalam waktu sehari kita bisa menguasai negara negara penting didunia ini "
Imlay : " Yah aku berharap kemenangan ini akan terus berlanjut tapi ya kita jangan sombong terlebih dahulu. Mungkin William sedang merencanakan taktik kejutan untuk kita "
Fernanda : " Memang benar. Aku tunggu kamu di ruangan kerjamu ya Imlay untuk minum teh bareng hehehe "
Imlay : " Iya "
Transmisi Vidio pun berakhir......
Kemenangan besar diraih oleh Armada Indonesia dalam menguasai Rusia, China, Amerika Serikat, Negara-negara Asia Tenggara, Benua Australia dan Benua Afrika. Kekalahan besar juga diraih oleh Pasukan Aliansi Dunia kini mereka harus mengumpulkan kekuatan yang baru untuk pertempuran selanjutnya.
To Be Continued.....
__ADS_1
Chapter selanjutnya adalah Sebuah Janji Yang Sudah Ditepati