
Chapter 22 : Tanggung jawab
William : " You all listen carefully to this broadcast. You may have won in previous battles that took place in Moscow Russia. But this time we will take revenge on you. I am William Delta Van Liechensein as the leader of the World Alliance declares the Declaration of All-out War for Indonesia "
Komandan Imlay yang menyaksikan siaran itu ditanggapi dengan muka rasa tidak takut.
Imlay : " Aku tidak takut dengan ancaman yang diberikan olehnya. Walaupun nyawaku sekalipun taruhannya aku tidak takut kepadanya dan akan ikut menyerang mereka juga. Kita punya keuntungan diatas segalanya "
Daffa : " Tapi komandan kita tidak boleh bertindak sembrono begitu saja. Kita mengumpulkan dulu para komandan disini untuk mendiskusikan strategi serangan balasan kepada mereka "
Imlay : " Aku sudah tau segera lakukan pengumpulan para komandan kapten! "
Daffa : " Aku akan melaksanakan nya sekarang juga "
Kapten Daffa pun mengumpulkan 7 komandan pasukan terbaik dan akhirnya tiba di ruangan kerja Jenderal Imlay
Imlay : " Terima kasih kalian sudah mau datang kesini "
" Tidak masalah jendral. Ada apa jendral memanggil kami apakah ada sesuatu yang gawat? "
Imlay : " Ada sesuatu yang gawat. Kalian pasti tadi menyaksikan siaran langsung yang dilakukan oleh William Delta Van Liechstensein. Dia menyatakan deklarasi perang habis-habisan ke Indonesia jadi aku minta kepada kalian semua untuk memberikan pendapat kalian masing-masing untuk mengalahkan Pasukan Aliansi Dunia "
Tomi : " Mungkin yang kita lakukan adalah sama seperti dulu. Yaitu ke wilayah musuh saat musuh sedang mempersiapkan semuanya "
Imlay : " Ide yang bagus tapi itu tidak sepenuhnya berjalan lancar. Musuh sudah mempersiapkan semuanya mereka sudah memiliki senjata yang lebih canggih dari kita. Bahkan mereka punya meriam utama yang bisa melenyapkan seluruh musuh sekali tembak. Disaat situasi genting ini tidak ada Fernanda yang bisa menolong kita dan memberikan strategi untuk permasalahan kita ini "
" Itu memang benar Jendral. Kita juga disisi lain sangat membutuhkan kekuatan dewa kegelapan untuk perang ini agar bisa menghancurkan wilayah musuh dalam sekejap "
Imlay : " Sudah ditetapkan kita harus seperti ini. Biarkanlah musuh menunjukkan kekuatan hebat mereka dan disaat mereka memiliki celah kita akan menyerang balik. Armadaku akan ditempatkan dalam situasi yang berbahaya yaitu langsung menyerang markas pusatnya yang ada di Rusia. Tak peduli walaupun nyawaku taruhannya aku akan tetap menghancurkannya agar musuh kehilangan markas pusatnya dan jadi tidak bisa mundur dalam pertempuran "
Hendra : " Sepertinya rencana yang bagus. Aku setuju "
" Kami semua setuju dengan rencanamu ini komandan "
__ADS_1
Imlay : " Okey, baiklah kita semuanya akan tetap menjalankannya sesuai strategi dan jangan sampai melakukan kesalahan karena bisa berakibat fatal nantinya "
" Baik "
Diskusi strategi pun berakhir dan Jendral Imlay pulang kerumahnya. Imlay mengetuk pintu rumah dan Natashya membukakan pintunya.
Natashya : " Selamat datang sayangku. Sepertinya kamu hari ini sangat kelelahan di markas pusat "
Imlay : " Iya aku lelah secara fisik dan otak. Otakku berpikir untuk menyusun strategi yang tepat agar bisa berguna di medan perang "
Natashya : " Sepertinya kau akan bertempur lagi. Oh iya sayang hasil cek kandungannya dapat hasil baik-baik saja dan anak kita dalam keadaan sehat. Sekarang kandungan ku sudah 7 bulan dan 2 bulan lagi aku akan melahirkan anak kita jangan lupa ya kau ikut menemaniku saat melahirkan saat perang sudah selesai "
Imlay terkejut mendengar perkataan Natashya dan dia pun memeluknya dengan perasaan sedih disertai keluar air mata...
Imlay : " Aku akan menepati janji itu walaupun itu tidak pasti akan terjadi. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk berada disisimu saat kamu melahirkan anak pertama kita ini "
Natashya : " Janji ya sayang? "
Imlay : " Aku berjanji "
Imlay : " Maafkan aku Natashya aku mungkin tidak bisa menepati janjimu kali ini. Aku bisa saja mati dalam pertempuran ini aku sudah diincar oleh musuh dari jauh-jauh hari. Karena itulah, aku akan berusaha sekeras mungkin bisa selamat hidup-hidup "
Kemudian Imlay tiba-tiba melihat sebuah ingatan masa depan.....
Scene berada di Rusia sebuah pertempuran Aliansi Dunia dan Indonesia di sebuah jalan...
Imlay yang sedang mundur bersama pasukannya berusaha untuk mengulurkan waktu agar pasukannya mundur terlebih dahulu. Imlay menembaki musuh dengan seorang diri. Dan peluru senjata Imlay habis dan sudah tidak ada peluru cadangan dan sehingga ia memutuskan untuk memakai pistol saja. Tanpa disadari bazoka ditembakkan ke arah Imlay dan membuat tubuh Imlay terlempar.
Imlay : " Sial! Apakah aku kalah dengan seperti ini? Sangat pecundang sekali ya? "
Semua pasukan musuh yang dipimpin oleh William mengerubungi Imlay yang sudah tidak bisa berdiri lagi...
William : " Kau menyedihkan bagaikan tikus yang terkena perangkapnya sendiri hahaha. Sungguh sangat disayangkan sekali tapi aku bersyukur aku bisa membunuhmu lebih cepat!. Nah sekarang kau tidak usah perlu repot-repot memimpin pasukanmu itu untuk mengalahkanku. Aku akan kirim kamu ke surga agar hidupmu bisa tenang "
__ADS_1
William menembaki dadanya Imlay dengan dua peluru pistol dan Imlay berteriak kesakitan darah mengalir keluar dari dadanya. William menusukkan pisau ke leher Imlay agar tidak bisa berbicara dan berteriak setelah itu kepalanya pun dipotong....
Imlay : " Apakah ini akhir hidupku ya? Seharusnya akhir hidupku itu bisa berumur panjang dan melihat cucu-cucuku tumbuh besar tapi mimpi itu tidak akan pernah terjadi. Natashya aku tetap mencintaimu walaupun aku mati dalam kondisi mengenaskan "
Imlay pun akhirnya mati kepalanya dipenggal lehernya masih dalam keadaan ditusuk sebuah pisau.
Scene berbalik ke Rumah Imlay....
Imlay terkejut melihat ingatan tersebut dan menangis...
" Semoga ingatan tersebut yang aku lihat tidak akan benar-benar terjadi aku masih tetap ingin selalu bersama denganmu Natashya. Aku akan berjuang lebih keras untuk mewujudkan mimpiku tersebut "
Imlay kemudian masuk kedalam rumah untuk beristirahat. Malam berubah menjadi pagi. Seperti biasa Imlay sarapan bersama dengan Natashya setelah itu Imlay pergi ke markas pusat untuk bekerja.
Tapi hal unik terjadi Imlay tidak langsung menuju ke markas pusat tapi dia ke rumah peninggalan Neva. Neva sudah meninggal saat tragedi pembantaian massal tersebut pada tahun 2031 dikarenakan kekuatan naga merah miliknya tidak bisa menandingi kekuatan terakhir naga putih milik Imlay.
Imlay : " Aku penasaran dengan Neva apa tujuannya dia mengkhianati kami dan bekerja sama dengan Fernanda untuk melakukan ragnarok? "
Imlay melihat sebuah foto yang menggambarkan kedekatan Neva dengan Fernanda dan dibelakang foto itu ada tulisan yang dibuat oleh Neva.
Tulisan tersebut berisikan :
" Maafkan aku teman-teman aku telah mengkhianati kalian semua. Aku melakukan ini semua karena tertarik dengan ideologi yang dibawa oleh dewa kegelapan. Dan sebab itulah, aku bekerja sama dengannya untuk melakukan pembantaian massal agar tidak ada rasa sakit dan kebohongan lagi didunia ini. Orang-orang yang membenciku dan meragukanku semuanya akan mati dan teman-temanku juga akan mati semuanya "
Imlay : " Jadi sebab inilah Neva mengkhianati kita semua? Ditulisan ini dia tidak menjelaskan bagaimana ia bisa merebut kekuatan naga merah dari Qori sepertinya di buku foto ini akan mungkin bisa menjelaskannya "
Imlay membuka buku foto milik Neva dan terkejut melihat foto-foto sadis saat merebut kekuatan Naga merah dari Qori. Foto tersebut berisikan diseluruh tubuh Qori ditusuk banyak pisau dan juga ada alat penghisap kekuatan yang dipasangkan bagian perut Qori. Neva pun menyalakan alat penghisapnya yang langsung masuk kedalam tubuhnya kekuatan naga merah perlahan-lahan keluar dari Qori dan berpindah ke tangan Neva. Dan Qori pun mati karena kekuatan nya direbut dan juga sudah kehabisan darah.
Imlay : " Jadi Neva sangat jenius dalam hal merebut kekuatan dari seseorang? Nah akhirnya sekarang rasa penasaranku sudah terpenuhi dan aku akan berfokus kepada perang melawan aliansi nantinya.
Imlay kemudian meninggalkan Rumah Neva. Rumah tersebut sudah rusak, usang, dan seperti rumah yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya..
Cerita berakhir dengan sebuah foto yang menggambarkan tulisan " 12 April 2006 "
__ADS_1
To Be Continued....
Chapter selanjutnya adalah Perang untuk terakhir kalinya