Aisyah & Afnan

Aisyah & Afnan
Hari pertama


__ADS_3

Seorang gadis cantik, tinggi, berkulit putih, bibir merah muda, hidung mancung dan memiliki mata yang amat indah. Sehingga setiap mata yang tertuju padanya terkesan dengan dirinya.


Aisyah Andriani Prameswari, putri bungsu dari sepasang kekasih yakni Ali Malik Jaya Prameswari dan


Annisa Humairah Prameswari. Anak dari seorang pengusaha ternama di seluruh kota jakarta ini.


Namun sayang seorang Aisyah Andriani Prameswari miliki sifat yang terkesan amat cuek kepada orang yang baru ia temui dan yang terutama kepada kaum laki-laki.


~pagi hari


Dipagi yang cerah ini Aisyah menjalani aktifitas nya untuk bersekolah. Dia sangat bersemangat untuk pergi bersekolah sampai-sampai ia tak ingin terlambat masuk sekolah .


Ya, jelas saja hari ini adalah hari pertama nya bersekolah. Aisyah bersekolah di SMKN TUNAS BANGSA ia mengambil jurusan akuntansi karena menurutnya ia lebih suka berhitung.


Seperti biasanya ruangan XI - AKUTANSI 1 adalah kelas yang selalu diperbincangkan oleh guru-guru di SMKN TUNAS BANGSA karena terdapat murid-murid yang berprestasi di sana.


Hari ini adalah hari dimana anak kelas X mengadakan Mpls (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMKN TUNAS BANGSA. Ya, seperti setiap tahunnya anggota paskibra selalu yang membimbing siswa kelas X.


Aisyah yang kerap dipanggil Aish adalah salah satu anggota Paskibra di SMK tersebut dan dia juga salah satu pemain voli terhebat di SMK.


Tak jarang banyak siswa laki-laki yang menyukai Aisyah, tapi Aisyah tak pernah menghiraukan mereka karena bagi Aisyah ia tak butuh laki-laki yang mengejarnya karena ketenaran. Aisyah juga sering mengikuti olimpiade matematika dan Aisyah selalu membawa pulang hasil dari jeri payahnya.


***


"Aisyah," ujar Farah hendak masuk ke kelas dengan napas terputus-putus.


Oh ya, kenalin Farah Nur fitriyani dia adalah sahabat dari Aisyah sekaligus rekan Paski-Nya. Farah adalah gadis periang yang selalu menebarkan senyuman manisnya kesemua orang yang ditemuinya. Farah memiliki kulit yang putih, hidung yang mancung.


"Ada apa?" tanya Aisyah dengan nada ketus. Selang beberapa detik Aisyah pun bertanya lagi. "Lo habis dikejar setan?" tanya Aisyah.


"Bukan," jawab Farah.


"Terus?" tanya singkat aisyah.


"Lo dipanggil sama Bu Siti," ujar Farah yang sedikit menenangkan napasnya.

__ADS_1


Aisyah tak menjawab pertanyaan Farah tapi dia menampilkan wajah bingung kepada Farah seakan-akan dia bertanya.


"Lo disuruh Bu Siti ke kelas X- Tei(Teknik Elektronik Industri)," ujar Farah yang menjelaskan kepada Aisyah.


"Ya udah nanti Gue ke sana," Ujar Aisyah dengan nada santai.


"SEKARANG Aisyah Andriani Prameswari!" ujar Farah penuh penekanan.


Aisyah pun berdecih. "CK! iya Gue ke sana sekarang," ujarnya.


"Gitu dong dari tadi, kan Gue nggak perlu berdebat sama Lo!" ucap Farah sambil bernapas lega.


Mereka berdua pun berjalan menuju ruang kelas yang dimaksud oleh Farah. Sebenarnya Aisyah sangat kesal jika disuruh menginjakkan kakinya di daerah kelas yang prioritasnya laki-laki. Tapi berbeda dengan Farah dia sangat suka berkeliling sekolah apalagi ngeliat cogan, hahaha.


Setelah sampai tujuan Aisyah pun langsung mengetuk pintu kelas tersebut dan sembari mengucapkan salam. Sedangkan Farah pergi berkumpul dengan teman-teman nya.


"Assalamualaikum bu, Apakah Ibu memanggil Saya?" tanya Aisyah yang tengah berdiri di depan pintu kelas tersebut.


Seluruh siswa di dalam kelas tersebut pun melihat ke arah sumber suara tersebut.


"sini," ujar Bu Siti yang sedang menunjukkan tangannya ke sebelah mejanya.


"I ... iya Bu," jawab Aisyah dengan berjalan ke arah Bu Guru tersebut dan tak lupa dengan senyuman manisnya.


Bu Siti mengedarkan pandangannya ke seluruh siswa yang ada di dalam kelas tersebut dengan mimik wajah yang berbeda. Ya, bisa dijelaskan bahwa Bu Siti sedang marah kepada siswa yang ada di dalam kelas tersebut karena tidak dapat menyelesaikan soal yang amat gampang darinya.


"APAKAH DIANTARA KALIAN TIDAK ADA YANG BISA MENJAWAB SOAL YANG SEGAMPANG INI!" tanya Bu Siti kepada seluruh siswa yang ada di kelas tersebut dengan nada marah.


Seluruh siswa yang ada di dalam kelas tersebut terdiam semua. Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan Bu Siti yang sedang memasang tatapan tajam ke arah mereka.


"Baiklah, jika kalian tidak bisa menjawabnya. Soal ini akan dijawab oleh murid kesayangan saya," ujar Bu Siti kepada murid yang ada di ruang kelas tersebut.


"Aisyah, tolong jawab soal yang ada di papan tulis itu ya. Kemudian, tolong kamu jelaskan kepada mereka semua ya Nak," kata Buk Siti kepada Aisyah dan tak lupa memberikan senyuman manisnya.


"Baik bu," jawab Aisyah.

__ADS_1


Tak perlu waktu lama Aisyah langsung selesai mengerjakan soal yang ada di papan tulis tersebut dan ia segera menjelaskan kepada seluruh siswa yang ada di kelas tersebut.


"Bagaimana, apakah ada yang ingin bertanya?" tanya Aisyah sambil mengedarkan pandang keseluruh siswa di dalam kelas tersebut.


Semua murid di kelas tersebut terdiam, mereka hanya menatap wajah cantik Aisyah.


"Baiklah, jika tidak ada yang bertanya saya akan-," ucapan Aisyah terpotong karena ada seorang murid yang ingin bertanya padanya.


"Saya ingin bertanya," ujar salah satu anak laki-laki yang sedang mengacungkan tangannya.


"Silahkan," jawab Aisyah dengan serius.


"Saya mau nanya, nama kamu siapa sih?" tanya anak tersebut.


"Iya, kamu anak kelas berapa?"


"Umur kamu berapa sih?"


"Alamat rumah kamu di mana?"


"Aku boleh nggak minta nomor handphone kamu?"


Ya, begitulah pertanyaaan dari para siswa yang saling sahut-sahutan dan membuat Aisyah merasa dengan pertanyaan mereka tersebut.


Aisyah memasang raut wajah kesalnya ke arah seluruh siswa tersebut. Sungguh Ia tidak suka jika ada yang bertanya tentang dirinya.


"Maaf, saya di sini sedang menjelaskan tentang materi pembelajaran bukan tentang diri saya!" ucapnya penuh kekesalan. Selang beberapa detik Aisyah pun berkata, "Jika tidak ada pertanyaan yang penting saya permisi!" ujar Aisyah penuh penekanan.


"Bu, Aisyah permisi balik ke kelas. Sebab, ada tugas yang harus Aisyah kerjakan. Permisi Bu," pamit Aisyah kepada Bu Siti dengan memberikan senyuman terpaksanya.


"Iya Nak, silahkan." Jawab Bu Siti.


"assalamualaikum Bu," ujar Aisyah.


"Waalaikumsalam Nak," jawab Bu Siti.

__ADS_1


Aisyah pun pergi meninggalkan ruang kelas tersebut dengan wajah yang kesal.


__ADS_2