
***
Malam ini di kediaman Basyir tampak sepi seperti biasanya. Di rumah tersebut hanya ada seorang anak yang merasakan sejuknya cuaca pada malam ini tanpa ada kedua orang tua di sampingnya, kedua orang tuanya selalu tidak mempunyai waktu untuknya mereka hanya memikirkan bisnis mereka,
Afnan membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya dia hendak beristirahat sejenak karena hari ini dia merasa sangat lelah.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukkan pintu membuat Afnan terbangun, dia pun beranjak untuk membukakan pintu tersebut.
Ceklek!
“Selamat malam, Den. Maaf menggangu, ” ujar Bi Inah pembantu Afnan.
“Ohh Bibi, enggak ganggu kok Bi,” ujar Afnan. ”Ada apa ya Bi?” sambungnya lagi.
“Itu den, makan malamnya sudah siap,” ujar Bi Inah.
“Kalau begitu bawa kemari saja, Afnan mau makan di kamar saja Bi,” ujar Afnan.
“Baik Den,” ujar Bi Inah. Lalu Bi Inah pergi untuk mengambil makan malam Afnan.
Setelah makan Afnan pun membaringkan tubuhnya kembali ke atas tempat tidurnya.
Ting!
Suara Sebuah notif masuk, Afnan pun membuka aplikasi warna hijau tersebut di gawainya.
'Calon Paskibrasa SMKN TUNAS BANGSA'
Kak Farah
{Assalamualaikum adik adik sekalian.}
08xxxxxxxxx
{Waalaikumsalam kak.}
08xxxxxxxxx
{Waalaikum slm kak.}
Fais glk
{Waalaikum salam kak farah.}
Afnan
{Waalaikum salam kak.}
Kak Farah
{Kakak ingin memberitahu kepada adik-adik bahwasannya besok kalian harus mengumpulkan formulir pendaftaran yang kalian bikin sendiri. Di formulir tersebut kalian harus menulis nama, kelas, umur, alamat, tinggi badan, berat badan dan tujuan kalian masuk kepaski sekolah.
Formulirnya bisa kalian kumpulkan besok.}
Fais glk
{Ngumpul formulirnya, sama siapa ya kak?}
Kak Farah
__ADS_1
{Ohh iya, ngumpul formulirnya bisa ke Kakak saja atau datang langsung ke kelas Kakak.}
Afnan
{Kalau boleh tau, Kakak kelas berapa ya Kak?}
Kak Farah
{XI TKJ Dek.}
Fais glk
{Ok Kak}
afnan
{Baik Kak.}
'Whatsapp off'
Afnan pun langsung menyiapkan formulir itu, tak butuh waktu lama Afnan pun sudah siap dan ia kembali tidur.
****
Hari ini suasana kelas XI TKJ sangatlah ricuh karena hari ini adalah hari free clas, suasana inilah yang membuat anak-anak murid senang. Ada yang bermain gitar, ada yang bermain game online, ada yang tidur dan ada yang paling heboh bermain tiktok seharian.
Disatu sisi seorang gadis cantik duduk diam melihat ke arah luar jendela, Ia merasa bosan dengan situasi kelasnya sekarang. Aisyah merupakan ketua kelas di kelasnya, sehingga tak ada siapa pun yang berani melawannya atau pun menganggunya. Siapa pun yang berani bisa dipastikan mereka tidak akan pulang dengan selamat.
“Aisyah,” panggil Farah.
“Hmm,” ujarnya.
“Nggak,” ujarnya.
“Masa sih?” ujar Farah.
"Iya.” Ujar Aisyah dengan bosan.
Aisyah pun menidurkan kepala diatas meja, jujur saja ia tidak suka suasana kelas seperti ini.
Aisyah pun menidurkan kepala diatas meja, jujur saja ia tidak suka suasana kelas seperti ini.
"Let's kill this love!" teriak Putri sang ratu tiktok
"Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum" sambung Fitri sahabat Putri. Mereka berdua selalu membuat kericuhan di kelas dengan suara cempreng mereka.
“Woi! Kalian bisa diem nggak sih?” teriak Farah membuat mereka berdua diam seketika dan menoleh ke arah Farah.
“Enggak, kenapa? Lo nggak senang hah!” jawab Putri sambil berjalan ke arah Farah.
“Iya, gue nggak senang. Kenapa? lo mau marah?” ujar Farah yang tak mau kalah.
“heh, Farah! Lo itu jangan sok kecakepan deh,” ujar Fitri tidak senang karena Farah lebih cantik dari pada dia.
“Emang gue cakep, kenapa emangnya? Lo iri?” ujar Farah dengan nada sombongnya.
“Idih ... Siapa juga yang iri sama lo, muka paspasan aja sombong,” ujar Putri.
Ingin rasanya Farah mencakar wajah mereka berdua, tapi Aisyah menarik tangannya.
“Udahlah Far,” ujar Aisyah.
__ADS_1
“Enggak Syah, ini nggak bisa dibiarin. Mereka udah menjatuhkan harga diri gue,” ujar Farah dengan mata berapi-api.
Aisyah pun membiarkan mereka beradu mulut sampaii mereka merasa lelah. Aisyah sangat lelah mengahadapi mereka bertiga ketika beradu mulut.
****
Afnan dan Fais berjalan menelusuri lorong sekolah mereka menuju ke ruanagan kelas XI TKJ yang mayoritas perempuan semua. Sepanjang jalan mereka berdua selalu disapa para kaum hawa yang terpanah melihat ketampanan mereka berdua.
“Enak ya, jadi orang tampan,” ujar Fais kepada Afnan sambil tersenyum kepada semua wanita yang menyapanya.
“Enak apanya?” tanya Afnan.
“Disapa terus sama semua cewek. hahaha,” ujar Fais sambil tertawa. Afnan hanya bisa mengelengkan kepalanya saja ketika melihat tingkah sepupunya itu.
Sesampai di kelas XI TKJ mereka mendengar suara yang begitu ricuh seperti ada perang di ruangan tersebut. Mereka pun melihat ke arah dalam jendela, seketika mereka pun terkejut. Yaps, benar sekali di ruangan tersebut terjadi perang dunia ke-III. Mereka melihat Farah sedang beradu mulut dengan temannya, sedangkan Aisyah membiarkan temennya bertengkar.
“Itu bukannya Kak Farah ya, yang lagi berdebat?” tanya Fais.
“Iya, dan itu bukannya perempuan yang pernah masuk ke kelas kita kemarin?” ujar Afnan.
“Iya betul, ternyata mereka berdua sekelas,” ujar Fais.
“Ya sudah kita ketuk aja pintunya,” ujar Afnan.
“Lo, yakin nan?” tanya Fais.
“Iya,” ujar Afnan.
Mereka pun mulai mengetuk pintu tersebut tapi nihil suara ketukan mereka tidak terdengar oleh orang yang ada di ruangan tersebut. Afnan tetap mengetuk pintu itu dengan kuat.
****
Aisyah mendengar suara ketukan dari luar kelas, tapi dia tidak dapat mendengar dengan jelas karena situasi kelas begitu rebut. Aisyah pun mulai merasa terganggu dengar suara mereka sehingga membuat aisyah hilang kendali hingga akhirnya aisyah pun berteriak.
“DIAM!!” teriak Aisyah.
Seketika suasana kelas menjadi diam dan hanya ada suara ketukan pintu dari luar kelas. Aisyah pun berjalan menuju sumber suara tersebut.
Aisyah pun membuka pintu tersebut dan dia mendapati dua orang anak laki-laki yang sedang memasang wajah ketakutan.
“Ada apa?” ujar Aisyah to the point.
“Emm a-a anu Kak, ka-kami ma mau ng-ngasih for-formulir sa-sama Kak Farah,” ujar mereka berdua dengan terbata-bata karena ketakutan.
“Owhh,” ujar Aisyah. Lalu Aisyah pergi masuk ke dalam kelas.
“Farah, lo di cariin adek kelas tuh,” ujar Aisyah kepada Farah yang sedari tadi menunduk karena takut dengan Aisyah yang sedang marah. Farah pun berjalan keluar menemui adik kelas tersebut.
“Kalian yang mau ngumpulin formulir ya dek?” tanya Farah dengan senyum manisnya.
“Iya Kak,” ujar mereka dengan memberikan formulir tersebut.
“Ok, besok jam 15.00 WIB kalian datang ya dek, untuk seleksi Calon Paskibra. Kalian wajib memakai baju olahraga dan sepatu sport juga,” ujar Farah. ”Dan jangan lupa bawa air minum dari rumah,” ujar Farah sambil tersenyum.
“Baik Kak,” ujar mereka sambil tersenyum ke arah Farah.
“Kalau begitu, kami permisi dulu ya kak. Assalamualaikum,” ujar Afnan.
“Iya Dek, Waalaikum salam,” jawab Farah.
****
__ADS_1