
Mereka pun dilatih selama 1 jam, setalah itu mereka di persilahkan untuk duduk beristirahat sementara selagi menunggu waktu ashar. Para senior tersenyum puas melihat nacan mereka satu persatu, mereka pun menunjuk satu-persatu para junior untuk maju ke depan dan memberi tahu kepanjangan nacan mereka.
“Eh, kok gue ada melihat sesuatu yang menarik ya diantara kalian,” seru bayu sambil melirik afnan yang sedang memakai atribut yang berwarna pink itu.
“Siapa Bay?” tanya nico.
“Nih,” tunjuk Bayu sambil menarik lengan Afnan.
“Widih … pink ki pink ki guys,” ledek Bayu pada Afnan.
“Oh ya, beruntung kakak asuh si ucok nggak datang, gimana kalau kita kasih suprise ke dia,” ujar Bayu yang sengaja menjahili Afnan.
Nico dan lainnya pun setuju dengan ide Bayu pun langsung melakukannya. Mereka menaruh beberapa bunga di leher Afnan dan memberikan mahkota dari bung-bunga yang mereka buat. Afnan tidak bisa memberontak dikarenakan ia hanyalah seorang junior yang harus menaati perintah kakak seniornya.
“Nah, kalau begini kan makin syantik,” ledek Nico pada Afnan sambil tertawa.
“Untung aja kakak asuh lo nggak datang cok, kalau dia datang pasti dia-“
“Dia apa?” tanya seseorang yang berdiri dengan satu kaki yang menempel di tembok sambil melipat tangannya di depan dada.
Semua orang pun terkejut bukan main, bisa-bisanya Aisyah muncul mendadak seperti itu. Aisyah pun berjalan menuju hadapan Bayu dengan gaya yang sama. Aisyah pun melirik Afnan yang telah dirias oleh angkatannya, ia tidak tega melihat keadaan yang seperti ini.
“Kenapa diam?” tanya Aisyah sambil melirik ke arah Bayu dan yang lainnya. Mereka semua hanya bisa saling memandang satu sama lain.
“Jawab!” bentak Aisyah.
“Kita Cuma becanda doang kok Bul,” ujar Bayu membela diri.
“Bercanda? Bercanda kalian bilang!” murka Aisyah yang kini mulai memanas. “Tidak seharusnya kalian memperlakukan para junior seperti ini, mereka juga punya harga diri. Jikalau kalian beranggapan ini hanya lah lelucon semata, kalian tidak pantas disebut sebagai senior,” sambung Aisyah dengan penuh penekanan disetiap kata trakhirnya.
Mereka semua pun hanya bisa terdiam mendengar perkataan Aisyah.
“Cepat kalian lepaskan itu semua!” ujar Aisyah memberikan perintah.
Mereka pun dengan cepat menyingkarkan bunga-bunga tersebut dari Afnan. Aisyha pun memerintahkan Afnan untuk kembali ketempatnya.
“Mila,” panggil Aisyah yang masih tetap berdiri di tempatnya.
“Siap, saya kak.” Sahut Mila, ia pun berjalan menghampiri Aisyah.
“Kamu udah makan?” tanya Aisyah.
“Siap, sudah kak,” sahut Mila berbohong.
__ADS_1
“Saya tanya sekali lagi, kamu udah makan?” tanya Aisyah yang memperhatikan wajah lesu Mila.
“Siap, sudah kak,” sahut Mila.
“Kamu tau, saya bukan lah tipe orang yang mudah dibohongi!” tekan Aisyah.
“Siap, belum kak,” ujar Mila dengan suara pelannya.
Aisyah pun tersenyum mendengar jawaban dari kejujuran Mila.
“Apakah diantar kalian ada yang belum makan? Yang belum makan silahkan angkat tangan,” tanya Aisyah kepada seluruh junior.
Mereka pun mengangkat tangan memberikan sebuah jawaban. Aisyah pun memanggil beberapa dari mereka yang belum makan tersebut untuk maju kedepan bagi yang belum sempat makan siang.
“Bayu,” panggil Aisyah.
“Siap,” sahut Bayu dan langsung berlari menuju Aisyah.
"Nih,” ujar Aisyah sambil menyodorkan beberapa bungkus makanan kepada Bayu.
“Ini untuk kita bul?” ujar Bayu dengan kegirangan.
“Bukan!” ketus Aisyah membuat wajah Bayu berubah seketika. “Lo gimana sih, ya untuk kalian lah,” sambung Aisyah.
Aisyah pun selesai dari kamar mandi, ia langsung menuju kelapangan. Belum sempat Aisyah menginjakakan kaki di lapangan itu, ia malah di kejutkan oleh kedatangan seseorang. Sehingga membuat dirinya melangkah mundur untuk melarikan diri dari seseorang tersebut.
“Aisyah!” teriak laki-laki tersebut. Aisyah yang merasa dirinya terpanggil pun seketika berhenti tanpa menoleh kebelakang.
“Aisyah, dalam hitungan ketiga kamu harus berada di depan saya! Satu,” ujar laki-laki itu.
Seketika Aisyah berbalik badan dan langsung berlari sekencang mungkin menuju seseorang itu yang tak lain seniornya sendiri. Aisyha pun berdiri tegap tanpa bergerak sedikit pun.
“Kamu mau lari ya?” goda laki-laki tersebut yang bernama Rizky.
“Siap, tidak kak,” sahut Aisyah.
Rizky pun tersenyum melihat tingkah juniornya yang sekarang sudah menjadi senior. “Jadi, tadi mau kemana?” tanya Rizky yang ingin membuat Aisyah panik.
“Siap, nggak kemana-mana kak,” sahut Aisyah.
“Owh, kamu sekarang udah pandai berbohong rupanya,” ujar Rizky yang membuat Aisyah gelagapan mendengarnya.
“Eh, eng-enggak kok kak” sahut Aisyah dengan spontan.
__ADS_1
Rizky pun tertawa melihat ekspresi Aisyah yang tertangkap bahas telah membohonginya. Risky pun menarik tangan Aisyah menuju para junior dikumpulkan. Rizky berniat utntuk memperkenalkan dirinya kepada para junior. Setelah memperkenalkan diri Rizky pun mengajak Aisyah untuk berbincang-bincang masalah formasi apa yang dipakai untuk 17 agustus nanti.
Disisi lain Bayu mempebolehkan para junior untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Aisyah. Para junior pun mengahmpiri para senior yang ingin mereka minta tanda tangannya. Afnan pun memilih Bayu untuk diminta tanda tangannya yang pertama kali.
“Kak boleh minta tanda tangan?” tanya Afnan pada Bayu.
“Boleh kok, tapi ada tantangannya nih. Kamu mau?” ujar Bayu yang mempunyai ide jahilnya.
“Siap, mau kak,” sahut Afnan.
“Tantangannya adalah … kamu harus bisa gombalin aisyah,” tutur Bayu yang sempat membuat Afnan terkejut bukan main.
“Gombalin kak Aisyah?” tanya Afnan memastikan.
“Iya, kenapa loh nggak perlu tanda tnagan? Ya udah siap-siap aja kena hukuman dari kami,” cetus Bayu sambil tersenyum jahil.
“Enggak kok kak, saya siap menerima tantangannya,” lontar Afnan yang sebenarnya ia takut jika harus menggombali Aisyah yang super duper cuek itu.
“Yaudah, jalani,” ucap Bayu.
Afnan pun memberanikan diri untuk menghampiri Aisyah yang sedang bersama dengan Rizky, Afnan tampak berusaha tetap tenang dalam menjalankan misinya.
“Kak,” panggil Afnan. Aisyah pun membalikkan badannya dan memberikan kode bertanya kepada Afnan.
“Kakak, tau nggak ini hari apa?” tanya Afnan yang berusah untuk tetap tenang.
“Ini hari sabtu,” ketus Aisyah yang masih bingung akan pertanyaan yang dilontarkan adik asuhnya tersebut.
“Salah!” ujar Afnan yang membuat Aisyah tergeran atas ucapan Afnan.
Risky yang berada disamping Aisyah pun mengerti apa maksud kedatangan afnan, ia hanya bisa tersenyum melihat keberanian afanan.
“Hari ini adalah hari dimana aku dipertemukan oleh bidadari tak bersayap” jelas afnan yang sudah hamper setengah mati mengucapkan kata kata seperti itu.
“Udah selesai?” ketus Aisyah.
“Sudah kak,” jawab Afnan.
“Yaudah balik sana” usir Aisyah.
Afnan pun berbalik badan dan pergi meninggalkan Aisyah. Disebrang sana mereka tertawa puas telah mengerjai dua kakak beradik tersebut.
“Udah ngegombalnya?” ledek Bayu dengan tertawa.
__ADS_1
Afnan tak menyahut, ia hanya memberikan buku kecil kepada Bayu untuk di isi tanda tangan nya dan biodata Bayu.