Aisyah & Afnan

Aisyah & Afnan
Mendadak Jadi Pacar


__ADS_3

Tiga minggu telah berlalu, tanda tangan yang telah didapatkan oleh Afnan pun sudah hampir selesai. Sayangannya hanya tinggal 1 tanda tangan yang belum iya dapat, ia harus ekstra hati-hati jika meminta tanda tangan dengan seseorang ini. Aisyah merupakan senior yang paling sulit diminta tanda tangannya, banyak dari mereka yang mengeluh untuk mendapatkan tanda tangan dari Aisyah.


“Tanda tangan lo udah berapa?” tanya Fais.


“34,” sahut Afnan yang memandangi sekeliling lapangan yang penuh dengan siswa yang berlalu lalang disitu.


“Wih, hebat juga lo. Gue masih 20,” ujar Fais yang mendengar jawaban dari Afnan. “emangnya siapa yang belum lo minta?” tanya Fais.


“Kak Aisyah,” ucap Afnan.


“Kalok itu sih gue nggak tau mau bilang apa,” ujar Fais sambil melihat buku Afnan.


Seketika Afnan melihat Aisyah yang berjalan sendiri di tengah lapangan itu pun berniat menghampirinya. Dengan cepat Afnan mengambil buku miliknya dari tangan Fais dan langsung menghampiri Aisyah.


“Kak,” sapa Afnan.


“Ada apa?” sahut Aisyah to the point.


“Boleh minta tanda tangan kakak nggak?” ucap Afnan dengan penuh hati-hati.


“Gue lagi sibuk,” ketus Aisyah dan langsung pergi meninggalkan kan Afnan yang masih berdiri di belakangnya.


“Aisyah!” sapa seseorang.


Aisyah yang mendengar sapaan itu pun langsung melihat orang tersebut. Aisyah yang melihat segerombolan orang tersebut pun langsung terkejut, ia terkejut ketika melihat orang yang sudah menyapanya. Aisyah pun tidak menjawab iya hendak pergi, namun tangan Aisyah di cegah oleh laki-laki yang bertagname Reza.


“Lepasin tangan gue,” cetus Aisyah yang langsung menepis tangan Reza. “Ngapain lo kesini? Hah? Ini bukan sekolah lo,” ujar Aisyah


“Aisyah, gue masih sayang banget sama lo. Gue masih cinta sama lo, gue nggak mau kehilangan lo. Tolong percaya lah Aisyah,” ucap Reza penuh dengan keyakinan.


Aisyah tersenyum kecut ketika mendengarkan perkataan Reza. "Nggak usah bacot lo sama gue, perkataan lo itu hanya buaian semata doang!” jelas Aisyah.


“Aisyah gue nggak bohong sama lo, lo bela-belain bolos demi ketemuan sama lo,” ungkap Reza meyakinkan Aisyah.


“Dengar ya, jangan harap gue akan tertipu dengan ucapan manis lo itu!" Bentak Aisyah yang sudah muak dengan perkataan Reza. Aisyah pun pergi begitu saja.

__ADS_1


“Aisyah, apa lo udah memiliki pengganti yang seperti gue?” teriak Reza yang membuat Aisyah terhenti seketika. Semua siswa yang berada tidak jauh tersebut pun hanya bisa melihat adegan tersebut. Sedangkan Afnan, ia masih tetap setia berdiri di sana.


“Iya, gue udah punya pengganti. Dan lo jangan pernah gangguin hubungan gue!” teriak Aisyah yang membuat seluruh siswa yang berada di sekitar mereka pun terkejut.


“Oh ya? Kalau lo memang punya penggantinya, gue mau bukti!" Ketus Reza.


Seketika Aisyah bingung untuk menunjukkan bukti kepada Reza, Aisyah pun melihat sekeliling dan tepat saat melihat Afnan, ia pun berjalan menuju Afnan yang tengah berdiri seperti patung. Aisyah menarik lengan Afnan dan menghampiri Reza untuk memberikan bukti sesungguhnya.


“Dia adalah pacar gue!” ujar Aisyah dengan penekanan setiap perkataan tersebut. Semua siswa pun sontak kaget ketika Aisyah berkata seperti itu. Bukan hanya mereka saja, Afnan pun terkejut dengan apa yang di ucapkan.


“Kak,” bisik Afnan.


“Lo butuh tanda tangan gue kan? jadi lo harus ikutin perintah gue. Ngerti!” bisik Aisyah yang dibalas anggukan oleh Afnan.


“Iya bener, gue pacar dia,” ujar Afnan sambil memegang pundak Aisyah dengan santai sambil tersenyum. Asiyah pun menatap Afnan dengan tatapan tajamnya.


“Nggak gini juga kali,” sindir Aisyah.


“Biar dia percaya kalau kita beneran pacaran,” balas Afnan sambil tersenyum paksa.


Afnan yang melihat perlakuan tersebut pun tidak hanya diam, ia langsung menepis genggaman Reza dari lengan Aisyah. Afnan pun menarik Aisyah untuk berdiri dibelakangnya.


“Kalau jadi cowok jangan kasar sama cewek,” sindir Afnan.


“Lo nggak usah ikut campur!” ketus Reza dengan menolak bahu Afnan.


“Dia pacar gue! Jadi lo jangan pernah gangguin dia!” ujar Afnan yang penuh penekanan di setiap perkataannya.


“Brengsek lo!” teriak Reza yang hendak memukul Afnan, dengan cepat Afnan mengelak dan Afnan membuat tubuh Reza terjatuh ke tanah dengan posisi terlentang. Saat ia hendak memukul wajah Reza, dengan cepat Aisyah menarik Afnan agar tidak terjadi perkelahian yang hebat.


“Lo jangan gini dong, lo nggak mau kan nama paski kena maslah,” bisik Aisyah membuat Afnan kembali ke sikap aslinya.


“Lebih baik kalian bawa sampah ini ketempat nya,” sindir Afnan kepada anak buah Reza.


Aisyah menarik Afnan untuk pergi meninggalkan Reza yang tengah marah mendengar perkataan Afnan. Aisyah pun membawa Afnan menuju ruangan paski, ia pun menyuruh Afnan duduk di sofa yang tersedia di ruangan tersebut.

__ADS_1


Aisyah pun menghela nafas kasar mengingat kejadian tadi. “Seharusnya lo tadi jangan seperti itu,” ujar Aisyah menatap Afnan.


“Ya mau gimana lagi kak, saya khilaf,” balas Afnan membela diri.


“Udah lah lupakan saja. Buku lo mana?” tanya Aisyah. Afnan pun dengan cepat memberikan buku kecil kepada Aisyah, Asiyah pun mengisi biodata tentang dirinya dan juga memberi tanda tangan. Aisyah tersenyum ketika melihat namanya di urutan no 35, ia tau kalau Afnan sudah berhasil dengan tantangan yang diberikan kepadanya.


“Nih,” ujar Aisyah memberikan buku tersebut pada Afnan. "Oh ya, maslah yang tadi gue harap lo bisa maklumi ya. Dan satu lagi mulai sekarang lo jadi pacar pura-pura gue,” timpal Aisyah yang mendapat anggukan dari Afnan. Aisyah pun pamit untuk pergi meninggkaln Afnan yang masih duduk di sofa tersebut.


“Jadi pacar beneran juga nggak papa kok” gumam Afnan saat melihat Aisyah pergi.


***


Sesampainya di kelas Aisyah mendapat sejuta pertanyaan dari para teman-temannya, ia sudah yakin pasti berita tentang ia dan Afnan sudah tersebar ke seluruh sekolah.


“Syah, ini beneran?” tanya Farah yang tidak yakin dengan berita beredar.


“Iya,” jawab Aisyah.


“Sejak kapan?” tanya Farah.


“Tadi,” jawab Aisyah.


“Kok bisa?” tanya Farah kembali.


“Ya bisa lah, lo ini banyak banget sih pertanyaannya. Udah ah, gue mau tidur,” ucap Aisyah yang merasa kesal dengan setiap pertanyaan yang di berikan padanya.


Sebenarnya aisyah tidak sepenuhnya tidur, ia hanya menghindari pertanyaan dari teman sekelasnya. Aisyah masih memikirkan tentang masalah ia berpacaran dengan adik asuhnya sendiri, tapi mau bagaimana lagi demi menghindar dari Reza, ia memilih memutuskan untuk berpura-pura pacaran dengan afnan. Ia harus sipa dengan keputusan yang ia ambil sekarang ini, menurutnya Afnan tidak seburuk yang terlintas di pikirannya. Baginya Afnan berbeda dengan laki-laki lain.


Jangan lupa bantu follow ya guys🥰🥰


supaya author nya semangat buat ceritanya 😉


jangan jadi pembaca gelap ya☹️


next or stop ❓

__ADS_1


__ADS_2