Aisyah & Afnan

Aisyah & Afnan
Dibalik wajah cuek


__ADS_3

Jam istirahat adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua murid. Begitu juga dengan Aisyah dan Farah, mereka sedang menikmati jam istirahat mereka. Tiba-tiba ada kabar mengejutkan bahwasannya ada korban bully di belakang sekolah, tempat biasa korban bully dipermalukan.


Aisyah yang mendengar kabar tersebut merasa marah, Aisyah tidak suka jika ada seseorang yang di bully di sekolahnya tersebut. Aisyah dengan langkah cepatnya meninggalkan Farah yang masih duduk di kantin, Aisyah menuju ke tempat perkara.


“Aisyah, tungguin gue dong!” teriak Farah yang tertinggal di belakang Aisyah.


Aisyah pun sampai di tempat perkara, memang benar berita yang tersebar bahwa ada pembullyan di belakang sekolah. Aisyah yang geram melihat kejadian tersebut pun mulai maju ke depan untuk menghentikan kejadian tersebut. Di sana terlihat seorang gadis yang menangis karena di pukul oleh sang pembully.


Keysa Aziza adalah ketua dari geng bullying di sekolah tersebut. Keysa dan teman-temannya sering kali membully adik kelas yang menurut mereka bisa untuk dibully dan dipermalukan. Tidak ada yang berani melawan mereka karena sifat tidak terpuji mereka. Tapi tidak dengan Aisyah, Aisyah tidak akan pernah takut dengan siapa pun selain Allah SWT.


“LEPASKAN DIA!” ujar Aisyah dengan lantang.


“Siapa lo yang bisa ngatur-ngatur kita?” ujar salah satu anggota Keysa.


“Gue emang bukan siapa-siapa, tapi gue nggak senang melihat orang kayak lo semua yang beraninya sama orang lemah,” ujar Aisyah. Aisyah pun berjalan menuju korban bully tersebut, ia tak memperdulikan Keysa dan Gengnya menatap dengan wajah marah. Aisyah pun berjalan membawa gadis itu pergi tapi ketika Aisyah berjalan tiba-tiba ada yang memegang pundaknya yang membuat Aisyah berhenti berjalan.


“Kamu pergilah,” ujar Aisyah kepada gadis itu dan ia memberi kode kepada Farah untuk membawa gadis tersebut ke tempat yang aman.


Lalu Aisyah berpaling ke belakang Aisyah melihat Keysa yang memasang wajah tidak senangnya ke arah Aisyah.


“Lo nggak usah sok jadi jagoan deh, lo itu cuman adik kelas gue. Jadi lo jangan sok jagoan di depan gue,” ujar Keysa dengan mendorong bahu Aisyah dengan keras.


Aisyah yang mendapat perlakuan dari kakak kelasnya tersebut tidak hanya diam.


“Memang gue itu adik kelas lo, tapi cara lo bersikap dengan adik kelas lo yang nggak patut untuk di contoh! Dan orang kayak lo nggak pantes disebut kakak kelas!” ujar Aisyah dengan penuh penekanan disetiap kata yang di ucapkannya.


Ucapan Aisyah barusan sangat membuat hati Kesya sakit, karena Aisyah telah mempermalukannya di depan semua orang. Keysa yang tak terima dirinya telah di jatuhkan oleh seorang adik kelasnya, Keysa pun melayangkan sebuah tamparan ke arah pipi Aisyah. Namun, sayang sekali tamparan tersebut tidak mengenai pipi Aisyah. Melainkan Aisyah menangkap pergelangan tangan Kesya dan Aisyah mulai mengenggam kuat tangan Keysa sehingga lawannya tersebut merasakan kesakitan. Lalu Aisyah memutar tangan Keysa, sehingga Keysa tidak dapat bergerak dan Aisyah mendorong tubuh lawannya tersebut sehingga tubuh Keysa bertemu dengan sebuah dinding.


Aisyah mencekik leher kakak kelasnya tersebut, Aisyah telah muak dengan perbuatan kakak kelasnya itu sehingga Aisyah ingin memberikan hukuman yang setimpal untuk Keysa. Keysa sama sekali tidak bergeming, dia hanya bisa melihat mata Aisyah yang sudah memanas karenanya.


Semua siswa yang ada ditempat kejadian tersebut hanya bisa tercengang melihat Aisyah yang berani melawam Kesya.


“Jangan pernah lagi gue lihat lo membully di sekolah ini. Kalau lo berani ngelakuin ini lagi, jangan pernah berharap lo bisa pulang dengan nyawa lo,” ujar Aisyah dengan penuh penekanan. Lalu Aisyah melepaskan tangannya dari leher Keysa dan mendorong Keysa sampai jatuh ke tanah. Keysa pun menangis karena kesakitan.


Aisyah pun tersenyum puas. ”Baru di sakiti dikit aja lo udah nangis. DASAR LEMAH!” ujar Aisyah yang merendahkan Keysa.


Aisyah kemudian pergi meninggalkan kerumunan tersebut. Tak disangka ada sepasang mata yang melihat kejadian tersebut dibalik dinding sekolah dia adalah Afnan.


“Ternyata dibalik wajah cueknya itu dia memiliki hati yang lembut,” gumam Afnan dalam hati sambil tersenyum, entah kenapa Afnan mulai tertarik kepada gadis tersebut sejak pertama kali melihatnya.

__ADS_1


******


Aisyah pun berjalan menuju ruang UKS dengan membawa air mineral dan beberapa makanan. Setelah sampai Aisyah langsung tersenyum kepada perempuan yang sempat jadi korban bully. Entah kenapa Aisyah hanya bisa tersenyum tulus kepada orang yang menurutnya nyaman jika berada di sisi orang tersebut. Sayangnya senyuman itu jarang di dapati oleh orang yang kurang beruntung.


“Kamu nggak papa?” tanya Aisyah.


“Alhamdulillah sudah membaik Kak, cuma sedikit luka saja,” jawab perempuan itu sambil memberi senyumnya kepada Aisyah.


“Syukurlah, oh ya, nama kamu siapa? Sepertinya aku belum pernah melihat kamu sebelumnya,” tanya Farah yang sedari tadi berdiri di samping ranjang perempuan itu.


“Nama saya Qamira Hasanah, Saya murid baru di sekolah ini kak. Saya murid kelas X TKJ kak,” jawab perempuan tersebut yang bernama Mira. Aisyah dan Farah pun hanya menjawab oh saja sambil mengganguk paham.


“Ohh iya, Mira sangat berterima-kasih kepada Kak Aisyah dan Kak Farah yang telah membantu Mira. Mira nggak tau gimana nasib Mira tadi kalau Kak Aisyah nggak ada di sana,” ujar mira dengan tulus.


“Iya Mira, sama sama. Kalau kamu perlu bantuan panggil saja kami berdua jangan sungkan,” ujar Aisyah dengan tersenyum.


“Iya Mir, anggap saja kita berdua ini seperti kakak kamu sendiri,” ujar farah.


“Makasih ya Kak, kalian sangat baik banget sama Mira. Mira seneng banget sekarang Mira mempunyai dua kakak,” ujar Mira yang sangat seneng karena dia dianggap Adik oleh Aisyah dan Farah. Jujur saja Mira hanya mempunyai seorang kakak laki-laki, ia sangat ingin sekali mempunyai saudara perempuan. Dan sekarang keingginan tersebut terkabulkan.


“Oh ya Mir, kalau kamu butuh bantuan pangil aja nama Kak Aisyah tiga kali pasti Kak Aisyah muncul. Seperti ini Kak Aisyah! Kak Aisyah! Kak Aisyah!” ujar Farah sambil memberi contoh kepada Mira.


Mira hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua beradu mulut hanya karena hal sepele. Seketika wajah Mira berubah sedih hal tersebut membuat Aisyah dan Farah berhenti berdebat. Mereka pun berniat bertanya kepada Mira.


“Loh, Mira kenapa kok wajahnya sedih gitu Dek?” tanya Aisyah sambil mengelus pipi Mira.


“Iya Dek, kamu kenapa? Cerita aja sama kita berdua nggak papa kok,” ujar Farah.


Mira yang sedari tadi menunduk pun menggangkat kepalanya. ”Sebenarnya Mira ingin sekali ikut ekskul paski tapi temen-temen malah meremehkan Mira. Mereka bilang kalau Mira itu nggak pantas buat ikut ekskul paski, ekskul paski hanya bisa di ikuti oleh anak-anak yang mampu sedangkan Mira, Mira berasal dari keluarga yang kurang mampu. Hiks .. Hiks ...” ujar Mira sambil menangis.


mereka berdua pun saling berpandang lalu mereka berdua pun menyemangati Mira agar ia tidak terlalu sedih.


“Sudah jangan di pikirin ucapan mereka. Kalau kamu memang ingin ikut ekskul paski Kak Farah pasti bakalan bantu kamu kok. Benerkan Kak Farah?” ujar Aisyah kepada Farah sambil mengedipkan mata sebelah kanannya seperti memberikan kode kepada Farah untuk menyembunyikan sesuatu.


“Iya dek, tenang aja. Kalau ada yang berani meremehkan kamu, bilang aja sama Kakak, biar Kakak jadiin dia ayam geprek,” ujar Farah dengan semangat.


Mira pun tersenyum haru melihat kebaikan Aisyah dan Farah. ”Terima kasih ya Kak, kalian baik banget sama aku,” ujar Mira sambil memeluk Aisyah dan Farah.


“oh ya, tentang formulir pendaftaran kamu jangan khawatir, nanti kakak yang buat formulir untuk kamu,” ujar Farah sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


“Makasih Kak Farah yang cantik ....” Ujar Mira senang.


“Sama-sama Adik ku yang manis .…” Ujar Farah yang sangat senang atas pujian Mira.


“Loh, kalau Kak Farah cantik lalu Kak Aisyah apa dong?” ujar Aisyah.


“Kalok Kak Aisyah c-,” belum sempat Mira melanjutkan kata-katanya Farah malah memotongnya.


“cuek hahaha,” ujar Farah yang tertawa puas.


Aisyah langsung memasang wajah datarnya. ”Gue nggak ngomong sama lo,” ujar Aisyah.


“Gue hanya mewakil,” ujar Farah yang masih tertawa.


“Udah ahh. Ohh ya, ini ada makanan buat kamu Dek,” ujar Aisyah sambil memberikan makanan kepada Mira.


“Wih ... Maka-,” ujar Farah yang ingin menggambil makan tersebut dari tangan Aisyah tetapi dengan cepat Aisyah menepis tangan Farah.


“Ini bukan untuk lo, ini buat orang sakit dan lo 'kan enggak sakit jadi lo nggak boleh makan,” ujar Aisyah yang masih marah kepada Farah.


“Gue ini sebenernya sakit loh Syah,” ujar


Farah dengan serius.


“Emangnya Kak Farah sakit apa kak?” tanya Mira yang penasaran.


“Sakit jiwa dek, hahahh..” Ujar Aisyah dengan polos. Aisyah pun tertawa puas karena dia bisa membalaskan dendamnya kepada Farah.


Farah yang mendengar jawaban dari Aisyah pun hanya bisa mendengus kesal, karena Farah tau kalau Aisyah itu tidak mau kalah dengan lawan bicaranya.


“Gue serius Syah,” ujar Farah kepada Aisyah.


“Ya terus, Lo sakit apaan dong?” tanya Aisyah.


“Sakit hati,” ujar Farah dengan nada lesu. Aisyah yang mendengar perkataan sahabatnya itu pun tertawa kuat.


“Makanya jadi cewek itu jangan mudah baper. Lo sih, siapa aja yang senyum sama Lo pasti bilangnya kalau cowok itu suka sama Lo. Padahal cowok itu senyumnya ke orang lain. Hahahha,” ujar Aisyah sambil tertawa. Mira yang melihat kejadian itu pun ikut tersenyum.


“Ahh udah ahh, curhat ama Lo nggak asik. Selalu aja ngeledekin Gue.” Ujar Farah dengan gaya ngambeknya.

__ADS_1


__ADS_2