
*****
Hari ini adalah hari pertama kali calon anggota Paski SMKN TUNAS BANGSA mengikuti seleksi. Banyak dari mereka yang berkumpul bersama teman-teman sekelasnya dan ada juga yang bergabung dengan kelas lain. Sedangkan Afnan dan Fais baru saja sampai, Afnan pun memarkirkan sepeda motornya di tempat parkiran khusus anggota paskibra. Lalu mereka pun ikut berkumpul dengan yang lainnya.
“wihh … banyak juga yang ikut ya?” ujar Fais sambil melihat sekelilingnya yang ramai.
“iya, ehh topi Lo mana?” tanya Afnan pada Fais Karena ia tak melihat topi di tas Fais.
“Ya Allah, Gue lupa bawak topi. ****** deh Gue,” ujar Fais dengan wajah yang khawatir penuh ketakutan.
“Lo pergi minjam sana, dari pada lo kena hukuman,” ujar Afnan.
“Pinjam ke siapa bambank?” tanya Fais dengan geram.
“Ya, pinjam sama oranglah masa sama tuyul.” ujar Afnan dengan gaya santainya. Fais pun mengangguk paham, lalu Fais pun pergi untuk meminjam topi.
Afnan pun melihat situasi lapangan yang begitu terik ,saat melihat lapangan tiba-tiba pandangan Afnan tertuju pada seorang gadis yang memakai pakaian voli yang sedang berjalan sendirian menuju lapangan voli. Bukan hanya Afnan saja yang melihat gadis tersebut tetapi melainkan seluruh anggota calon Paski. Mereka merasa penasaran siapa sosok wanita yang berjalan di tengah lapangan tersebut.
'gue kok ngerasa pernah ngeliat cewek itu ya?' gumam Afnan dalam hati.
Tiba-tiba ada suara teriakan dari ruangan paski.
“Aisyah!” teriak Farah.
Gadis tersebut pun menoleh ke arah sumber suara. Farah yang melihat Aisyah berhenti pun langsung menghampiri Aisyah. Farah seperti berbicara sesuatu kepada Aisyah.
'Ternyata bener yang Gue pikirkan,' gumam Afnan dalam hati.
“Itu ‘kan Kak Aisyah,” ujar orang di belakang Afnan.
“Iya, itu ‘kan Kak Aisyah. Aku salut banget sama Kak Aisyah udah cantik, tinggi, pinter lagi,” ujar mereka.
“Ohh ya, denger-denger dia itu jago banget main voli, bahkan dia dan anggotanya sering memenangkan tournament voli dan banyak dapat piala,” ujar mereka.
“Bukan hanya itu, dia juga pintar dalam pelajaran matematika bahkan Bu Siti menganggapnya sebagai anaknya sendiri. Dan dia juga jago dalam bela diri. Makanya itu enggak ada yang berani melawannya,” ujar mereka yang terdengar oleh Afnan.
“Kalian tau dari mana tentang semua itu?” tanya Afnan kepada mereka.
“Semua siswa yang ada di sekolah ini pasti tau berita ini, emangnya lo nggak tau?” tanya Iqbal calon anggota Paski.
“Enggak , gue nggak pernah denger tuh berita yang kayak gitu,” ujar Afnan penasaran.
“Lo ketinggalan berita nih, semua siswa udah pada tau semua. Nah lo baru tau sekarang?” ujar Iqbal sambil tertawa. Afnan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
'Ternyata dia perempuan yang luar biasa, kok gue jadi penasaran ya sama dia?' gumam Afnan sambil melamun.
“Woi!” teriak Fais yang membuat Afnan tersadar dari lamunannya.
“Lo apa-apaan sih teriak-teriak nggak jelas gitu!” ujar Afnan kesal.
“Liat nih, gue udah ada topinya,” ujar Fais dengan senang sambil memperlihatkan topi berwarna pink kepada Afnan.
“hahaha, lo habis ngegombalin cewek lagi ya?” ujar Afnan yang tertawa puas melihat topi milik Fais karena topi yang dibawa Fais berwarna pink.
__ADS_1
“Ya iya dong, kalau nggak gitu gue nggak bakal dapat topi ini.”ujar Fais sambil menggarahkan topi yang ia pinjam itu.
“Emang lo gombalnya gimana?” tanya Afnan sambil tertawa.
“Gue tinggal bertekuk lutut doang, terus gue kasih deh dia coklat sama bunga yang ada di taman. Ya cuman modal lima ribu doang sih, tapi nggak papa uang gue kan masih banyak,” ujar Fais dengan gaya sombongnnya.
“Dasar cowok nggak ada akhlak,” ujar Afnan sambil menjitak kepala Fais sambil tertawa.
“Aduh!” teriak Fais yang merasa kesakitan akibat ulah Afnan.
Beberapa menit kemudian berbunyi suara pluit yang menandakan latihan dimulai, mereka pun bergegas berkumpul mengikuti arahan dari senior paski. Dihari pertama latihan ini mereka hanya diajarkan aba-aba di tempat saja, tapi sebelum melakukan latihan mereka harus berlari mengitari lapangan sekolah minimal dua putaran.
Mereka semua pun berlari mengikuti senior paski, Afnan yang berada di barisan depan sebagai penjuru dapat leluasa menikmati pemandangan yang ada di sekolah tersebut. Pada saat melewati lapangan voli Afnan tidak sengaja melihat Aisyah yang sedang berlatih bersama teman-temannya. Tanpa disadari Afnan senyum-senyum sendiri ketika melihat aisyah, tapi dengan cepat Afnan menepis pandangannya dan Afnan kembali fokus pada larinya. Setelah selesai lari mereka pun mengikuti senior yang mengajari aba-aba di tempat.
Dan tibalah waktu untuk ISOMA(Istirahat Shalat dan Makan) mereka dipersilahkan untuk shalat terlebih dahulu.
Sedangkan disisi lain, anggota voli telah selesai dengan latihannya dan mereka dipersilahkan untuk pulang. Tapi tidak dengan Aisyah, Aisyah tidak langsung pulang ia memilih untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa.
“aisyah tidak pulang Nak?” tanya Pak Jefri pada Aisyah.
“Tidak Pak. Aisyah sedang menunggu seseorang,” jawab Aisyah dengan senyuman manisnya.
“oke, kalau begitu Bapak duluan ya. Assalamualaikum,” ujar Pak Jefri.
“Silahkan Pak. Waalaikumsalam,” jawab Aisyah. Setelah kepergian Pak Jefri, Aisyah langsung menuju musolah untuk melaksanakan shalat Ashar.
***
Setelah selesai shalat seluruh anggota calon paski dikumpulkan kembali dan para senior membagikan roti dan juga air mineral. Mereka pun makan bersama. Sedangkan Aisyah, Aisyah memilih menunggu di parkiran.
“Perkenalkan nama Kakak Nico Pamungkas, dari kelas XI-TEI dan jabatan Kakak di sini sebagai palu yang singkatannya pak lurah yang bertugas sebagai orang tua di angkatan saya,” ujar Nico memperkenalkan dirinya dengan wibawanya dan dilanjutkan dengan Bayu.
“Perkenalkan nama Kakak Bayu Setiawan, dari kelas XI-TEI dan jabatan Kakak di sini sebagai wakil palu,” ujar Bayu dengan gaya coolnya, dan dilanjutkan dengan Farah.
“Perkenalkan nama Kakak Farah Nur Fitriyah, dari kelas XI-AKUTANSI 1 dan jabatan Kakak di sini sebagai wakil bulu yang singkatannya wakil Buk lurah. Dan-,” ujar farah yang terpotong karena pertanyaan dari salah satu juniornya.
“Loh, kok cuman wakilnya doang kak? Buk lurahnya kemana kak?” tanya junior tersebut.
Farah dan senior lain tampak binggung untuk menjawab pertanyaan juniornya tersebut. Dan akhirnya Nico menjawab pertanyaan junior tersebut.
“Sebenarnya Buk lurah diangkatan Kakak tidak dapat hadir dikarenakan ada urusan mendadak dan dia menitipkan salam kepada kami untuk kalian,” jawab Nico. Mereka pun langsung mengganguk paham.
Setelah perkenalan yang cukup lama mereka pun dipersilahkan untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 17.00 wib. Aisyah yang berada di parkiran sekolah pun langsung menuju kearah Farah dengan membawa sepeda motor kesayangannya.
“Mira kemana?” tanya Aisyah tho the point. Farah sangat terkejut saat melihat Aisyah yang datang secara tiba-tiba.
“lagi di kamar mandi. Tunggu sebentar ya,” ujar farah kepada aisyah sembil bergegas menuju kamar mandi.
***
flashback on
Aisyah yang sudah bersiap-siap dengan seragam ekskulnya tersebut pun langsung menuju lapangan voli. Ketika berjalan di tengah-tengah lapangan sekolah Aisyah dikejutkan dengan suara nyaring dari kejauhan.
__ADS_1
“Aisyah!” teriak seseorang dengan suara nyaringnya. Aisyah langsung berbalik badan dan ternyata benar saja tebakan Aisyah, ternyata suara nyaring tersebut berasal dari mulut sahabatnya.
“Ada apa?” Tanya Aisyah to the point.
“Emm, gue boleh minta tolong nggak sama lo?” tanya Farah dengan sedikit nada takut, Farah takut Aisyah tidak mau menolongnya.
“Boleh,” ujar Aisyah dengan nada santai. Farah pun langsung tersenyum setelah mendengar jawaban dari Aisyah.
“Setelah pulang latihan lo mau nggak anterin Mira pulang?” tanya Farah dengan hati was-was. Aisyah tidak lansung menjawab, Aisyah malah pergi begitu saja dan meninggalkan Farah seorang diri.
Flashback of
***
Farah dan Mira pun berjalan beriringan menuju Aisyah. Farah tidak menyangka bahwa Aisyah mau membantunya, tadinya Farah mengira Aisyah enggan membantunya tapi ternyata tidak. Menurut Farah, Aisyah adalah tipe orang yang sulit ditebak.
“Ayo,” ajak Aisyah pada Mira.
Mira pun langsung menggikuti perintah Aisyah, Mira langsung duduk di belakang Aisyah. Mereka pun langsung melaju dalam kecepatan sedang. Mira sangat menikmati perjalan pulangnya. Menurutnya, Aisyah sangat lihai dalam membawa sepeda motor.
Mereka pun sampai di tempat tujuan yaitu di kediaman mira. Mira pun langsung turun dari atas sepada motor Aisyah.
“Terima kasih ya Kak. Kak Aisyah mau mampir dulu?” tanya Mira yang sudah turun dari atas sepeda motor Aisyah.
“Sama-sama Dek. Tidak usah, Kakak langsung pulang saja,” jawab Aisyah dengan nada lembut. Mira pun langsung mengganguk paham dan Aisyah pun melanjutkan perjalannya.
***
Sesampai di rumah Aisyah pun langsung menuju dapur. Seperti biasa Aisyah selalu menjumpai Mamanya terlebih dahulu.
“Assalamualaikum Mama Aisyah yang cantik,” sapa Aisyah sambil memeluk Mama dari belakang.
“Waalaikumsalam putri kesayangan Mama,” jawab Mama dan mencium kening putri kesayangannya tersebut.
“Abang kemana Ma?” tanya Aisyah yang menuju meja makan. Adnan Andri Prameswari adalah anak sulung dari keluarga Prameswari yang merupakan anak laki-laki dari keluarga tersebut.
“Belum pulang dek,” jawab Mama yang sedang sibuk dengan peralatan masaknya. Aisyah yang mendengar jawaban dari mama pun mengganguk paham dan Aisyah pun berjalan menuju kamarnya.
*****
“Aghh, capek banget hari ini,” keluh Aisyah yang sudah terbaring di tempat tidurnya. Aisyah pun berniat untuk melakukan ritual mandinya dan Aisyah pun bergegas menuju kamar mandi.
Setelah melakukan shalat Maghrib berjamaah, mereka bertiga pun menuju meja makan. Mereka meyantap makan dengan tenang tidak ada satu pun dari mereka berniat membuka pembicaraan sampai pada akhirnya Aisyah yang membuka pembicaraan.
“Papa kapan pulangnya sih? Aisyah rindu banget sama Papa,” ujar Aisyah disela-sela makan malam tersebut.
“Sabar ya sayang. Papa pasti juga rindu sama kamu,” ujar Mama menyemangati Aisyah.
“Nanti kalau Papa pulang, Abang akan ajak kamu untuk jemput Papa di bandara deh,” ujar Adnan yang tidak mau kalah menyemanggati adiknya tersebut.
“Abang janji?” ujar Aisyah yang penuh semangat.
“iya, janji,” jawab Adnan.
__ADS_1
“Yey … Makasih Abang akoeh,” ujar Aisyah dengan nada lebaynya.
“Sama-sama Adek akoeh,” ujar Adnan yang tak mau kalah dengan Adiknya. Mama hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka berdua.