
Aisyah berjalan melewati lorong-lorong sekolah dengan santai. ketika masuk ke dalam kelas Aisyah tidak melihat keberadaan Farah pada pagi hari ini.
‘Farah kenapa belum datang ya?’ gumam Aisyah dalam hati.
“Pasya,” panggil Aisyah kepada wakil ketua kelasnya. Pasya pun mendatangi Aisyah.
“Farah belum datang?” tanya Aisyah.
“Belum Syah, emangnya kenapa?” tanya Pasya kembali pada Aisyah.
“Nggak papa, gue cuma nanya doang,” jawab Aisyah dan dijawab anggukan oleh Pasya.
Beberapa menit kemudian Farah pun datang dengan langkah gontai. Aisyah yang melihat Farah pun merasa ada yang aneh dengan Farah.
“Farah, lo kenapa?” tanya Aisyah kepada Farah yang sudah duduk di sebelahnya. Farah tidak menjawab pertanyaan Aisyah ia malah memilih tidur di mejanya. Ketika Aisyah ingin mengatakan sesuatu tak lama kemudian Bu Siti masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran pada pagi hari ini.
******
Bel istirahat pun berbunyi yang menandakan bahwa jam pelajaran telah selesai. Semua murid pun berhamburan dari kelas mereka tapi tidak dengan Aisyah, ia sangat khawatir dengan keadaan sahabatnya. Aisyah pun memeriksa keadaan Farah, ia meletakkan telapak tangannya di kening Farah. Aisyah pun terkejut karena badan Farah sangat panas sehingga Aisyah pun dengan cekatan membawa Farah ke UKS.
“Bagaimana keadaan teman saya Buk?” tanya Aisyah pada guru yang memeriksa keadaan Farah.
“Dia hanya mengalami demam saja, nanti saya akan memberikan dia obat agar demam nya bisa turun dengan cepat,” ujar guru tersebut dan langsung pergi meninggalkan Aisyah dan Farah dalam ruangan tersebut. Aisyah pun bernapas lega mendengar keadaan sahabatnya tersebut dalam keadaan baik baik saja.
“Aisyah,” lirih farah memanggil aisyah.
“iya, ada apa?” jawab Aisyah yang langsung duduk di sebelah ranjang Farah.
“Gue di mana?” tanya Farah yang tidak tau dirinya sedang berada di mana sekarang.
“Kamu lagi di UKS Far, tadi kamu nggak sadarkan diri dan badan kamu panas banget. Jadi aku bawa kamu ke sini,” ujar Aisyah yang membelai halus puncak kepala Farah yang dibaluti hijab.
Entah kenapa hati aisyah rasanya sakit jika orang yang ia sayangi terbaring lemah tak berdaya. Aisyah rela berbuat apa saja asal orang tersebut cepat pulih kembali.
“Syah,”panggil Farah yang memecahkan lamunan Aisyah.
“Iya Far, ada apa?” tanya Aisyah.
“Aku boleh minta tolong ngga sama kamu?” tanya Farah dengan suara paraunya
“Tentu saja boleh,” ujar Aisyah dengan senyum manisnya.
“Janji?” ujar Farah menyakinkan. Aisyah pun tersenyum dan menganggukkan kelapanya yang menandakan ‘iya’.
“Hari ini adalah hari penyambutan bagi junior paski yang lolos dalam seleksi, aku hanya ingin kamu bisa datang ke acara itu. Aku ingin kamu menyatakan sebenarnya kepada mereka tentang diri kamu sebenarnya Syah. Aku mohon Syah datanglah,” pinta Farah dengan wajah memohon agar Aisyah mau atas permintaannya tersebut.
Aisyah tampak bingung dengan permintaan Farah. Dengan hati yang terpaksa, Aisyah pun menuruti permintaan sahabatnya tersebut.
“Terima kasih Syah,” ujar Farah yang kesenangan dengan jawaban Aisyah. Aisyah pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
__ADS_1
********
Hari ini adalah hari di mana semua anggota paski yang telah lulus seleksi latihan. Hari ini mereka tidak difokuskan untuk latihan, dikarenakan hari ini adalah hari pertama untuk yang lolos seleksi.
“Gila coy … akhirnya gue lulus juga jadi anggota paski di sekolah ini,” ucap Fais yang kegirangan atas pencapaiannya Selama ini.
“Biasa aja kali, nggak usah lebay,” ujar Afnan.
“Syirik aja lo bambank,” ucap Fais yang kesal dengan sepupunya itu.
Sedang asik-asiknya berbicara mereka berdua malah dikejutkan dengan suara pluit dari lapangan. Mereka langsung bergegas menuju lapangan sambil berlari. Semua anggota junior paski pun dibariskan sesuai ketinggian.
“Baiklah Adik-adik, hari ini kami tidak terlalu memfokuskan kalian latihan karena hari ini akan ada pemberitahuan tentang peraturan selama kalian mengikuti ekskul paski ini,” ujar Nico yang sedang berdiri dihadapan mereka.
“Nic, Farah ke mana? Kok dia belum datang-datang juga?” bisik Bayu kepada Nico. Seketika Nico panik setelah mendengar ucapan dari Bayu, ia pun melihat ke arah sekeliling dan ternyata benar bahwa Farah belum datang.
“Bagaimana ini? Semua informasi hanya Farah yang tau,” ucap Nico dengan nada khawatir. Para senior pun tampak bingung dengan keadaan sekarang.
“Mereka kenapa?” Tanya Afnan.
“Katanya sih, Kak farah nggak datang,” ucap Rico teman seangkatan Afnan.
“Emangnya kenapa kalau Kak Farah nggak datang?” ujar Fais yang penasaran.
“semua informasinya Cuma kak Farah doang yang tau,” sambung Rima.
“Owhh …” ujar Afnan dan Fais berbarengan.
Dan seketika mereka terkejut saat melihat wajah orang tersebut. Yaps, benar sekali. Wanita tersebut adalah Aisyah, seketika para senior tak menyangka bahwa Aisyah mau datang bergabung dengan mereka.
“Assalamualaikum,” ujar Asiyah kepada mereka semua.
“Waalaikumsalam,” jawab mereka semua secara bersamaan dengan ekspresi heran.
“Kalian kenapa?” tanya Aisyah keheranan.
“Bul-bul ku! Aku rindu padamu,” teriak Wawa yang berlari datang menghampiri Aisyah dan langsung memeluknya.
“Aku juga!” teriak para cewek angkatan-35. Mereka pun beramai-ramai memeluk Aisyah.
“Heh! Gue nggak bisa napas ini!” teriak Aisyah yang merasa sesak akibat pelukan mereka.
“Ya Allah, galak bener Neng,” ujar Wawa melepaskan pelukannya.
“Bul, lo ngapain di sini?” tanya Bayu.
“Jalani tugas sebagai Bulu di angkatan gue,” ujar Aisyah. Seketika para senior tersenyum senang mendengar perkataan dari Aisyah.
“Nic, udah sampai mana?” tanya Aisyah kepada Nico.
__ADS_1
“Apanya yang sampai mana? Si Farah aja belum ada nongol-nongol dari tadi,” ucap Nico dengan kesal.
“Farah sakit, jadi gue yang ganti-in dia,” ujar Aisyah dengan santai.
‘Loh, ternyata dia juga anak paski dan jabatannya Bulu toh,” gumam Afnan dalam hati.
“wah, seneng banget kalau ada Kak Aisyah di sini,”
“Auto semangat aku,”
“Kalau gini aku rela deh panas-panas demi ngeliatin Kak Aisyah,”
Ya, begitulah celotehan para junior yang melihat keberadaan Aisyah di anggota paski.
Setelah berbincang-bincang dengan teman satu angkatannya, Aisyah pun langsung berjalan menuju para junior yang tengah berdiri sedari tadi. Para junior seketika diam saat Aisyah berjalan ke arah mereka.
“Assalamualaikum semuanya,” ujar Asiyah.
“waalaikumsalam warahmatullahi wabarrakatu,” jawab mereka semua.
“Baiklah, saya di sini akan membicarakan hal yang perlu-perlunya saja dan-,” ujar aisyah yang terpotong oleh Bayu.
“Kalian kok mau sih, bicara sama orang yang belum kalian kenal?” ujar Bayu sebagai kode agar Aisyah memperkenalkan diri kepada para junior.
Aisyah pun memberikan tatapan tajamnya ke arah Bayu. “Ok baiklah, saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Perkenalkan nama saya Aisyah Andriani Prameswari, jabatan saya disini sebagai Bulu dan dikarenakan Kak Farah sedang sakit saya yang akan menggantikannya untuk menyampaikan informasi kepada kalian,” ujar Aisyah dengan sabar.
“Bagaimana, apakah kalian sudah mengenal saya?” ujar Aisyah sambil melirik ke arah Bayu.
“Sudah Kak,” jawab mereka serempak.
“Ok, langsung ke intinya saja. Saya disini ingin menyampaikan informasi kepada kalian. Saya ingin memilih Palu dan Bulu di angkatan kalian, tapi jikalau kalian tidak ingin saya memilih, kalian yang akan menentukan siapa yang pantas menjadi Palu dan Bulu. Saya akan memberikan waktu kepada kalian selama 15 menit dan setelah itu kalian harus memberikan pilihan kepada saya. Waktunya dimulai dari sekarang!”ujar Aisyah.
Seketika mereka yang berkumpul untuk berdiskusi siapa yang akan jadi Palu dan Bulu mereka.
Tidak perlu waktu lama mereka pun mendapatkan siapa yang pantas di jadikan Palu dan Bulu. Mereka pun memberikan sebuah catatan kecil kepada Aisyah.
“Nama yang saya panggil harap maju ke depan,” ujar Aisyah. “Afnan Mukhtar Basyir, Fais Haddad Adli, Qomira Nur Syifa, dan Annisa Azzahra,” ujar Aisyah memanggil nama mereka satu persatu. Mereka pun maju ke depan bersampingan dengan Aisyah.
“Afnan Mukhtar Basyir yang mana orangnya?” tanya Aisyah.
“Saya Kak,” jawab Afnan dengan tegas.
“Apa kamu bersedia menjadi Palu diangkatan-36?” tanya Aisyah lagi.
“Bersedia Kak,” jawab Afnan.
Setelah itu Aisyah pun bergantian bertanya kepada junior yang ia panggil tadi.
“Baiklah kalian sudah mempunyai tanggung jawab masing-masing, jikalau kalian kurang paham silahkan bertanya kepda kakak senior yang mempunyai jabatan yang sama dengan kalian,” ujar Aisyah yang dibalas anggukan oleh mereka.
__ADS_1
“Kita lanjutkan nanti ba’da shalat Ashar,” ujar Aisyah dan langsung pergi menuju musolah.
****