Aisyah & Afnan

Aisyah & Afnan
pendaftaran


__ADS_3

Di Pagi yang cerah ini, Seorang pria tampan yang berdiri di depan gerbang sekolah sambil menebarkan senyuman manisnya keseluruh penjuru sekolah.


Dia adalah Afnan Mukhtar Basyir, seorang pria tampan yang berkulit putih kecoklatan, tinggi semampai, hidung yang mancung dan alis mata yang tebal. Afnan merupakan putra tunggal dari pasangan Abdi Mahesa Basyir dan Aulia Dahlia Basyir. Putra dari seorang Pengusaha ternama di seluruh Indonesia.


Saat sedang asik memperhatikan lingkungan sekolah, Afnan malah dikejutkan dengan sapaan dari seseorang yang tidak asing lagi baginya.


"Woi Afnan!"ujar seseorang tersebut sambil menepuk pundaknya, "Apa kabar lo?" tanya seseorang tersebut yang tidak lain adalah sepupu dari Afnan.


"Alhamdulillah baik," jawab Afnan. "Lo gimana?"tanya Afnan kepada Fais.


"Gue sih baik-baik aja," jawab Fais.


"Bagus deh kalau lo baik-baik aja," jawab Afnan dengan santai sambil berjalan meninggalkan sepupunya tersebut.


"Ohh ya, bye the way kita sekelas ya?" tanya Fais yang dijawab anggukan oleh Afnan.


***


Tei adalah suatu kejuruan yang dimana di dalam kelas tersebut terdapat banyak Cogan alias cowok ganteng di kelas tersebut, sehingga kelas tersebut di juluki PECOTI (Perkumpulan Cogan Tei). Afnan dan Fais termasuk dalam perkumpulan tersebut.


"Assalamualaikum," Terdengar suara yang membuat seluruh siswa di ruangan tersebut beralih ke bangkunya masing-masing.


Ya, suara tersebut adalah suara dari guru matematika yang paling ditakuti oleh seluruh siswa SMKN TUNAS BANGSA. Bu Siti itulah namanya. Ia adalah guru yang ditakuti sepanjang masa oleh murid Di sekolah tersebut. Bu Siti akan menunjukkan sifat baiknya ke setiap anak muridnya yang sangat pandai dalam bidang pelajarannya.


"Waalaikumsalam Bu,"seru siswa Tei tersebut.


"Selamat pagi anak-anak," sapa Bu Siti ke para siswa Tei dengan senyuman manisnya.


"Selamat pagi bu," jawab mereka serempak.


"Ok baiklah, perkenalkan nama saya Bu Siti Asyifa. Bisa dipanggil Bu Siti," ujarnya memperkenalkan dirinya. "Saya mengajar di bidang matematika. Saya harap kalian semua senang belajar dengan saya," ujar Bu Siti dengan memberikan senyumannya kembali.


Setelah itu Bu Siti meminta mereka semua untuk memperkenalkan diri satu persatu. Dan kali ini giliran Afnan memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Perkenalkan nama saya Afnan Mukhtar Basyir. Saya-,"ucapan nya terpotong oleh Bu Siti.


"Eh, siapa nama kau tadi? Af ... afnan ya?. Oh ya, kamu ada keturunan luar negri ya?. soalnya wajah kamu itu kayak ada blasteran nya gitu," tanya Bu Siti.


Afnan pun menjawab pertanyaan aneh dari sang guru tersebut. "EMM, Saya bukan keturunan org luar negri Bu dan saya juga bukan anak blasteran Bu," jawabnya dan selang beberapa detik Afnan pun menyambung pembicaraannya. "Mana ada anak blasteran setampan dan seganteng saya buk," ujarnya dengan kata menyombongkan diri.


"Ok baiklah, Kamu silahkan duduk. Sekarang next," ujar Bu Siti.


Setelah seluruh siswa memperkenalkan diri mereka masing-masing, Bu Siti berjalan menuju papan tulis dan ia mulai menulis soal matematikanya.


"Ok anak-anak, sekarang kalian jawab soal yang saya tulis dipapan tulis ini dengan benar." ujar Bu Siti kepada siswanya.


Mereka pun sibuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh sang guru tersebut. Setelah itu mereka bersiap-siap karena Bu Siti akan memanggil nama mereka satu persatu untuk menjawab soal yang dia berikan di papan tulis tersebut.


"Ardiansyah Putra, silahkan jawab soal no 1" panggil Bu Siti kepada salah satu siswanya.


Setelah itu Bu Siti pun melanjutkan panggilannya.


"Fais Haddad Adli. Silahkan maju tolong jawab nomor 2 ya," ujar Bu Siti.


Akhirnya Fais bisa menjawab soal tersebut.


"Terima kasih ya Allah. Engkau telah menyelamatkan hamba mu ini," ujar Fais pada saat kembali ke tempat duduknya.


"Aamiin," seru Afnan sambil tertawa.


"Afnan Mukhtar Basyir. Lanjutkan," ujar Bu Siti.


"****** ... kena ajab ni yeee hhaahah," ejek Fais kepada Afnan.


Dengan teliti Afnan pun dapat menjawab soal tersebut dan akhirnya kembali ketempat duduknya.


"Ok baiklah, Ibu akan memberi satu soal lagi dan kali ini soal yang saya berikan kemungkinan agak sulit." ujar Bu Siti.

__ADS_1


Bu Siti pun menuliskan soal ke papan tulis tersebut. Bu Siti sengaja memberikan soal yang sangat sulit, agar dia tau siapa di kelas tersebut yang ahli dalam bidangnya.


Bu Siti pun bertanya kepada seluruh siswa tersebut tapi Nihil tidak ada satu pun dari mereka yang dapat menjawab pertanyaannya. Dan ia merasa sangat kesal pada saat itu juga.


Tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar kelas tersebut dan Bu Siti pun menoleh kearah sumber suara tersebut.


"Silahkan masuk," pintah bu siti.


"Permisi buk, kami dari anggota paskibra ingin memberitahu kepada seluruh siswa bahwasannya ada pendaftaran calon paskibra bu," ujar salah satu murid yang menghampiri Bu Siti.


"Ohh begitu, silahkan Nak," jawab Bu Siti.


"Terima kasih Bu," jawabnya.


Seluruh anggota Paskibra tersebut masuk kedalam kelas dan memberikan brosur pendaftaran kepada siswa di kelas tersebut.


"Ok, Assalamualaikum Adik-adik sekalian," ujar Farah selaku anggota paskibra.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh," jawab seluruh siswa.


"Woy Nan, cakep bener tu kakak senior paskinya ya?" ujar Fais sambil menyenggol lengan Afnan, tapi sang empu tak mengubrisnya karena dia tau sifat saudaranya tersebut.


"Kami selaku anggota Paski ingin memberitahu kepada Adik-adik sekalian bahwasannya kami sedang melaksanakan pendaftaran menjadi calon anggota Paskibara SMKN TUNAS BANGSA angkatan 36, jikalau Adik-adik sekalian berminat untuk mengikuti Ekskul tersebut, Adik-adik dapat mendaftarkan diri kepada anggota kami," ujar Farah panjang lebar.


"Apakah Adik-adik ada yang berminat?" tanya Farah lagi.


"Nan, lo ikut kagak?" tanya Fais, "Kalau menurut gue sih lebih baik kita ikut aja, lo 'kan nggak pernah nyoba ekskul ini. Sepertinya ekskul ini menarik deh,"ujar Fais panjang lebar.


Afnan tanpa berpikir keras,"Bener juga kata si Fais, Gue kan selalu ikut ekskul olahraga.apa gue coba aja ya?kayaknya menarik."guman afnan dalam hati.


secara tiba-tiba afnan pun mengacungkan tangan nya seperti memberitahu bahwa dia ingin ikut ekskul tersebut.


"Kak,saya berminat."ujar Afnan lantang.

__ADS_1


Farah pun tersenyum lebar dan ia pun memberi tahu kepada rekannya untuk mencatat nama dan nomor handphone bagi siswa yang mendaftar. Setelah Afnan tunjuk tangan seketika itu juga teman-temannya ingin mengikuti ekskul tersebut.


"Ok adik-adik, Kakak sudah mendapat kan nama dan nomor handphone kalian. Nanti malam Kakak akan buat grup untuk kalian Calon Paski, dan di grup tersebut Kakak akan memberi tahu apa saja barang-barang yang wajib kalian bawa. Atas waktu dan tempatnya kami ucapkan terima kasih," ujar Farah hendak.


__ADS_2