Akan Ka Neraka Menjadi Surga

Akan Ka Neraka Menjadi Surga
Diandra Si pembuat Masalah 2


__ADS_3

"Diandra tu pa teriak tidak jelas tidak tau mungkin lagi kerasukan". Saut sala satu karyawan.


"Apa diandra lagi". Jawabnya sambil menepuk jidat.


"Itu anak kenapa lagi sih, kalau tidak nyanyi, gebrak-gebrak meja ini lagi teriak dia fikir ini kantor punya dia". Gumamnya dalam hati.


"Hmmm ya sudah bubar-bubar ini bukan tontonan lanjutkan kerja kalian".


"Baik pak".


Rianpun memdekati meja diandra yang sedari tadi tertuduk dan melihat ke indra yang mengisyaratkan dia kenapa lagi. Indra pun menjawab dengan mengangkat bahunya yang artinya tidak tau. Diapun memberanikan diri bertanya kepada diandra.


"Diandra ada apa kenapa teriak-teiak sampai mengganggu karyawan lain". Tanyanya dengan hati-hati.


Diandra pun langsung mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk yang ternyata sedang menangis. Indra dan rian yang melihat hal itu heran dan saling melihat satu sama lain.


"Ini semua gara-gara bapak". Dengan suara serak karena habis menangis.


Indra dan rian pun kaget dan heran.


"Kok gara-gara saya emang kamu saya apakan". Tanyanya heran.


Ini anak tidak jelas banget hidupnya.


"Iya gara-gara bapak memanggil saya, saya kehilangan jam makan siangku. huhuhuhuhu( sambil menangis) kalau saja bapak tidak memanggilku mungkin saya tidak akan mati kelaparan 😭😭😭😭😭😭😭 matilah saya lapar😭😭lapar". Ucapnya sambil menangis.

__ADS_1


"Ya tuhan jadi kamu menangis karena hal itu". Ucapnya.


Indra dan rian yang mendengar jawabanku tertawa sejadi-jadinya.


Hahahahahahahahahhah


Haahahahahahahahahaha


"Tak makan satu hari tidak akan membuat mu mati ca". Ucapnya indra sambil meledekku.


Rianpun di bikin pusing dan tidak habis fikir dengan karyawan yang super bin ajaib ini.


"Ya sudah karena ini kesalahan saya. Saya mengisinkan kamu untuk pergi ke kantin ingat hanya pergi kantin untuk makam bukan kelayapan". Ucapnya.


Tak cukup berapa detik rian mengatakannya diandra sudah tidak ada di meja kerjanya.


"Diandra kemana bukankah tadi dia kelihatan lemas kenapa tiba-tiba menghilang". Tanya rian pada indra yang masi bengong.


"Tidak tau pak, saya tidak melihatnya lewat". Dengan wajah yang masi melongok.


Setelah diandra pergi indrapun kembali melanjutkan pekerjaannya dan rian juga kembali ke ruangannya.


Dimana sepanjang perjalanan rian masi tidak habis fikir dengan keanehan yang dimiliki salah satu karyawannya yang membuat iya tersenyum bahkan terbahak-bahak saat sudah diruangannya. Rian tiba-tiba heran dengan dirinya sendiri kenapa dia bisa tertawa padahal dia sangat membencinya.


"Sadar rian, ingat tujuanmu". Sambil memukul wajahnya.

__ADS_1


Setelah puas memukul-mukul wajahnya dia kemudian berteriak.


"Mari kita buat permainan lagi".


Begitulah ucapannya yang tidak akan di mengerti orang lain apa maksud dari perkataannya itu.


Disisilain ada seorang yang membuat penjaga kanti kaget dan hampir jantungan. Bagiamana tidak tiba-tiba seseorang datang di sampingnya. Tanpa dia tau sejak kapan ada seseorang berdiri disitu.


Dan yang membuat penjaga kantin tercengang saat melihatnya makan seperti orang kesurupan dan seperti orang yang tak makan satu tahu. Para penjaga kantin yang melihat itu hanya menggelengkan kepala.


"Ah kenyan". Sambil berjalan menuju ruangan.


"udah kenyang?" tanya indra.


"Udah dong". Jawabku dengan bangga.


Hari ini saya terselamatkan karena meneger gendut itu tidak ada, seandainya dia ada mungkin saya sudah di pecat olehnya. Untung saja dia ada dinas keluar kota. Tapi besok dia sudah kembali.


Tak terasa waktunya pulang hari ini saya tidak naik taksi karena diantar oleh indra, Saya dan indra pun berjalan menuju parkiran.


Mobil kami sudah meninggalkan kantor, indra mengajakku pergi ke tokoh katanya ada yang perlu dia belli, saya tidak menolak karena kebetulan tokoh yang di datangi searah dengan jalan pulang kerumahku. Setelah selesai membeli kami segera pulang. Tak terasa saya sudah sampai dirumah saat saya turun dari mobil tiba-tiba saya mendengar teriakan dari dalam rumah membuatku kaget dan langsung lari kedalam rumah di ikuti oleh indra.


"haaaaaaaaaaaaaaaakk". Suara teriakan.


Jadi teman-teman ternyata diandra tidak di pecat tapi kenapa ya padahal sudah berapa kali buat masalah dan suara teriakan siapa itu apa yang terjadi tunggu kelanjutannya ya...

__ADS_1


__ADS_2