
Saat pulang dari kantor saya tidak langsung pulang kerumah karena ada beberapa hal yang harus saya beli untuk pesta nanti malam. Saya juga sudah mengabari ibuku bahwa saya pulang agak terlambat.
Setelah selesai berbelanja kulihatnya jam dilayar hpku.
"Oh sudah jam 07:00 rupahnya". Gumamku.
Saya langsung memesan taksi dan bergegas pulang kerumah. Sesampainya dirumah saya langsung masuk ke kamar merebahkan badan sebentar kemudian mandi. Setelah selasai mandi tiba-tiba hpku bunyi ada telfon kulihatnya siapa yang menelfonku tenyata indra.
Langsung saja saya angkat
"Halo". Kata indra.
"Iya halo. ada apa ndra". Tanyaku.
Ca' malam ini kamu datangkan ke ulang tahun Perusahaan.
Iya. Kalau kamu datang tidak?
"Iya aku datang. Ca' hmhmhm kalau kamu mau bagaimana kalau aku jemput kamu supaya bareng ke pesta nanti". Ajaknya dengan sedikit ragu-ragu.
Iya. Bole dh.
"Oke kabarin ya kalau udah mau di jemput tuan putri". Godanya.
"Hehehhehe apaan sih yaudah aku mau siap-siap dulu.
Oke bye.
Jadi saya dan indra itu cukup akrab ya jadi setiap bicara pasti pake aku kamu dan manggil pake nama gitu. Jadi panggilanya terdengar begitu akrab. Indra merupakan salah satu teman kantor ku yang paling baik menurutku sih karena setiap ada masalah pasti dia bantuin.
Dan saya juga tidak tau setiap dekat indra saya selalu senang dan nyaman entah itu nyaman karena dia temanku atau saya punya perasaan laim tapi mybe. Heheheh.
Saya pun bersiap-siap tak lupa saya memakai gaun yang di berikan indra. Saya berdiri di depan cermin memandangi diriku.
"Waw cantik banget, apa benar ini diriku kenapa bisa secantik ini. Saya seperti putri yang sedang menunggu pangeran". Pujiku pada diri sendiri heheheh maklum kalau bukan kita yang memuji diri sendiri siapa lagi hehehehe
__ADS_1
Saya pun keluar kamar kulihatnya ibuku sedang asik nonton tv.
"Ibu..ibu.. bagaimana dengan penampilan ku hari ini menurut ibu bagus tidak". Berdiri tepat di hadap ibuku.
"Wah kamu cantik sekali sayang. Kamu benaran eca anak mamakan". Ucapnya kagum.
"Heheheeh apaan sih ma' jadi malu. ini eca ma anak mama memang siapa lagi". Jawabku dengan tersipu malu.
"Emang anak mama mau pergi kemana sih dandannya cantik sekali". tanyanya.
Ibuku memang tidak tau kalau malam ini saya akan pergi ke pesta ulang tahun perusahaan tempatku kerja.
"Mau pergi ke pesta ulang tahun perusahaan tempat aku kerja ma". Jawabku.
"Oh gitu terus perginya naik apa nak". Tanyanya lagi.
" Saya di jemput teman kantorku ma', namanya indra dia baik banget orangnya".
Sebelumnya saya sudah mengirimkan pesan ke indra bahwa saya sudah siap.
Belum sempat saya menjawab terdengan bunyi klaskon mobil di depan rumah.
Bipp..biipp....biiippp
Sepertinya itu indra ma, dengan cepat saya keluar menghampirinya ternyata dia sudah ada di depan pintu.
"Eh indra. ma' saya berangkat dulu"
Sambil mencium tangan ibuku.
Indra pun melakukan hal yang sama.
"Kami berangkat dulu ya tante". kata indra.
"Oh iya... hati-hati ya.. titip eca ya nak". Jawabnya.
Kami pun berangkat. Selama perjalanan kami hanya diam, tiba-tiba indra memecahkan keheningan yang terjadi antara kami berdua.
__ADS_1
"Malam ini kamu cantik banget ca'." Pujinya.
Makasi.
Kamipun ngonbrol panjang lebar tak terasa kami sudah sampai di depan gedung tempat acara akan di mulai. Indrapun turun dan langsung membukan pintu sambil mengatakan silahkan tuan putri. Saat saya sedang berjalan tiba-tiba saya kesandung dengan sigap indra yang melihat hal tersebut berusaha menangkapku dan alhasil saya terjatuh menimpah badan indra..
(Ya tuhan bikin malu saja, kenapa juga harus menimpah badan indra membuatku jadi tidak enak). Gumamku.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berdehem seolah memberi kode sampai kapan kalian akan berada diposisi itu.
Ehm..ehmm.
Ngapain kalian." Kata rian".
Langsung cepat saya bangun begitu pun juga dengan indra. Kami berdua memasang muka malu, bagaimana tidak kami diliatin banyak orang.
Indra menjelaskan kepada direktur bahwa tadi diandra hampir jatuh dan saya menolognya.
Pak direktru pun pergi meninggalkan kami. Kami pun menyusul di belakang pak direktur.
" ca' kamu nga apa-apa".tanyanya.
"Nga apa-apa ndra, maaf ya gara-gara saya jatuh menimpahmu kamu jadi diliatin orang". berbicara sambil menunduk karena merasa bersalah.
"Apan sih nga apa-apa lagi itu kan tidak disengajah".
Ya udah sini. Supaya kamu tidak jatuh lagi.(menyodorkan lengannya padaku).
Saya tidak menolak, langsung saja saya gandeng tangan rian.
Setelah sampai dia aula tempat pesta saya berpisah dengan indra. Kulihatnya indra sedang berbicara dengan pria gila itu.
Entah apa yang mereka bicarakan..
kenapa mereka sangat akrab
penasaran kan tunggu kelanjutannya ya.....
__ADS_1