
Kenapa mereka sangat akrab seperti tidak ada batas antara karyawan dan direktur. Tapi masa bodohla saya akan menikmati pesta malam ini.
Disisi lain ternyata rian sudah mempersiapkan rencana untuk mempermalukan ku. Disaat semua orang sedang tertawa dengan gembiranya karena menikmati pesta yang begitu megah ini, Tiba-tiba proyektor raksasa menyala yang menarik perhatian orang banyak.
"Sepertinya akan ada pertunjukan". Gumamku.
Tanpa saya ketahui bahwa ini pertunjukan yang memperlihatkan diriku.
Awalnya semua berjalan dengan lancar semua orang tertawa karena menyaksikan dirinya ada di layar sayapun juga Ikut tertawa.
Disisi lain rian yang dari tadi menunggu momend dimana dia akan mempermalukan ku tersenyum tipis.
"Oke sudah cukup ketawanya saatnya menampilkan sesuatu yang spektakuler". Gumamnya dalam hati sambil tertawa.
Saat saya sedang asik menyaksikan apa yang di tampilkan di layar tiba-tiba indra menghampiriku. Dan heranku indra dari mana saja dari tadi tidak muncul. "Gumamku heran".
Belum sempat saya bertanya pada indra tiba-tiba suasana pesta menjadi gaduh sayapun langsung melihat kelayar.
sontak saja saya kaget melihat yang di layar adalah fotoku dulu saat masi SMA dengan tulisan salah satu dari kalian pasti tau ini siapa dia adalah orang yang membunuh ayahnya sendiri. Tubuhku mulai lemas dan wajahku pucat kaki ku sudah tak mampu untuk berdiri hingga saya hampir jatuh tapi untung saja di tahan oleh indra.
Kulihatnya rian dengan muka yang begitu marah berjalan menuju panggung.
__ADS_1
"Apa-apaan ini, siapa yang melakukan ini. Apa tujuannnya kenapa merusak pesta ulang tahun perusahaanku. siapapun orangnya dia akan bertanggung jawab dengan kejadian ini". Ucapnya dengan nada marah.
Tatapanku pada rian saat itu penuh dengan kebencian, saya tau ini ulahmu kenapa kamu pura-pura marah seolah-oleh bukan ulahmu stop berpurah-purah saya muak."ucapku dalam hati".
Tapi kenapa wajah rian begitu panik saat melihat vidio itu apa mungkin bukan dia pelakunya. kalau bukan dia siapa lagi, hanya dia yang mengetahui kejadian ini.
Air mataku tak henti dan mataku hanya tertuju pada rian yang sedang berbicara.
Saya mohon maaf kenapa semua tamu atas kejadian yang tak di duga ini maka dari itu pesta ini sudah selesai. Saya akan mengurus masalah ini. Diapun meninggalkan pestanya.
Pada saat semua orang sudah meninggalkan pesta saya masi duduk tidak berdaya. Tak terasa air mataku pun jatuh indra pun memelukku dan saya menagis di pelukan indra.
"Ca' kamu kenapa nangis". tanyanya indra heran.
Ca' ayo kita pulang". Sambil membantuku berdiri.
Saya hanya mengangguk. Dan dimobil pun saya hanya diam kemudian menangis lagi membuat indra memberhentikan mobilnya dan langusung memelukka. Pelukannya begitu hangat hingga membuatku nyaman.
Selang beberapa menit hp indra bunyi sepertinya ada pesan yang masuk.
Tingting...tingting...
__ADS_1
Indra langsung membuka pesan itu tapi tidak di balas. Saya hanya melihat sekilas. yang saya lihat
"misi berhasil"
Kulihatnya indra tersenyum melihat pesan itu.
Sontak saja saya kaget apa yang berhasil apakah yang di pesta itu ada hubungannya dengan indra, tapi itu tidak mungkin indrakan baru mengenalku tidak mungkin indra, jangan berfikir yang tidak-tidak padanya pasti itu perbuatan rian siapa lagi kalau bukan dia .(gumamku dalam hati).
Kemudian indra mengagetkan ku saat saya sedang melamu.
"Ca udah enakan, ayo kita pulang ntar ibu kamu khwatir". Tanyanya.
Saya hanya mengangguk. Saya masi memikirkan isi pesan itu. Tidak mungkin..mana mungkin indra terlibat indrakan orangnya baik. Stop ca' berhenti berfikiran buruk tentang indra. Sambil menggelengkan kepalaku. Sehingga membuat indra heran dengan tingkahku.
Tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku, saat saya akan turun tiba-tiba indra menarikku lansung saja saya kaget karen Indra memelukku dan membisikka kata "semuanya akan baik-baik saja" perkataan indra itu membutku nyaman dan sedikit tenang. Akhirnya indra melepaskan pelukannya.
Sontak membuatku kaget dan langung buru-buru turun dari mobil.
Indra hanya tersenyum.
Kulihatnya mobil indra sudah pergi meninggalkan rumah saya langsung lari masukk kamar dan merebahkan badanku.
__ADS_1
"Maksud indra itu apa". Denga wajah yang memerah membayangkan apa yang di lakukan idra tadi. Sampai-sampai saya melupakan kejadian di pesta tadi.