Akan Ka Neraka Menjadi Surga

Akan Ka Neraka Menjadi Surga
Semua semakin rumit


__ADS_3

Melihat kondisi ibuku yang seperti ini membuatku semakin hancur bagaimana tidak dia adalah orang satu-satunya yang selalu menjagaku saat ayahku tidak ada tapi kenapa saya tidak bisa menjaganya.


Saya hanya duduk di luar ruangan karena tidak sanggup melihat ibuku harus berbaring hanya karenaku, hanya karena kesalahan di masa laluku yang tidak ku tau apa salahku. Di saat saya sedang duduk termenung kulihatnya rian yang datang tergesah-gesah. Entah kenapa hatiku sakit melihat itu. Aku tak tau kenapa dia datang padahal dia yang melakukan semau ini pada ku.


Diapun datang menghampiriku dan menanyakan kabar ibuku, tapi entah kenapa kesedihan ku ini mengalahkan kebencianku.


Saya hanya menangis sambil tertunduk. Melihatku seperti itu dia memelukku, saya hanya diam karena saat ini saya begitu rapuh dan butuh seseorang di sampingku.


"kenapa.. kenapa apa salahku". ucapku dalam pelukannya sambil memukul-mukul badan rian.


"Hei ini bukan salah kamu". ucapnya sambil menenangkan ku.


"kenapa kau melakukan ini pada ibuku kenapa bukan aku". Tanyaku padanya


"Saya tidak melakukan apa-apa". Jawabnya heran


"ahhh kamu jangan bohong aku membencimu, stop melakukan ini saya tidak mau kehilangan orang yang aku sayang untuk kedua kalinya".Ucapku.


Saat saya mengatakan itu rian tiba-tiba melepas pelukannya, kemudian menatapku dengan tatapan yang tidak ku tau apa maksudnya tapi dari tatapan itu saya bisa tau ada kemarahan dalam dirinya. Dia berkata kenapa kau selalu menyalah kan orang lain atas apa yang terjadi pada dirimu, kenapa tidak kau lihat dari dirimu, kenapa tidak kau fikirkan apa yang salah pada dirimu.


Mendengar kata-kata itu saya hanya diam.


"aku membencimu". Teriakku.


Mendengar itu rian pergi dalam keadaan marah dan berkata kamu pantas mendapatkanya. Mendendengar itu saya berlari menghampirinya tapi dia keburu masuk mobilnya dan hendak pergi.


"Rian apa maksud ucapanmu",sambil mengetuk-ngetuk kaca mobilnya.


Dia hanya melihatku dan kemudian menancap gas mobilnya dan pergi meninggalkan ku. Saya hanya menangis tersungkur, entah sampai kapan penderitaanku berakhir.


Setelah beberapa jam menagis diluar, saya teringat bahwa ibuku masi di dalam masi di ruangan ICU, Saya kemudian kembali masuk kedalam rumah sakit, perasaanku begitu hancur. Saya merapikan diriku dan masuk kedalam ruangan ibuku.Hati ini begitu sakit setiap kali melihat ibuku. Saya hanya tertunduk.


Saat saya hendak pulang kerumah ibuku sadar, melihat itu saya langsung memanggil dokter, saya begitu bahagia. Akhirnya dokter datang dan memeriksa ibuku,


dokter mengatakan syukurlah ibu anda sudah sadar dan tidak boleh kaget atau cemas.


"Makasi dok".


"Mama akhirnya sadar".ucapku.

__ADS_1


"mama nga apa-apa ca', kamu disini nak urusan kantor kamu bagaimana".Tanyanya.


"Saya sudah minta izin ma, mama tidak usah fikirkan itu yang paling penting sekarang mama cepat sembuh". Jawabku.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 05:00 waktunya orang pulang kantor, saat saya hendak menelfon indra saya baru sadar bahwa saya tidak memegang hpku dari tadi.


"Astaga hpku dimana". Gumamku


Saya mencari hpku di dalam tas dan pergi mencarinya di tempatku tadi siapa tau jatuh tapi tidak ada. Tiba-tiba saya mendengar suara yang familiar seperti suara indra.


"Cari ini". Ucapnya sambil memegang hpku.


"Iya, kamu dapat dari mana ndra".tanyaku


"Di kantor terjatuh saat kamu menerima terlfon dan langsung pergi begitu saja". Ucapnya.


"Oh iya, saya begitu panik jadi lupa semuanya". jawabku.


"Ibu kamu keadaanya bagaimana".Tanyanya


"Baik, dia baru saja sadar". ucapku


"Ayo masuk ndra". Ajakku.


Kami pun masuk kedalam ruangan, ternyata ibuku sedang tidur. Sambil menunggu ibuku bangun saya dan indra pergi ke mini market untuk membeli cemilan. Mini marketnya lumayan dekat dari rumah sakit jadi kami tidak perlu menggunakan mobil. Sepanjang perjalanan ke mini market kami ngobrol. Saya membeli kebutuhan untuk ibuku dan beberapa cemilan, saya juga buru-buru karena ibuku disana sendiri.


Disisi lain saat saya sedang berbelanja dengan indra di mini market ternyata rian datang kembali ke rumah sakit entah apa yang dilakukan dirumah sakit. Semuanya sudah ku beli saya buru-buru kembali ke rumah sakit.


Ketika sampai di depan ruangan ibuku saya mendengar ibuku sedang berbicara dengan seseorang, tanpa berfikir lama saya langusung masuk dan ternyata rian.


"kok kamu disini bukannya tadi sudah pulang" . Tanyaku


"Emang kenapa, salah". Jawabnya judes


"Tidak sih"


Milihat itu indra ternyata tidak nyaman dengan kehadiran rian dilihat dari tingkah lakunya.


"Kamu disini juga ndra". tanyanya

__ADS_1


"iya pak". jawabnya tapi tidak milihat kerian


"ca' aku pulang dulu yah".Ucapnya


"Kok cepat banget ndra". tanyaku


"Iya soalnya belum ganti baju, kan habis dari kantor langsung kesini", jawabnya.


"ya udah hati-hati ya dan terima kasih". ucapku.


"Oke".


Indra pun sudah pulang, tinggal kami bertiga.


Saya hanya memperhatikan interaksi rian dan ibuku yang seolah-oleh rian lah anaknya dan saya hanya pembesuk.


Saya kemudian melamun sambil memikirkan kejadian beberapa hari ini yang terjadi pada keluargaku, saya masi tidak mengerti apakah ada hubunganya paket misterius, surat dengan kejadian yang menimpah ibuku hari in. Sambil memikirkan itu saya sekali-kali melihat rian dan bertanya-tanya.


"apa mungkin dia yang melakukannya".


Menyadari bahwa saya sedang milihatnya rian kemudian menghampirku sehingga membuatku kaget.


"Ngapain kamu liatin aku terus". Tanyanya


"Siapa juga yang lihat kamu". Jawabku judes.


"Ngaku ajalah saya tau, saya ganteng jadi maklum cewek-cewek suka padaku termasuk kamu". jawabnya begitu pd


Mendengar jawabannya membuatku merinding dan ingin muntah. Saat saya ingin bertanya pada rian tiba-tiba hpnya bunyi ternyata ada pesan yang masuk.


trett treerrrr treer


Diapun langsung membukanya, karena kepo saya mengintip isi pesannya yang isinya.


"Misi selesai, apakah ada lagi tugas yang lain".


Melihat itu saya kaget dan juga teringat pada indra yang juga menerima pesan yang bunyinya seperti itu. Kecurigaanku semakin mendalam dan saya juga bingun apakah indra ada hubungannya dengan semua ini atau rian atau mengkin saja mereka kerja sama tapi tidak mungkin mereka kerja sama indrakan sepertinya tidak suka dengan rian.


Siapa sebenarnya yang melakukannya, siapa indra sebenarnya apakan indra dan rian bekerja sama.

__ADS_1


__ADS_2