
"Ada apa ini kenapa pada ribut bukannya kerja malam bergosip". Tanyanya.
"Diandra tu pak nanyi bikin orang tidak konsentrasi kerja. Dia pikir suaranya bagus apa, mana dia nyanyinya nga nyambung". jawab salah satu karyawan.
"Betultu pak". Ucap karyawan lain
Betul banget pak dia mengganggu".
Dengan muka yang merasa tak berdosa
Saya bertanya kenapa indra.
"Ndra apa apasih mereka ribut-ribut".Tanyaku dengan wajah tak berdosa.
"Astaga ca'mereka marah karena kamu nyanyi keras banget" jawabnya sambil geleng-geleng kepala.
"Oh gituya". jawabku dengan santai.
Ku angkat kepalaku agar bisa melihat situasi dan ternyata pak direktur sudah ada disana yang melihat kearahku begitu pun dengan karyawan lain yang memasang muka kesal.
Dengan wajah ku yang mengisaratkan apalo liat-liat ada utang. hahahhahhhah.
Tanpa bicara sepata katapun Pak direktur langsung meninggalkan kami.
Semua orang kembali bekerja.
Kulihatnya jam menunjukkan pukul 12.00 yang menandakan untuk istirahat dan makan siang.
"Dra ntar mau makan apa".Tanyaku.
"Nga tau nih soalnya saya udah bosan sih makan di kantin kantor". Jawabnya.
"Sama. bagaimana kalau kita makan di luar".Ajakkku.
"Oke".
__ADS_1
Disaat saya sudah mau pergi dengan indra.Tiba-tiba sekertaris pria gila itu mendekat kami.
"Diandra kamu di panggil pak di rektur". Ucapnya.
"Ha di panggil direktur lagi? matilah kau ca'mungkin kau akan dimarai atau yang paling parah di pecat karena sering buat keributan di kantor." ucap indra sambil menakutiku.
"Oh iya". Dengan memasang muka sedih dihadapan indra.
"Ndra tolong aku". Sambil menjulurkan tanganku kepadanya.
" Dh semangatya".
Sayapun bergegas keruangannya sambil ngomel.
"Ngapain sih pria gila dan brengsek itu panggil saya. Apa dia mau membunuhku dengan tidak membiarkan ku makan saing.
Lapar banget". Sambil memegang perutku.
Tok..tok...tokk...
"Masuk..
Baik pak.
"Tau tidak kenapa kamu saya panggil". Tanyanya.
"Tidak pak".
Yaelah pak emang saya peramal atau dukun bisa tau isi hati bapak, gumamku.
"Kamu benar-benar tidak tau". Tanyanya lagi.
"Saya benar-benar tidak tau pak". Jawabku. Oh tuhan ini orang berbelit-belit amat, langsung ke intinya aja napa? Dia pikir saya paranormal apa, yang bisa mencium ada aromo-aromo. Ya udah ngomong aja gitu ada apa perutku sudah berteriak minta makan. Ucapku dalam hati.
"Jadi kamu saya panggil karena beberapa karyawan mengeluh dengan ulah kamu, yang nanyi lah pukul-pukul mejahlah pokonya banyak sekali. Saya menerima kamu disini untuk bekerja bukan untuk konser tunggal".Menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
"Bla bal bla bal blas". Ucapku dalam hati.
"Pak apakah sudah selesai, saya sudah sangat lapar saya tidak bisa konsentrasi kerja kalau saya lapar", ucapku.
(Dan saya juga muak melihat muka mu pria gila, tapi dalam hati mana berani saya. saya masi ingin kerja disini hehehe).
"Astaga driandra pratiwi angraeni jadi saya bicara pada kamu tapi tidak kamu perhatikan yang kamu fikiran hanya makanan". Sambil melonggarkan dasinya.
"Ya sudah cepat keluar kamu membuat saya pusing". Ucapnya.
"Baik pak".
Sayapun keluar dan langsung menuju kanti.
Disisi lain diruangan direktur.
Masi tidak habis fikir dengan sikap karyawannya yang satu ini.
"Saya sudah berbicara panjang lebar tapi dia tidak memperhatikannya yang dia fikirkan hanya makanan". Ucapnya.
Lucu juga sih dia hehhhhe karena sikapnya itu sampai-sampai membuatku lupa akan tujuanku. Sadar rian dia orang yang sudah membuatmu menderita". Ucapnya sambil menghela napas panjang.
Belum sampai beberapa menit dia menyelesaikan masalah tampaknya masalah yang lain muncul lagi.
Tiba-tiba rian di kegetkan oleh suara teriakan.
"Oh tuhan matilah saya".
"Itu siapa lagi, tidak bisakah saya diberikan ketenangan di peruhanaan ku sendiri". Ucapnya.
Segera rian menuju asal suara itu.
Disisi lain para karyawan mulai gaduh dan kesal karena tidak bisa bekerja dengan tenang.
Sesampainya di sana.
__ADS_1
"Tadi siapa yang teriak-teriak, apakah kalian tidak tau kalau ini jam kerja dan waktunya bekerja bukan teriak-teriak".Ucapnya dengan nada marah.
Kira-kira siapa lagi yang bikin masalah pasti kallian sudah bisa menebaknya akankah diandra di pecat kali ini karena sudah sering kali membuat keributan.