Akan Ka Neraka Menjadi Surga

Akan Ka Neraka Menjadi Surga
Mencari Petunjuk


__ADS_3

Ke esokan harinya saat saya sudah siap-siap akan berangkat ke kantor perasaan saya begitu tidak tenang bagaiman tidak saya mengkhwatirkan  ibuku yang tinggal dirumah sendiri saya takut orang itu datang lagi dan menyakiti ibuku. Tanpa memikirkan hal ane-ane saya langsung berangkat ke kantor.


Dikantor saya begitu gelisah dan tidak  konsentrasi bekerja setiap menit saya akan menelfon ibuku untuk memastikan dia baik-baik saja. Dan ibuku tau bahwa saya sangat khwatir padanya sehingga saat saya menelfon untuk kesekian kalinya dia mengatakan bahwa dia berada dirumah temannya dan akan pulang kerumah saat saya sudah pulang dari kantor, sayapun sedikit merasah lega. Akhirnya saya kembali bekerja.


Tadi malam saya sudah menyusun strategi untuk mengawasi gerak gerik rian. Saya beberapa kali melihat keruangannya dan kadang berpura-pura mengambil air minun karena letaknya dekat dengan ruangan rian. Sambil mengambil air saya memperhatikan kedalam ruangannya. Hingga pada suatu ketika rian mungkin mengetahui bahwa saya selalu melihat keruangannya sehingga dia menyuruh sekertarisnya untuk memanggilku.


"Diandra kamu di panggil direktur". Ucapnya sehingga membuatku kaget.


Saya tidak bertanya kenapa, saya langsung masuk keruang rian sambil memperhatikan sekeliling siapa tau ada sesuatu yang saya dapat.


Saya mencari siapa tau ada uang yang terselip hehehe tidaklah bercanda.


Karena melihat tingkahku yang dari tadi sedang mencari-cari sesuatu rian pu mengangetkan ku.


"Cari apa kamu". Tanyannya.


"Tidak cari apa-apa pak". Jawabku


"Dari tadi saya perhatikan kamu selalu melihat keruanganku".tanyanya curiga.


"Emang salah ya pak kalau saya melihat keruangan bapak". Jawabku ketus.


Mendengar jawaban karyawan yang super bin ajaibnya itu membuat rian tidak bertanya lagi dia tidak mau membuat keributan lagi apalagi jika berhadapan dengan karyawan yang satunya ini.


Sudah sekitar stenga jam saya berada di ruangan rian tapi saya tidak menemukan apapun juga, tidak tau kenapa saya belum di perbolehkan kembali ke mejaku. Saya begitu tidak nyaman karena harus berlama-lama diruangan rian. Sambil memikirkan strategi bagaimana agar bisa membuktikan bahwa teror yang terjadi beberapa hari ini adalah ulah rian.


Disaat saya sedang melamun tiba-tiba pesan masuk.


Ting..ting..ting


Langsung saja ku buka sepertinya rian juga penasaran karena dilihat dari tingkahnya. isi pesan itu.


"Jangan fikir kamu bisa lari atau bersembunyi"


Saya sontak melihat ke rian siap Yang mengirimkan pesan ini apa maksudnya, Apa mungkin rian tapi sedari tadi dia tidak memegang handphonenya.


Hal ini membuat saya tambah bingung karena sudah sangat risih dan tidak nyaman sayapun bertanya pada rian sampai kapan saya harus berada di ruangannya saya sudah begitu sesak dan pengap harus satu ruangan dan berbagi oksigen dengannya.


"Pak apakah sudah boleh saya kembali ke ruangan saya, masi banyak yang harus saya kerjakan pak".Tanyaku (saya butuh udarah segar dan pasokan oksigen yang cukup kalau harus disini terus bisa-bisa kehabisan oksigen karena sesak melihat wajahmu).


"Nanti saja temani saya dulu, saya ingin kamu membantuku mengerjakan dan mengoreksi proposal". Jawabnya

__ADS_1


Alasan apa lagi yang harus saya berikan saya benar-benar sudah tidak tahan dengan semua ini. Bisakah kamu pindah ke alam sebelah saja karna jangankan melihatmu, kamu bernafas saja salah dimataku, gumamku.


Disisi lain saya tidak tau bahwa ibuku pulang kerumah, saya tidak tau kenapa dia pulang kerumah padahal tadi dia mengatakan bahwa akan menungguku pulang.


Sedangkan itu saya sibuk dikantor karena harus memeriksa satu persatu proposal tanpa sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 07.00 saya sontak kaget kemudian melihat keluar ruangan semua orang sudah pulang begitu pun dengan indra yang ternyata sudah mengirimkan pesan. Dia sudah duluan pulang. Kulihatnya rian yang juga masi sibuk memeriksa proposal.


"Pak apakah sudah boleh saya pulang ini sudah jam 07.00 saya takut ibuku khwatir". Tanyaku.


"Astaga maaf saya terlalu serius sehingga lupa kalau jam pulang kantor sudah lewat".Jawabnya.


Sayapun bergegas keluar dan mengambil tasku ternyata rian mengikutiku dari belakang yang membuat saya kaget.


"Diandra saya antar kamu pulang ya". Ajaknya.


"Gimana ya pak". Jawabku sambil berfikir.


"Kali ini kamu tidak boleh menolak".tegasnya.


Gimana ini saya tidak mau duduk berdampingan dengannya tapi jam segini mana ada bus dan hpku juga lobet, ya sudah dalam keadaan terpaksa. ingat ya terpaksa.


cie dia antar pulang ..ini terpaksa..TERPAKSA thor stop menjodohk ku dengan dia.


"Baik pak".


Bipp......


Ayo naik


Baik pak, langsung membuka pintu belakang, saat saya hendak naik rian tiba-tiba berkata.


"Kamu ngapain".jawabnya


"Mau naik pak".


"Iya kamu ngapain duduk di belakang kamu fikir saya supirmu".


"Maaf pak"


"Ayo cepat naik


Kami pun sudah meninggalkan kantor di perjalan kami hanya diam dan saya begitu tidak nyaman karena harus duduk disebelahnya. Dan dadaku sesak seolah-olah berteriak oksigen mana saya butuh. Bagimana tidak saking tidak nyamannya saya lupa bernafas.

__ADS_1


(ingat ya thor kalau saya sampai kehabisan nafas ini semua salahmu).


Akhirnya saat di tengah perjalanan entah apa yang merasukinya hingga (diharapkan jangan nanyi saat membacanya oke) dia membuka keheningan yang terjadi antara kami berdua.


"Diandra, apakah kamu masi bernafas".tanyanya


"Iyalah pak". Jawabku


Hanya itu yang dia tanyakan membuat orang akan berfikir mungkin dia sinting ya emang dia sinting, gila apalagi ya pokoknya gitu dh. Kami pun berdua kembali terdiam seperti kuburan yang penghuninya lagi liburan keluar kota. Akhirnya kamipun sampai dikuburan salah maksudku rumah, saat saya hendak turun, lagi-lagi saya mendengar teriakan dari dalam rumahku. Jangan-jangan itu hantu yang mengikuti kami karena sudah menyinggung kediamannya hehheheh tidak lah ini cerita romantis bukan horor jadi itu tidak mungkin la ini cerita sudah kemana-mana kembali ke laptop. Saya mengenali suara itu, itu suara ibuku.


Haaaaaaaaaaaaakkkkk


Sayapun berlari dan rian pun mengikutiku.


"Ma... ma... ada apa, apa ada orang lagi yang masuk kerumah". Tanyaku panik.


"Tidak kok ca' tadi ibu nyanyi dan mencoba mengambil nada tinggi tapi tak sampai". Jawabnya


"Astaga ma saya kira apa".


Rian yang melihat dan mendengar jawaban ibuku hanya diam.


"Dasar keluarga aneh ibu sama anak sama saja pantas saja diandra selalu rusuh dan barbar di kantor ternyata keturunan to, betul kata pepatah pohon tidak akan jatuh dari buahnyanya eh salam maksudnya buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, mending saya pulang dari pada nanti tertular. Gumamnya dalam hati.


"Diandra, tante saya pamit pulang dulu". Ucapnya.


"Oh makasi".


Mobil rian pun sudah jauh meninggalkan rumah saya masi mengatur nafas akibat panik.


"Ca' ada paket untuk kamu di atas meja". Ucap ibuku.


"paket lagi, dari siapa bu'". Jawabku.


"Tidak tau tidak ada namanya".


Sayapun mengambil paket itu dan langsung saya buka, benar saja ini paket yang sama waktu itu tapi isinya bedah, isinya sebuah alamat rumah, saya tidak tau maksudnya tapi sepertinya ini petunjuk untuk mengetahui siapa pengirimnya.


Karena besok hari libur jadi saya akan pergi ke alamat ini.


Sayapun masuk kamar ku dan begitu kaget melihat kamarku berantaka sepertinya saat rumah kosong memang ada orang yang masuk apa yang dia inginkan, di kasur kulihat baju pemberian indra dibakar dan tertulis

__ADS_1


"Kamu tidak pantas memakai ini".


Saya hanya diam dan menangis melihat semua ini, saya sudah begitu lelah dengan semua ini entah sampai kapan akan berhenti saya takut dia akan menyakiti ibuku.


__ADS_2