Akhirnya Ku Menemukanmu

Akhirnya Ku Menemukanmu
Diantara dua pilihan


__ADS_3

Akhirnya sampailah rombongan di tempat peristirahatan terakhir dari ibunda Mutia. rumah besar, harta melimpah tetap semuanya tinggal. karena tanah 2*1 meter inilah tempat peristirahatan abadi.


Setelah tanah diratakan, kemudian beberapa keluarga tampak menaburkan bunga diatasnya. Mutia masih duduk di samping nisan ibunya. Hatinya hancur seakan tidak ada lagi semangat hidupnya.


Selama ini mama adalah tempatnya mengadu dan berkeluh kesah. Kedua kakaknya sudah sibuk dengan keluarga mereka masing-masing. Hanya mama dan Mutia yang rajin berkirim kabar, mama setia mendengarkan curhatan Mutia tentang kerjaannya. atau tentang laki laki yang dekat dengannya.


"Mutia... aku turut berduka cita ya..." suara lelaki yang dirindukan mutia, kenapa dia ada disini. Mutia pun mengangkat kepalanya.


dan benar saja ada Paul yang berdiri di depannya.


Mutia bingung, disatu sisi dia ingin memeluk Paul, tapi disisi lain dia tidak mau menjadi pembicaraan orang-orang. Apalagi dia sudah berjanji kepada almh mama, kalau tidak ada lagi Paul dihatinya.


"Iya .. makasih ya, kapan datang?" balas Mutia


"Aku emang lagi ada kerjaan di Padang, begitu di tag teman di grup kampus, aku langsung meluncur kesini tadi malam" jelas Paul


"Duh jadi repot, maaf yaa.." Mutia menyeka air matanya.


"Kamu yang sabar, harus kuat, yaaaa" ujar Paul lagi


"Iyaa Insyaallah"... jawab Mutia pelan


Dan kemudian Helvina dan Resty memeluk Mutia untuk segera kembali kerumah.

__ADS_1


******


Mutia pun mengajak kedua temannya untuk beristirahat dikamarnya. Tentu saja mereka takjub begitu melihat kamar Mutia. Satu ranjang besar yang ditutupi kelambu ala villa - villa dan mini q yang dipenuhi pernak pernik seperti tas, sepatu, baju kalung kalung dan koleksi parfum.


"Istirahat disini dulu yaaa, kalian belum tidur dari subuh tadi" kata Mutia sambil mengambil baju ganti salah satu lemarinya.


"Ini baju aku Pake aja kalau mau ganti yaa, kamar mandi disana" tunjuk Mutia membuat mata mereka menoleh ke sebuah ruangan yang ada bath up nya, ada sofa nya dan ada sebuah televisi besar disana. Resty dan Helvina menggelengkan kepala, kenapa Mutia mau bersusah susah di kota mereka selama ini ya.


"Okeyyy beress, kami tidak usah dipikirkan, lu temui dulu teman teman lu yang sudah menunggu diluar sana" jawab Resty.


"iyaaa... sebentar gue tinggal ya"


Mutia bergegas menuju pintu setelah berganti baju.


"tyaaaa, tadi katanya Mahendra udah mendarat di Padang, lagi perjalanan kesini" kata Helvina


"iyaa, katanya mau naik taxi dari bandara kesini nya". ujar Helvina lagi


"oh iya udah, aku tinggal dulu yaa".. Mutia pun segera berlalu.


Langkahnya gusar, membayangkan Paul dan Mahendra akan bertemu lagi. sementara bukan Mutia yang mengundang Paul kesini, tapi Mahendra, bukankah belakangan dia sudah menghindar, kenapa harus datang lagii.


Pertanyaan begitu banyak di kepala Mutia dan dia segera mempercepat langkahnya untuk bertemu teman teman sekolahnya yang sudah lama menunggu.

__ADS_1


*****


Setelah tamu tamu nya pulang, Mutia merasa lapar. mungkin kebanyakan menangis membuat perutnya menjadi perih. Dia pun menuju ruang makan dan meminta uni Fida untuk membangunkan kedua temannya dikamar. Uni Fida adalah orang kepercayan mama yang sudah bekerja dari Mutia masih kecil. Bahkan Mutia menganggap uni Fida seperti Tante nya sendiri.


"eh kami ketiduran" kata Resty begitu sampe diruang makan. kemudian dia memperhatikan ruangan makan yang sangat besar ini, ada 12 kursi di meja makan. kemudian ada sebuah mini bar lengkap dengan peralatan juice dan coffee maker. serta hamparan karpet bulu yang tebal yang memanjakan kaki.


"yuk makan dulu disini" kata Mutia


"Tadi gue pinjam baju piyama lu ya, karena subuh buru-buru gue lupa bawa" ujar Helvina sambil duduk dan mengambil nasinya.


"iya udah pakee aja amann" Mutia melempar senyum nya. dia sangat bahagia mendapat teman yang ada saat dia berduka seperti ini.


"Tya, baok lah kawan yang di teras tu makan sakali" kata uni Fida


*Tia temannya yang di teras diajak makan juga dong*


"bukannya teman Tia udah pada pulang uni?" tanya Mutia


"Ado surang jantan dilua, gagah nyo bantuan sarukh kan nampak dek uni"


*ada teman cowok, ganteng seperti sarukh Khan*


Helvina dan Resty pun tertawa, siapa lagi yang mirip sarukh Khan kalau bukan Mahendra.

__ADS_1


"gue ajak masuk ya" Mutia berjalan menuju pintu.


Begitu Mutia hendak menyuruh Mahendra masuk, di depan ada Paul yang baru turun dari mobilnya. Sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke Mutia. Kemudian Mutia pun bingung harus berbuat apa.


__ADS_2