Akhirnya Ku Menemukanmu

Akhirnya Ku Menemukanmu
Aku Sayang Kamu


__ADS_3

Ternyata menjauh dari Paul bukan perkara mudah, karena ada beberapa mata kuliah dan kegiatan kampus yang sama.


seperti hari ini mereka bertolak ke sebuah pantai, untuk acara kebersamaan kampus. Lubis berangkat dengan gebetan barunya, ya penampakan nya yang kemaren, dan sudah berhasil dia tangkap.


Mutia akhirnya memutuskan untuk menyetir sendiri ketimbang harus nebeng di mobil nya Paul.


Mama memberi satu unit mobil city car untuk kemudahan akses Mutia di kota ini. Dan akhirnya hari ini Mutia bersyukur dia bisa punya kendaraan sendiri.


Begitu tiba di Pantai, Mutia langsung mencari tempat parkir, dan entah kenapa dia parkir persis di sebelah mobilnya Paul.


Paul yang sudah merasa Mutia menghindarinya, Turun dari mobilnya dengan wajah yang menahan marah.


Rahangnya mengeras dan tatapannya tajam.


Mutia yang hendak keluar dari mobilnya pun langsung terdiam, bingung menghadapi situasi yang tidak dia perkirakan.


"Turuunnn..." Paul mengetok kaca


Mutia meremas stir nya, hatinya berdegup kencang. setelah lima menit akhirnya dia luluh juga dan keluar.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih, salahkah aku kalau kita berbeda agama ? aku juga engga minta dilahirkan dengan keluarga yang beragama apa." kata kata Paul begitu tegas dan keras


"Paul, please...." Mutia sedikit memohon


"Kenapa? bilang kalau sebenarnya kamu engga suka sama aku, Biar aku tau dan pergi sekarang juga."


"Jangan bahas di sini, itu yang lain pada ngeliatin." Jawab Mutia sambil berlalu menuju pantai.


kemudian Mutia menghentikan langkahnya sambil menatap mata Paul


"Jujur aku bingung harus bersikap seperti apa, oke aku suka sama kamu, Tapi hubungan..."


"Udah cukup, aku hanya butuh itu." Paul langsung memotong ucapan Mutia


"Aku tau dan aku yakin kita mampu melewatinya. Aku sayang kamu, kamu juga itu aja udah cukup kan?" tanya Paul memastikan.


"Entahlah, Tapi ketika nanti ada satu pihak yang tersakiti aku mohon kita untuk saling dewasa dan melepaskan." ujar Mutia lirih


"Aku pastikan tidak akan ada yang tersakiti."

__ADS_1


Paul memeluk erat Mutia dan mencium rambutnya. Mutia hanya diam dan pasrah, kepalanya menolak tapi hati dan badannya malah seakan meminta.


Malam keakraban kampus ditutup dengan penampilan teater. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dan semua sedang bersiap untuk pulang kerumah masing-masing.


"Mutia, aku yang nyetir sini." Paul mendatangi Mutia yang sudah hendak masuk ke mobilnya..


"Terus mobil kamu gimana?"


"Tadi aku minta Deon buat bawa pulang, besok aku bisa ambil kerumahnya."


Dan disinilah mereka sekarang, bergandengan tangan di temani iringan lagu dari Bryan Adams.


Mutia tidak ingin berpikir apa-apa tentang hubungannya ini. Dia hanya ingin menikmati hari ini, bersama Pria yang dia sayangi.


Karena begitu dia teringat akan kenyataan yang ada, hatinya akan terasa sesak dan pedih.


Paul sesekali tampak mengelus rambut Mutia, perempuan yang berhasil mengaduk emosinya beberapa bulan ini. Paul merasa Mutia berbeda sekali dengan gadis yang biasa ditemuinya.


Dan untuk pertama kali dia merasa benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama.

__ADS_1


Mutia gadis polos yang tidak membalas ciumannya, yang selalu tersipu-sipu ketika Paul menatapnya. dan senyum Mutia entah kenapa begitu memabukan buat Paul. Dia akan rela berbuat apa saja agar senyum itu akan selalu ada. Atas nama lelaki dia berjanji ke dirinya sendiri.


*****


__ADS_2