Akhirnya Ku Menemukanmu

Akhirnya Ku Menemukanmu
Pendekatan


__ADS_3

Tanpa terasa sudah satu bulan Mutia bekerja di kantor *money money* dan hari ini gajian pertamanya. Tadi siang dia sudah janjian akan mentraktir Betha makan steak mevvah. Tentu saja sebagai rasa terimakasih nya, karena Betha yang membantu Mutia sampe bisa bekerja dikantor ini.


Karena sibuk dengan janjian dan pengen pulang cepat, alhasil sampe pukul 17.30 WIB sistem belum balance. Uang yang di brankas dan yang di sistem selisih 9 juta. Sembilan Juta nyelip dimana yaaa. Mutia menghitung ulang lagi dengan hati - hati.


"Bet... gila gue selisih ni, belum balance kas gue, kayaknya kita undur ke besok ya makan nya" Mutia menelpon Betha sambil menekan - nekan kepalanya.


"haaahhhh,,,selisih berapa lu?" jerit Betha


"sembilan jutaaa ajaaaa" jawab Mutia lemas


"Ajaaa???? buruan cari nyelip dimana" Betha histeris


"Iya.. udah dulu ya, bye" Mutia mematikan dan melempar handphone nya begitu saja.


Mutia menyesali kelalaian nya, karena mau buru-buru pulang akhirnya jadi lama deh. kadang kalau kita pengen cepat malah jadi lama ya, Mutia ngebatin sendiri.


Satu satu karyawan berlalu pulang, tak terkecuali Resty dan Helvina yang emang udah janjian ngemall. Jadilah Mutia sendiri sambil merunut kembali pembayaran satu hari ini dan mengeceknya lagi di sistem.


"Ahaa.. akhirnya...." Mutia berteriak sambil melihat ke komputernya.


Ternyata ada pembayaran sebesar satu juta tapi terposting nya sepuluh juta. Syukurnya tagihan si nasabah hanya sejuta sekian saja. Jadi memang murni kesalahan input.

__ADS_1


Mutia menarik napas lega sambil geleng-geleng kepala. Alhamdulilah hari ini masih dimudahkan oleh Allah SWT.


"Mut, belom pulang?" satu satunya yang memanggil dia Mut di kantor hanya Mahendra.


"Ni baru mau pulang, tadi belum balance jadinya lembur deh".. jawab Mutia.


"Ngopi dulu yuk" ajak Mahendra


Eh tumben banget ni orang ngajak, semenjak acara karaoke dan nongkrong mereka emang sibuk dengan urusan masing-masing.


"Ya udah let's go" Mutia tersenyum.


Setelah memesan minum dan beberapa cemilan, mereka akhirnya ngobrol.


"Iyapp, keluarga gue semuanya di Padang dan gue terdampar disini" jelas Mutia


"Kamu Padang?" Mahen bertanya lagi


hmmmmm kamuu, gimana gimana tadi, Mutia senyum senyum sendiri


"Asli banget malah padangnya" jawabnya

__ADS_1


"Sama banget ya ama Mutia mantanku, dia tapi di Bukittinggi". jelas mahen tanpa ditanya


" Oh dekatlah aku di Padang panjang". Mutia menjawab sambil merapikan rambut panjangnya.


"Emang udah mau nikah banget ya mut?" tanya mahen Lagi.


Mutia tertawa, berarti Mahen masih ingat ucapannya sewaktu di kafe kemaren.


"Ya iyalah aku udh 28 tahun loh, Mama tiap nelpon nanya nya kapan nikah Mulu.. bosan tauuu"


"Aku lebih muda empat tahun dong" Mahen melotot gak percaya


"Ckck ternyata wajah kamu boros juga ya, aku pikir malah kita seumuran atau kamu lebih tua" Tia tersenyum


Mahendra tertawa sambil menatap Mutia yang tersenyum. Kenapa aku jadi nyaman gini di dekat Mutia, pikirnya. Padahal sebulan ini dia sengaja menghapus yang berhubungan dengan Mutia di hidupnya, tapi malam ini dia ingin mendekat lagi dengan Mutia yang berbeda. teman kantornya


"Jadi calon nya udah ada?" tanya mahen lagi yang menurut Mutia sudah seperti interogasi di kantor polisi.


"Belum ada yang lulus seleksi sih, kamu gak minat kan ya?" ledek Mutia


karena dia masih ingat alasan Mahen putus dengan mantannya karena sang mantan minta dihalalin.

__ADS_1


Mahendra pun gelagapan mendapat serangan dari Mutia. Mereka akhirnya tertawa, apalagi sewaktu Mutia cerita gimana hopeless nya dia, waktu didesak terus sama orang tua nya buat menikah. Akhirnya Mutia mengajak Gumar teman kuliahnya untuk kawin kontrak. yang tentu saja ditolak mentah - mentah oleh gumar.


Malam itu mereka habiskan dengan banyak tertawa, dan ternyata Mahendra lucu juga pikir Mutia, tapi tetap saja dalam mottonya tidak ada tempat untuk pria yang lebih muda di hatinya. So Mahendra maaf engga lulus seleksi nih.


__ADS_2