Akhirnya Ku Menemukanmu

Akhirnya Ku Menemukanmu
Pergi untuk kembali


__ADS_3

Pagi Minggu ini mahendra sudah menghadap Mak etek untuk menyampaikan niatnya melamar Mutia.


Entah keberanian darimana, hal yang selama ini ditakutkannya tapi pagi ini akan dihadapinya.


"Mak etek, maksud dan tujuan saya ketemu adalah untuk melamar Mutia. apabila Mak etek merestui, Minggu depan saya akan bawa keluarga saya datang kesini untuk lamaran resmi nya" ucap mahendra percaya diri.


"Apa sudah dipikirkan betul nak Mahendra? apakah nak Mahendra sudah sangat mengenal kemanakan mamak ini? tanya mak etek


"InsyaAllah sudah dengan pertimbangan yang matang Mak etek, bahkan kemaren saya sempat berjanji ke almh mama Mutia, untuk menjaga Mutia disamping saya"


"saya berjanji akan menyayangi Mutia sepenuh hati saya Mak etek" tambah Mahendra.


"Berjanjilah kepada Allah SWT nak, karena berjanji kepada Mak etek, entah pun besok giliran mak etek yang dipanggil pulang"


"Dan untuk lamaran mu, mamak tentu lah harus berembuk dulu dengan keluarga besar, dan rasanya tidak rancak kalau Minggu depan kita buat lamaran, mengingat baru saja kami kehilangan"


"Jadi mungkin nanti kami kabari bagaimana selanjutnya, kalau boleh tau nak Mahendra ini apa kerjanya, asli nya darimana?"


Dan interogasi pun dimulai, ya tentu saja tidak mudah untuk seorang mamak menerima pasangan untuk kemenakan nya. Mahendra pun maklum akan hal itu, keluarga mana yang mau melihat anak gadisnya menderita.


Untungnya selama bekerja Mahendra sudah mengelola bisnis dengan teman temannya. bisnis makanan yang dirintisnya sudah berkembang besar, dan sudah meresmikan cabang ke 20 nya bulan lalu. Berangkat dari hoby nya memasak, Mahendra terus mendalami masakan masakan Nusantara yang akhirnya ia kembangkan dengan cita rasa yang jauh lebih enak.


Mendengar cerita dan perjuangannya Mak etek nampak mengangguk kan kepala.


*****


Sementara Mutia menunggu dikamar dengan gelisah, dia menemani Resty dan Helvina memasukan baju ke koper mereka.


"Tya kita bakal kangeen Ama luu ni" kata Helvina yang diiringi angukan kepala dari Resty.


"Kalian pindah aja kesini gimana? gue juga bakalan sepi dirumah sebesar ini, uni uni juga seminggu lagi pada pulang kerumahnya masing-masing"

__ADS_1


"lah terus kita ngapain disini? jagain nyamuk elu?" kata Resty sambil geleng-geleng.


"yah kagak, gue kan mau nerusin bisnis nya mama... yakali aja kalian udah pada bosan kerja"


"hhhmmmmm keliatannya menyenangkan, kita pertimbangkan dulu yaaa bebsss" jawab Helvina sambil mencubit pipi Mutia.


*****


Uni Nindy masuk ke kamar mereka dan menyuruh untuk Resty dan Helvina mampir di toko oleh-olehnya. Tampak uni sibuk menelpon pegawainya untuk menyiapkan 3 kardus oleh oleh untuk teman Mutia.


"Terimakasih ya, sudah menjaga dan menemani Mutia pulang kesini. ini tiket pulang kalian sore ini dan tiket pergi kemaren uni akan ganti nanti ya" uni membagikan tiket kepulangan mereka.


"Ya ampun uni kok repot-repot, kita ikhlas kok uni karena kan kita temannya Mutia" jawab Resty merasa tidak enak hati.


"Udah engga usah sungkan, nanti jangan lupa ambil oleh oleh di toko ya" sahut uni sambil berlalu setelah memeluk kedua teman adiknya.


tak lama kemudian Uni Anita masuk sambil mengendong Dilan.


kebaya cantik buat dibagikan Ama keluarga nanti"


Resty dan Helvina menatap tidak percaya dengan apa yang diperoleh mereka. padahal niat mereka tulus banget mau nemenin Mutia tapi rezeki orang tulus itu engga putus-putus yaaa....


"Terimakasih uniii, murah rezeki" Jawab Helvina sambil mencoba menggangu Dilan.


"Uni yang harusnya berterima-kasih, langsung gerak cepat kalian mencarikan jodoh untuk Mutia. Sampai - sampai Minggu depan mau membawa keluarga nya datang kesini" Uni Anita tertawa melihat ekspresi adik semata wayangnya yang sudah bersiap dengan boneka di tangannya, hendak melemparkan nya ke uni Anita.


Biippppp, ada getar pesan masuk di gawai Mutia


"Alhamdulillah selesai menghadap Mak eteknya, siap siap untuk menghadapi keluargaku disana"


Pesan dari Mahendra yang berhasil membuat Mutia senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


****


Mutia ikut mengantar kan mereka ke bandara, kali ini Mutia meminjam Range Rover nya Uda Sofyan, suami uni Anita. kalau pakai alphard engga bisa ngebut pikir Mutia


tidak lupa mereka mampir ke toko oleh oleh terbesar di kota Padang dan mengambil bingkisan yang sudah dipersiapkan. kemudian Mutia juga mengajak ketiganya untuk kulineran soto Padang sebelum menuju ke bandara.


Proses check in dan bagasi pun selesai diurus oleh Uda Agus, yang sudah terbiasa mengantar kan mama ke bandara untuk perjalanan bisnisnya.


dan tibalah waktu yang berat untuk mereka yaitu berpisah, walaupun baru tiga hari tapi buat Mutia sangat berkesan karena memang support sahabat lah yang dia butuhkan saat ini. apalagi Mahendra pria yang kemaren melamar nya, ingin ia menghabiskan waktu lebih bnyak lagi.


"Aku pulang dulu ya sayanggg, istirahat dan jangan lupa makan, jangan nangis terus ntar jadi jelek loh" ucap mahendra sambil mengelus pipi Mutia


"iya sayangkuw" balas mutia


"Engga ada acara kayak di Pilem AADC ni?" sahut helvina mencoba untuk mengangu sahabat nya. Tentu saja berhasil membuat Mahendra dan Mutia malu.


"karena lu maksa, yaudah gue cium nih, jomblo dilarang baper yaaa" Mahendra pun menempel kan bibirnya di bibir Mutia.


"halaaahh emang doyan aja lu, sial gue udah nanya"


Helvina dan Resty pun pergi duluan sambil melambaikan tangan ke Mutia yang muka nya sekarang seperti kepiting rebus meraahhhhh hihi


"Aku tunggu kabar kamu dan Mak etek ya yank, kapan aku bisa datang bawa keluarga besar"


"iyaaa sayangkuw" jawab Mutia tak kalah mesra


"tunggu aku yaaa, aku pasti kembali"


Mutia menganguk


"hmmmm sama satu lagi, jangan pernah lagi berhubungan dengan Paul ya"

__ADS_1


Mutia semakin kuat menganguk dan melambaikan tangannya.. dan mahendra pun segera masuk ke ruang tunggu.


__ADS_2