Akhirnya Ku Menemukanmu

Akhirnya Ku Menemukanmu
Bila rasaku ini rasamu


__ADS_3

Sudah di akhir tahun, enam bulan sudah Mutia bekerja dikantor ini. Trio Harem belakangan sudah jarang kumpul, karena Helvina sedang dimabuk asmara. Begitu pulang kerja buru buru mau ngedate dengan Fahmi kekasihnya.


Resty apalagi, belakangan lagi sibuk sibuknya belajar memasak. Jadi pulang kantor pasti segera ke pasar ketemu ikan dan teman temannya.


"Mahen, malam ini aku diundang senior aku dikampus dulu, mau nemenin engga? tanya Mutia ke Mahendra di mobil saat mereka pulang.


"acara apa?" Mahendra fokus menyetir sambil memperhatikan jalanan yang macet.


"Kumpul kumpul aja reunian, dulu aku tuh dekat banget ama kak Putri, kita pernah liburan bareng ke Bali" Mutia semangat bercerita, hanya tentu saja ada hal yang dirahasiakannya. Ya liburan itu juga dengan Paul mantannya. dan senior nya ini juga teman dekatnya Paul.


"Boleh, tapi aku numpang mandi di kost ya?" jawab Mahendra sambil fokus ke jalan yang macet.


"Beres".. Mutia senyum sambil membayangkan serunya berkumpul lagi dengan teman kampusnya.


*****


Setelah berganti pakaian, mereka meluncur menuju komplek Cendana rumah kak Putri. Dan begitu masuk keruang tamu Mutia kaget karena Paul, sudah duduk main gitar disana bersama teman mereka yang lain.


Tadi Mutia sudah wanti-wanti ke kak Putri memastikan kedatangan paul. Dan kak Putri bilang Paul lagi di Jakarta kerja, jadi confirm engga bakalan datang.


Tapi sekarang yang ingin dihindari nya malah ada di depan matanya.


Dengan senyum terpaksa Mutia mengajak Mahendra masuk dan mengenalkannya ke teman teman kampus. Hanya ada satu pasang mata yang tidak bersemangat menyambut salam dari Mutia.


"Ciyyee udah punya gandengan nihh, kapan peresmian?" tanya kak Putri yang muncul dari ruang tengah.


Mutia engga berkutik. yang tadinya banyak cerita di mobil, Mendadak jadi pendiam dan tentunya meninggalkan tanda tanya besar di kepala Mahendra. Engga biasanya Mutia pendiam gini. Dan kenapa lelaki ini begitu tajam menatap Mutia, ada apa kah?

__ADS_1


Mahendra memainkan handphonenya, kata Dilan cemburu itu hanya untuk orang yang sedang tidak percaya diri. dan dia malam ini cukup percaya diri, walaupun begitu melihat lelaki di depannya dan caranya menatap Mutia entah kenapa hati Mahen terasa sesak.


Mutia beranjak menuju dapur untuk membantu kak Putri mempersiapkan makan malam. Sayup sayup Mutia mendengar suara khas Paul yang sepuluh tahun terakhir menghiasi hari harinya


…………………………………………………………………


Aku Memang Terlanjur Mencintaimu


Dan Tak Pernah Ku Sesali Itu


Seluruh Jiwa Telah Ku Serahkan


Menggenggam Janji Setiaku


Kumohon Jangan Jadikan Semua Ini


Alasan Kau Menyakitiku


Tapi Cobalah Sejenak Mengerti


Bila Rasaku Ini Rasamu


Sanggupkah Engkau Menahan Sakitnya


Terkhianati Cinta Yang Kau Jaga


Coba Bayangkan Kembali

__ADS_1


Betapa Hancurnya Hati Ini Kasih


Semua Telah Terjadi


………………………………………………………………………………


Dada Mutia terasa sakit, dia berlari menuju kamar mandi nya kak Putri, dan menangis disana. Kenyataan yang menyakitkan buat mereka berdua, pertahanan Mutia runtuh tiba tiba mendengar Paul menyanyikan lagu itu.


"Tya... makan yuk, udah pada nungguin" panggil kak Putri dari luar kamar mandi.


Mutia akhirnya keluar dengan menarik tangan kak Putri ke dapur. Kak Putri langsung memeluk Mutia seakan tau apa yang dirasakan adik kelasnya. Dari dulu dia juga sudah melarang hubungan mereka tapi namanya lagi cinta cintanya, dunia serasa milik berdua.


"Maafin kakak ya, kakak engga tau dia bakal datang" kak Putri mengelus rambut Mutia


"Iya kak, gpp..Tia hanya sedih, rindu tapi udah engga bisa" tanpa terasa air matanya menetes lagi.


"Tarik nafas... buang nafas.. Tya pasti bisa, lagian tuh kasian pacar barunya"


"Ya ampun iya, ada Mahendra disini kenapa Tya bisa lupa"


Setelah membersihkan wajahnya dan berkaca akhirnya mereka pun makan bersama. Untung suasana terselamatkan karena Hartono teman mereka yang lucu parah. Tono cerita kejadian - kejadian lucu dulu waktu di kampus dan mereka tertawa mengingatnya.


Akhirnya Mutia dan Mahendra pamit pulang, tak lupa ia menyalami Paul dengan canggung. setelah sampai di mobil air mata Mutia menetes lagi. dia sangat rindu ingin memeluk Paul.


"Kamu berutang penjelasan kepadaku" ucap Mahendra dingin


"ttentang apa?" Mutia bingung

__ADS_1


"Sudah sejauh mana hubunganmu dengan Paul"


duuggggg......


__ADS_2