Aku Adalah Simpanan Produserku

Aku Adalah Simpanan Produserku
AUDISI


__ADS_3

Aku adalah Tania. umurku 21 tahun. dari kecil aku suka sekali bernyanyi. Setiap ada even lomba menyanyi. Aku selalu ikut berpartisipasi. kemenangan selalu aku dapatkan. Bukannya sombong, mungkin karena aku sudah terbiasa menyanyi dari kecil, dan kemampuan vokalku pun bertambah lebih baik dari hari ke hari.


Waktu menunjukan pukul 7 malam. Saatnya Aku makan bersama dengan keluargaku. Mereka sudah bersiap didepan meja makan dan akan memulai makan malam. Aku pun ikut makan malam bersama mereka. Dan aku akan memberitahukan bahwa aku akan ikut audisi menyanyi yang diadakan perusahaan Label musik terkenal.


"Mah, Pah.. Aku mau ikut Lomba menyanyi yang diadakan salah satu Label musik terkenal besok pagi." Kata Aku sambil tersenyum ceria.


"Oh ya?? perusahaan music yang mana Tan? " tanya sang mamah sambil menambahkan sop didalam mangkok Tania.


"Star Studio Music Mah???" jawab Aku.


"Serius kamu Tan? itu kan perusahaan music terkenal sekali, kamu yakin bakal lolos audisi disana?" Saut Ayah sambil tertawa tipis.


"Wahhh.. Ayah kok gitu sama anaknya sendiri. bukannya disupport malah di bikin down gitu" Jawab  Aku sambil menampilkan muka kesel.


"Iya nih Ayah, Anak sendiri harusnya di support dong." sambung sang Mamah.


"Ya sudah, kamu tunjukan yang terbaik kelebihan yang kamu punya. Mamah sama Ayah pasti mendukung kemauan kamu, ya kan Yah?"  Lanjut sang Mamah.


"Iya tan. Ayah cuma bisa berdoa semoga kamu bisa mencapai cita-cita kamu" kata Ayah sambil tersenyum


"Makasih Mamah Papah Love you..." Jawab Aku dengan perasaan gembira.


Kita pun melanjutkan makan malam kita. Suasan hangat dan harmonis menyelimuti ruangan dimeja makan ini. Kita sangat menikmati makan malam hari ini dengan hati yang gembira.


Kriinggg,,, Krriiinngg,,,,, Bel Alarm dari Hp Aku berbunyi menujukan waktu pukul 6 pagi.  Aku pun bersiap untuk mandi dan berias. karena audisi diadakan pukul 9 pagi.


Karena rumahku lumayan jauh dari tempat audisiku, maka dari itu Aku harus lebih pagi berangkat dari rumah agar tidak telat ikut audisinya.


"Tania, Ayo turunn.. Sarapan dulu Nak, nanti kamu telat" saut Sang Mamah dari bawah.


"iya mah,, ini Tania turun." Jawabku


Aku pun langsung turun dan bergegas menuju ke meja makan untuk segera sarapan. satu roti dengan selai coklat ditambah susu digelas cukup untuk memulai aktivitasku hari ini. Aku pun memakannya dengan lahap dan mengahabiskannya dengan cepat. karena hari ini aku tidak mau telat ketempat audisi.


"Mah,Pah aku berangkat dulu yah... Love you" sambil mencium pipi Mamah dan Ayah.


"Kamu nggak bareng ayah Tan?" tanya Ayah.


"nggak yah aku mau naik busway aja" jawab ku.


"oke deh hati-hati yah Nak" Kata Ayahku.


"oke bye,,," timpa aku

__ADS_1


"Bye Nak love you,,," kata Mamah sambil melambaikan tangannya pas didepan pintu.


Aku pun akhirnya berangkat menuju halte busway yang jaraknya tidak jauh dari rumahku.


Tidak lama kemudian Busway pun tiba. Aku pun langsung masuk kedalamnya dan bersyukur ada kursi kosong yang bisa aku tempati.


Yapppss,, karena jarang sekali dihari kerja masih ada kursi kosong. biasanya sudah penuh oleh penumpang yang lainnya.


"mungkin ini hari keburuntunganku" Gumam Aku dala hati


Sepanjang jalan Aku mendengarkan lagu yang akan ku nyanyikan di Audisi ku nanti, sambil melihat kearah luar jendela. Itu membuatku sedikit lebih rileks., karena jujur walaupun aku sering mengikuti lomba nyanyi tapi perasaan nervesku tetap saja muncul. Wajar saja ini kali pertama Aku mengikuti lomba audisi yang diadakan oleh perusahaan terkenal.


Tak berapa lama busway yang aku tumpangi berhenti ketempat tujuan. Dan aku pun langsung turun menuju pintu keluar halte.


Sambil melihat google maps di Hp, Aku mencari alamatnya. tidak lama aku menemukannya.


Ini tidak sulit, karena dekat dengan halte dan disana pun sudah banyak orang yang mendaftar.


Aku pun mulai masuk kedalam kantor tesebut dan ikut mengantri untuk mengambil nomor antrian audisiku.


Tak lama kemudian aku mendapatkan antrian yang menurutku tidak begitu lama. nomor 230 adalah nomor antrianku.


Aku mulai duduk ditempat yang sudah dipersiapkan. Aku pun langsung mengeluarkan earphone dalam saku ku.


Aku mulai mendengarkan lagu yang akan aku nyanyikan berulang-ulang.


Satu persatu peserta maju kedalam ruang audisi. mereka pun keluar dengan ekspresi yang bermacam-macam. Ada yang senang, sedih, menangis senang, perasaan kecewa, marah dan banyak sekali mereka munculkan ekspresinya. Ini membuat dadaku berasa akan meledak seketika. Aku pun mencoba untuk tetap tenang dan fokus.


Tarik napas yang panjang dan mengeluarkanya dengan pelan-pelan caraku membuat aku tetap tenang dan rileks. Tak lama kemudian Staff memanggil nomor urut yang aku dapatkan..


"nomor peserta 230, silahkan masuk.." Seru staff dari depan pintu masuk ruang audisi.


Aku pun maju perlahan dan menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi rasa gerogiku.


Staff tersebut langsung menyambutku dan meminta aku untuk mengikutinya. Dan sampailah aku keruang audisi tersebut.


Dihadapanku ada 3 juri yang akan menilaiku.


Yang Pertama Dia adalah salah satu penyanyi senior dibawah naungan agensi tersebut, Nathalia namanya.


Yang kedua Dia adalah pelatih vokal dari agensi tersebut, coach Rendi namanya.


Dan yang terakhir Dia adalah produser dari agensi tersebut, Pak Andre namanya.

__ADS_1


 


"Haaiiii,,, nama kamu siapa? " Sambut Nathalia dengan senyuman hangatnya.


"Hai,, namaku Tania Putri, biasa dipanggil Tania.." Jawabku dengan muka ceria


"Mau nyanyi lagu apa Tan?" Sambung Pak Produser


"Impossible dari Shontelle" Tuturku sambil bersiap-siap


"okeh silahkan" Seru Coach Rendi.


Suara instrumen musik pun sudah dimulai dan Aku pun bersiap menyanyikannya...


{" I remember years ago.......


..


..


..


Someone told me I should take Caution when it comes to love, I did"}


Tepuk tangan dari ketiga juri pun kudapatkan mereka sepertinya menyukai suaraku. Aku pun disitu sangat ingin menangis karena senang, Tapi ini belum selesai. penilaian belum Aku dapatkan dari ketiga juri aku pun menahannya.


"Wooww suaramu sangat khas sekali."  Puji Nathalia


"terimakasih Ka Nathalia" Tuturku dengan sedikit tersenyum tipis.


"Iya bener suaramu sangat khas sekali, Tapi kamu belum terlalu menjiwainya jadi saya sebagai penonton pun tidak sepenuhnya mendapatkan feelnya." Terang sang Produser


"Ada benernya juga apa yang dikatakan pak produser, Tapi dengan latihan secara rutin pasti dia bisa belajar menjiwai setiap lagu yang akan dia bawakan." Sambung coach Andre


"Terimakasih Para juri untuk masukkannya, Saya akan belajar lebih giat lagi kedepannya" Ungkapku sambil membungkukkan badanku kehadapan para juri.


Pengambilan suarapun segera dimulai, Para juri sedang berdiskusi untuk aku bisa lolos atau tidak menjadi training diperusahaannya. Apapun hasilnya Aku sangat menghargai keputusan ketiga juri tersebut.


Tak lama kemudian Ka Nathalia mengambil microphone yang ada didepannya. Dan mengumumkan hasil dari diskusi mereka...


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2