
Matahari perlahan menampakan sinarnya dan burung-burung pun saling bersautan.. Waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi. Tania pun langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera menuju kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
Tak berapa lama Ia pun keluar dari kamarnya dan segera menuju meja makan. Orang tuanya sudah bersiap-siap untuk sarapan dan segera pergi kebandara.
"Morning Ayah , Morning Mamah.. Kalian sudah siap-siap? " ucap Tania sembari mencium kening mereka.
"Sudah Nak, semua koper-koper sudah Ayah masukan kebagasi mobil. Ayah minta pegawai kantor ayah untuk mengantar ayah ke bandara " Seru Ayah sambil meneguk kopi
"Aku anter kalian ke bandara juga yah..." Pinta Tania sembari meneguk susu favoritnya.
"Setelah antar kalian Tania langsung ke tempat Agensi" sambung Tania.
"Memangnya kamu nanti ngga terlambat?" Tanya Mamah.
"Ngga lah Mah kan masuknya jam 9. masih punya banyak waktu. lagian jarak bandara ke tempat agensi Tania tidak terlalu jauh." Ungkap Tania.
"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang sebelum telat" Kata Ayah sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Oke let's go" Seru Tania sembari menyilangkan tas dibadannya.
Mereka pun beranjak dari tempat tersebut, dan bergegas masuk kedalam mobil yang sudah bersiap didepan rumahnya. Didalam mobil sudah ada Pak Kas pegawai bapak dikantor untuk mengantar mereka menuju bandara.
Mereka pun segera menuju bandara bersama-sama.
Setelah 1 jam menempuh perjalanan dari rumah ke bandara, Akhirnya mereka pun sampai ketempat tujuan.. dan segera menuju ke tempat check-in dan tempat pemeriksaan passport. Disana mereka pun saling berpelukan untuk yang terakhir kalinya sebelum Orangtua Tania masuk kedalam pesawat.
"Kamu hati-hati dirumah yah Nak, Selalu kunci pintu rumah setelah pulang.Love you " Kata Mamah sambil memeluk dan mencium kening Tania.
"Iyah mah, Love you too.. kalau sudah sampai jangan lupa kabarin Tania yah" Ucap Tania sambil memeluk erat sang Mamah.
__ADS_1
"Okehhhhh, Ayah sama Mamah berangkat dulu. Pesan ayah Fokus sama apa yang kamu impikan ,jangan macem- macem ngga ada Ayah.. hehehehe, Love you " Ucap sang ayah sembari memeluk putri semata wayangnya.
"Siap Komandan, Love you too" Seru Tania sambil memeluk erat Ayahnya.
Kedua orangtua Tania pun perlahan memasuki tempat pemeriksaan passport dan segera masuk kedalam pesawat.
"LOVE YOU GUYSSS" Teriak Tania sambil melambaikan Tangan ke arah orangtuanya.
Orangtua Tania pun melambaikan tangannya kearah Tania sambil tersenyum, dan segera masuk kedalam pesawat. Tania pun segera keluar dari bandara dan langsung menuju ke tempat agensinya bersama Pak Kas pegawai kantor Ayah.
"Oh ya pak saya minta tolong buat antar saya ke kantor Star Studio Musik yah Pak.. " Pinta Tania kepada Pak Kas.
"Boleh dong Mba, Mba Tania mau jadi penyanyi yah" Tanya Pak Kas sambil menjalankan mobilnya.
"Hehehe.. iya pak doa in aja yah, biar bisa debut." Jawab Tania dengan ramahnya.
Tak lama kemudian Tania pun sampai ke tempat Agensinya. Dan segera masuk sebelum kelas pelatihan dimulai.
"Iyah mbak sama-sama .. saya langsung kekantor yah mbak." Seru Pak Kas sembari membuka kaca mobilnya.
"Iyah Okeh. hati-hati Pak Kas." Ucap Tania dari luar mobil.
Saat Tania menuju keruang pelatihan terlihat pak produser mendatanginya. Ia sepertinya baru datang dan akan menuju ke ruang kantornya. Karena ruang kantor beliau sama ruang pelatihan Tania satu arah mereka pun berjalan menaiki lift bersama-sama.
"Selamat pagi Pak" Ucap Tania memberi salam
"Pagi.... Tumben kamu berangkat pagi-pagi" Tanya Pak produser sambil merapikan jasnya.
"Iya pak tadi saya sekalian antar orangtua saya kebandara pagi-pagi karena jarak bandara ke agensi ngga terlalu jauh jadi saya langsung kesini, tapi ternyata saya kepagian datangnya. hehhe "Ucap Tania sambil tersenyum manis dihadapan Pak Produser.
__ADS_1
"Ada apa ini? kenapa saya deg-degan begini melihat senyum Tania" Gumam Pak Produser dalam hati.
"Ohhh gitu, mau kemana mereka?" Ucap Pak produser sembari menyembunyikan perasaannya.
"Mereka mau ke Amerika Pak, Ayah saya ada projek disana untuk waktu yang lumayan lama, jadi ibuku juga ikut menemani ayah." Seru Tania.
"Ohh.. Terus kamu disini tinggal sama siapa?" Tanya pak produser.
"Saya sendirian pak dirumah.. " Ucap Tania.
Tak lama kemudian pintu lift terbuka, dan mereka keluar dari lift tersebut. dan langsung berjalan menuju keruang pelatihan. Sepertinya ruang latihan masih belum ada satu orangpun yang datang. Tania pun mengucapkan salam dan segera pergi ketempat pelatihannya.
"Sepertinya belum ada yang pada datang , Saya masuk dulu Pak?" Ucap Tania sembari membuka pintu.
"Ohh okeh, Saya juga mau masuk keruangan saya." Kata Pak Produser dan segera berjalan ke arah ruangan tempat kerjannya.
__ADS_1