Aku Adalah Simpanan Produserku

Aku Adalah Simpanan Produserku
PERTEMUAN PERTAMA


__ADS_3

Para Training pun seketika langsung terkejut dengan pengumuman yang diberikan coach Rendi .


Tapi mereka mengikuti aturan yang diberlakukan diperusahaan tersebut.


penilaian akan dilaksanakan minggu depan. masing-masing peserta menyiapkan materinya,  mulai dari menyanyi, dance atau akting.


"Selamat siang semuanya. Pada hari ini saya akan mengatakan bahwa minggu depan akan diadakan penilaian dengan materi menyanyi, dance dan akting. semua peserta harus bisa menguasai ke 3 materi tersebut." Ucap Pak Produser dengan tangan dimasukan ke dalam kantong celananya.


"Nanti saya, pak Andre dan Nathalia akan menilai dan akan saya tempatkan di bagiannya masing-masing. sesuai dengan skill yang kalian punya." Sambung Coach Rendi yang duduk didepan piano favorit nya.


"Dan yang dapat nilai bagus dari penilaian ini akan ada reward yang sudah disiapkan oleh perusahaan." Tambah Coach Rendi


Mereka pun sangat antusias dengan penilain itu. Ditambah dengan berita akan ada hadiah yang akan mereka dapatkan jika mereka mendapat nilai tertingi dipenilaian minggu depan tersebut.


Setelah pengumuman itu tersampaikan Pak Andre pun langsung keluar dan berjalan menuju kearah ruang kantornya. Tak disengaja Ia melirik Tania yang saat itu persis ada disampingnya . Tania pun langsung mebungkukan badannya. untuk menghormati beliau.


Pelajaran hari ini sudah Tania selesaikan. Diluar kantor pun sudah terlihat bintang dan bulan, menandakan hari sudah malam. Ia pun langsung keluar dan berjalan menuju halte busway.


Tak beberapa lama Ia bertemu dengan pak produser yang saat itu baru sampai dihalte tersebut.


Tania pun langsung mengucapkan salam dan membungkukan setengah badannya.


"selamat malam Pak." Ucap Tania dengan suara lembutnya.


"Iya malam." Jawab pak produser sambil melihat jam ditanganya.


"Kamu yang tadi pagi itu kan pake busway juga?" Tanya Pak Andre sambil menunjuk tanganya kearah Tania.

__ADS_1


Seketika Tania pun langsung gugup dengan pertanyaan pak produser. Tania pikir pak produser tidak memperhatikannya. karena disana banyak sekali penumpang.  Ia pun harus mencari jawaban untuk menyelamatkan dirinya disituasi seperti ini.


"Iya pak tadi pagi saya pake busway, Pak Andre lihat saya? Maaf Pak,  saya tidak melihat Pak Andre karena banyak sekali penumpang didalamnya. jadi saya tidak memperhatikan Bapak. " Ucap Tania dengan bahasa formalnya.


"Ohh gitu." Jawab singkat pak produser.


"Iya pak." Ucap Tania sambil menundukan kepalanya.


Tak lama kemudian busway yang mereka tunggu telah tiba. mereka pun langsung masuk kedalam busway tersebut. disana mereka pun duduk terpisah.


Tania sangat canggung jika duduk bersebelahan dengan Pak Produsernya. Untuk itu Ia sengaja menghindar dari Pak Produser .


Busway tersebut akhirnya membawa mereka ketempat tujuan mereka masing-masing.


Tania pun langsung memakain earphonenya dan mendengerkan lagu kesukaannya.


Ia sangat menyukai lagu dari BIGBANG  boy band korea yang sangat terkenal itu. Menurutnya dengan mendengarkan musik mereka. Ia sedikit lebih rileks karena lantunan musiknya yang sangat indah .


Tania pun langsung keluar dari halte busway tersebut. Ia langsung berjalan kearah rumahnya. Tak disangka Ia merasa ada yang mengikuti dari belakng. Ia pun lalu berhenti dan bersiap untuk memukul orang asing itu. Tas nya sudah Ia pegang dengan erat siap untuk dipukulkan kepada orang asing tersebut.


Ia pun langsung melihat kebalakng sekaligus memukul kepala orang asing tersebut berkali-kali.


Tak disangka yang dia pukul adalah pak produsernya sendiri yang sengaja mengikuti dirinya karena kawatir sudah larut malam. apa lagi jalan sudah sangat sepi.


"Hiyaaaaahhh, Plak,palk" Pukul Tania dengan tasnya bertubi-tubi.


"Aaaaauuuuu,, Tenang-tenang" Seru pak produser sambil memegang kedua tangan Tania.

__ADS_1


"Astagaaaa Pak Andre, Sorry Pak" Ucap Tania dan langsung menghentikan pukulannya.


Ia pun langsung membungkukan badannya berkali-kali dan sangat menyesali perbuatannya. Ia merasa akan ada hal buruk yang akan terjadi padanya setelah insiden tersebut.


"Saya tidak tau itu Pak Andre, saya kira ada orang asing yang mau berbuat jahat pak. maafkan saya pak sekali lagi."  Ucap Tania dengan suara terbata-bata karena merasa bersalah sekali dengan apa yng Ia lakukan kepada produsernya.


"Iya ngga papa, Saya paham.. Tapi kuat juga pukulan kamu Tania" Ucap Pak Andre sambil memegang kepalanya yang terkena pukulan Tania tersebut.


"Saya cuma mau pastikan kamu sampai dengan selamat. karena ini sudah larut malam." Lanjut Pak Andre.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju kearah rumah Tania tanpa berkata satu kapan pun. Mungkin karena pertemuan pertama mereka dimulai dengan insiden yang tidak mengenakan, membuat Tania merasa canggung untuk memulai pembicaraan dengan Pak Andre. Begitu pun Pak Produser yang masih bingung mau bicara apa dengan Tania.


"Sudah sampai pak ini rumah saya. terimakasih sudah mengantar saya... Maafkan insiden tadi ya pak saya tidak bermaksud lancang terhadap Bapak" Ucap Tania sambil membungkukan badannya.


"Iya it's oke. Lupain aja insiden tadi. Saya tau itu tidak sengaja." Jawab Pak Produser dengan senyum tipis dibibirnya.


"Ya sudah kamu masuk gih " Sambung Pak Produser.


"Iya pak, Permisi" Jawab Tania sambil membuka pintu garasi dan masuk kedalam rumahnya.


Pak Andre pun langsung pulang kerumahnya segera setelah mengantar pulang Tania.


Didalam Tania langsung membersihkan badannya dan langsung istirahat diatas kasur favoritnya.


Ia tidak menyangka dengan apa yang Ia hadapi hari ini. banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak mengenakan hari ini yang Ia rasakan.


Tania pun langsung menarik selimut dan mematikan lampunya dan langsung tertidur nyenyak berharap kejadian seperti itu tidak terjadi lagi dihari berikutnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2