
Tania pun mengikuti pelatihan dengan semangat dari hari kehari, Sampai tiba waktunya penilaiannya yang akan diadaakan agensi pada besok pagi. Seluruh peserta sangat berambisi mendapatkan nilai tertinggi didalam penilaian tersebut. Dan ada juga beberapa yang gugup karena ini adalah pertama kalinya diadakan penilaian setelah mereka masuk dan menjadi anggota dari agensi tersebut.
Hari sudah mulai petang, dan beberapa peserta latihan sudah meninggalkan ruangan nya. Tetapi seperti nya Tania belum siap-siap untuk pulang, Ia masih berlatih didepan kaca yang besar itu. Tania sangat menyadari kelemahannya dibagian dance dan ini membuat Tania berusaha lebih giat lagi untuk berlatih.
"Tan, lo ga mau pulang,,? Yang lainnya udah pada pulang loh..." Seru Putri salah satu peserta training.
"Sebentar lagi yah,, gue masih belum hafal gerakan terakhirnya, gue mau latihan dulu." Ucap Tania sambil meregangkan otot-otot dikaki dan tangannya.
__ADS_1
"Ohh ya udah gue cabut dulu.. Byeeee " Kata Putri sembari mengambil tas didalam lokernya.
"Okehh hati-hati yah.. Byeeee" Ucap Tania sembari melakukan pemanasan badan.
Tania pun mulai menyalakan music dan memulai gerakan dancenya. Ia berlatih dan mengulangi bagian-bagian yang menurutnya sulit berkali-kali, tak sengaja Pak Produser lewat depan ruang latihan dan melihat Tania sedang berlatih sendirian di dalam ruangan tersebut. Ia pun segera menghampirinya.
"Belom pulang kamu Tan?" Seru Pak Produser sembari berjalan mendekati Tania.
"Astagaaa, Kaget Saya,,, Selamat malam Pak . Iyah saya masih harus berlatih ada beberapa bagian dance yang belum lancar gerakannya." Ucap Tania dengan ekspresi kaget karena kemunculan Pak Andre yang tiba-tiba dari belakang.
"Ulangi sekali lagi lalu kita pulang, Saya tunggu diluar" Ucap Pak Andre sambil berjalan keluar tanpa mendengarkan ucapan Tania terlbih dahulu.
"Hahh apa Pak..? " Ucap Tania sembari bertanya tapi Pak Andre hiraukan. Pak Andre pergi begitu saja tanpa menjawab ucapan Tania.
Setelah berlatih satu kali dancenya, Ia pun segera berkemas dan bersiap untuk pulang kerumahnya. Dan ia juga tidak berharap bahwa Pak Produser menunggunya dibawah. Ia pun segera turun dan meninggalkan gedung agensi lalu berjalan menuju halte busway. Selagi dalam perjalan ada suara klakson mobil dari arah belakang, Ia pun segera berpaling badan. Ternyata Itu adalah Pak Andre, Produsernya.
__ADS_1
"Astagaaa Dia ternyata belum pulang,,, haduh gimana nih gue harus ngomong apa." Ucap Tania dengan ekspresi gugup diwajahnya.
"Kan udah saya bilang saya tunggu dimobil kenapa ngga samperin saya. " Ucap Pak Andre dengan sedikit kesal.
"Iya pak saya minta maaf, saya kira Pak Andre sudah pulang." Ucap Tania sambil membungkukan badannya sembari meminta maaf.
"MASUKKKK" Ucap Pak Andre tanpa basa-basi.
"Hahhh,, ngga usah Pak saya pake busway saja. " Ucap Tania menolak ajakan Pak Andre.
"Saya ngga suka ditolak, Ayo masuk," Ucap Pak Andre dengan ketusnya.
"Iya Pak." Jawab Tania dengan terpaksa menerima ajakan Pak Andre.
Tania pun segera masuk kedalam mobil Pak andre dan segera memasangkan sabuk pengamannya. Karena geroginya, Ia tidak bisa memasangkan sabuknya dengan baik. Dan tanpa disadari Pak Andre melihatnya dan segera membantu Tania memasangkannya. Wajah mereka berdua pun sangat begitu dekat.
__ADS_1
Tania pun semakin gerogi dan berkeringat dingin . Begitu pula Pak Andre jantungnya berdegup kencang seperti mau meledak.