
"Terimakasih Pak" Ucap Tania terbata-bata karena tidak sanggup menyembunyikan geroginya.
"Kita jalan sekarang" Seru Pak Andre sembari memutarkan setir mobilnya.
Mereka pun pulang bersama dalam satu mobil. Keheningan pun sangat terasa didalam mobil itu, tidak ada suara sama sekali. Mereka pun sama sekali tidak perbincang-bincang. Tania sibuk melihat-lihat pemandangan luar melalui kaca jendela mobil dan berusaha menghilangkan rasa gugupnya .
Demikian pun Pak Andre, Ia pun sekali-sekali melihat-lihat kearah kaca jendela. Karena kesunyian didalam mobil, Pak Andre langsung menyalakan radio dan keheningan didalam mobil sedikit berkurang, Walapun mereka tetap saja tidak ada yang memulai membuka pembicaraan.
"Aduhhh kok Pak Andre diam aja sih, Ngajak ngobrol kek, bikin tambah gerogi aja." Ucap Tania sembari melihat-lihat pemandangan lewat kaca mobil.
"Kalau gini mending gue naik busway aja tadi, mau nafas aja berasa sesak banget." Lanjutnya bergumam dalam hati.
"Duhh lama banget sih ngga sampe-sampe" Tak hentinya Tania menggerutu dalam hatinya.
Setelah melewati kesunyian nya didalam mobil selama 1 jam akhirnya Tania pun sampai didepan rumahnya. Ia pun segera melepas sabuk pengamannya. dan berpamitan dengan Pak Andre.
"Akhirnya sampai juga." Ucap Tania dengan perasaan lega didadanya dan segera melepas sabuk pengamannya.
__ADS_1
"Terimakasih Pak, sudah mau antar saya.." Ucap Tania sembari memberi salam kepada Pak Andre.
"Oke. sama-sama.. langsung istirahat buat persiapan besok yah. " Ucap pak Andre
"Siap Pak, Saya masuk kedalam dulu. Permisi" Kata Tania sembari berdiri disamping mobil Pak Andre.
"Oke, Saya pergi dulu. " Jawab Pak Andre sembari menginjak gas mobilnya perlahan.
Pak Andre pun akhirnya pergi, seketika Tania menghembuskan nafas panjangnya dan merasa sangat lega karena menurutnya , bersama dengan Pak Andre 1 jam berasa berjam-jam dan Ia pun segera masuk kedalam rumah dan segera membersihkan badannya.
Dan tak lama kemudian Tania pun keluar dari kamar mandinya dan langsung menuju dapur untuk membuat roti. Karena besok ada penilaian Ia pun menjaga berat badannya agar esok badannya ringan saat melakukan dance. Tak lupa teh tawar hangat menemani dalam kesendiriannya.
"Astagaaa apasih Tania, ngapain loh mikirin Pak Andre." Ucap Tania sembari memukul pelan kepalanya.
"Lo harus fokus sama karir lo, Oke.. you have to became superstar." Sautnya sembari memakan roti yang ada ditangannya.
Setelah selesai mengisi perutnya, Ia pun segera naik dan segera memasuki kamarnya. selagi ia mau bersiap untuk tidur, hpnya berdering...
__ADS_1
Dan ternyata itu panggilan dari mamahnya. Iya pun segera mengangkatnya.
"Haii Mamah.. I miss you" Ucap Tania dengan suara manjanya.
"I miss you sayang, baru sehari ditinggal aja udah gitu suaranya. hehehe." Ucap sang mamah sembari menghibur sang buat hati.
"Gimana hari ini lancar? " Tanya sang mamah.
"Lancar dong Mah, Besok Tania ada penilaian, Doain yah mah biar Tania bisa dapat nilai yang paling tinggi. karena kata coach Rendi akan ada something untuk yang dapat nilai tertinggi." Ucapnya sembari berbaring ditempat tidurnya.
"Pastinya dong, ya udah kamu istirahat gih, disana pasti sudah malam." Ucap sang mamah dalam perbincangannya di telfon.
" Oke Mah, Aku tidur dulu yah.. Love you,, Mmmmuach" Ucap Tania.
"Love you too sayang Mmmuach,, sehat-sehat yah disana." Ucap sang mamah.
"Oke mamah. Byeeee" Ucap Tania dan langsung mematikan ponselnya.
__ADS_1
Ia pun mematikan lampu nya dan segera bersiap-siap untuk tidur.