Aku Adalah Simpanan Produserku

Aku Adalah Simpanan Produserku
AWAL TRAINING


__ADS_3

Keesokan hari nya, Pagi- pagi sekali Tania terlihat sudah rapi dengan pakaian casual dan celana jinsnya. Ia terlihat sangat semangat sekali untuk memulai hari barunya.


Tak dipungkiri, ini adalah awal langkah Ia untuk berproses menjadi penyanyi terkenal, yang dimana sudah Ia cita- cita kan dari kecil.


Ia pun langsung turun menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan kedua orang tuanya. Raut muka mereka diselimuti dengan ekspresi yang ceria. senyum sumringah tidak terlepas dari wajah mereka.


Mereka pun menikmati sarapan bersama sembari dengan sedikit candaan didalamnya.


"Mah, Pah Tania berangkat dulu yah.. Love you" Ucap Tania sembari mencium tangan kedua orang tuanya.


"Iya sayang hati-hati dijalan." Kata Mamah sambil mecium kening Tania.


"Iya Nak. hati-hati dijalan. Fokus latihannya agar kamu bisa cepat debut jadi artis papan atas." Seru sang Ayah.


"Siap Komandan" Seru Tania sambil melakukan Hormat didepan Kedua orang tuanya.


"Oke Mamah Papah Tania jalan dulu, Byeeee" Lanjut Tania sambil menuju keluar.


Tania pun melangkahkan kakinya menuju halte busway. Kali ini entah kenapa, busway yang ditunggunya cukup lumayan lama. Ia sedikit cemas karena takut telat masuk karena ini adalah hari pertama dia ikut training.

__ADS_1


"Tumben banget jam segini belum dateng Busway nya." Gumam Tania dalam hatinya sembari melihat-lihat jam ditangan nya.


Tak berapa lama busway yang ditunggunya pun datang. Ia bersiap-siap untuk masuk kedalam busway tersebut.


Tak disangka Ia melihat pak produser duduk diantara penumpang lainnya. Ia pun terlihat pura-pura tidak melihatnya. Karena situasi busway yang ramai Ia tidak mendapatkan kursi, akhirnya Ia pun berdiri sambil berpegangan ke alat yang sudah disediakan.


"Apa- apaan Dia, ngga ngelihat apa ada perempuan berdiri, harusnya kan dia merelakan kursinya untuk seorang perempuan." Gumam Tania dalam hati.


Sejujurnya Tania terlihat tidak menyukai dengan karakter pak produser tersebut. Sifat dingin dan tegasnya membikin semua orang termasuk Tania tidak bisa berkutik jika bertemu dengannya.


Tak berapa lama busway pun sampai ketempat tujuan Tania. Ia pun perlahan keluar dari busway dan berpura- pura tidak melihat sang produser itu. Tania berjalan sangat cepat agar Ia bisa masuk lebih dulu dari pak produser tersebut.


Akhirnya Tania pun sampai dan memulai pelajaran Training nya, yang tak berapa lama disusul oleh pak produser masuk kedalam ruang kelas vokal. Disana banyak sekali murid yang mengikuti Training dan banyak sekali talenta-talenta yang luar biasa yang Ia jumpai.


Pelajaran vokal pun terus berlanjut sampai waktu istirahat tiba Coach Rendi menghentikan kegiatannya dan menyuruh para murid untuk makan siang terlebih dahulu.  setelah makan siang mereka pun akan melanjuti kegiatan nya.


"Ayo Tania kita makan bareng" Ajak Dela salah satu peserta training juga.


"Kamu duluan aja Del, aku mau ketoilet sebentar." Jawab Tania sambil tersenyum

__ADS_1


"oh ya udah nanti kamu nyusul aja yah." Ucap Dela dan berjalan menuju ke arah kantin


"oke siap" Seru Tania.


Tania pun berjalan keluar menuju toilet yang lumayan jauh dari ruangan latiahannya. Disana Ia pun menjumpai pak produser yang berjalan menuju kearahnya.


Ia pun langsung membungkukan badannya untuk menghormati pak produser tersebut. sambil menyapanya secara formal.


"selamat siang pak" Ucap Tania dengan sopan dan lembut.


Tapi tak disangka sang produser berlalu begitu saja. tanpa mengatakan sepatah katapun. Tania pun tidak heran karena Ia tahu karakter sang produser yang sangat lah dingin kepada setiap orang termasuk kepada semua para training. Ia pun melanjutkan langkahnya ke toilet dan membersihkan mukanya agar terlihat segar kembali. Tak lupa Ia pakai lip tint agar terlihat lebih fresh.


Setelah selesai Ia pun langsung menuju kantin perusahaan dan bertemu dengan para trainer lainnya. Mereka pun makan bersama sembari bergurai.


Jam makan siang pun telah usai mereka kembali ke ruang latihan vokal. Tak disangka didalam sana sudah ada Coach Rendi dan Pak Produser. Mereka pun langsung bergegas lari dan duduk di kursinya masing-masing.


Kehadiran Pak Produser disana mengatakan bahwa ada pembagian kelas khusus dimana masing-masing


Terdiri dari kelas Dancing ,Vocal dan Acting.

__ADS_1


 


 


__ADS_2