Aku Adalah Simpanan Produserku

Aku Adalah Simpanan Produserku
I MISS YOU TANIA


__ADS_3

Keeseokan harinya Tania pun terbangun dengan sedikit pusing dikepala, Ia pun lalu segera meminum air putuh untuk mengurangi pusing dikepalanya.


Karena jadwal terakhir manggungnya pada malam hari Tania pun kembali berbaring diatas kamar tidurnya untuk menstabilkan kondisinya badannya.


Tak beberapa lama terdengar langkah suara kaki seseorang yang semakin mendekat kearah Tania. Tania pun lalu terbangun dan menoleh ke arah pintu kamarnya, Benar... tak berapa lama pintu itu terbuka dan ternyata dia adalah sang managernya. Beliau sengaja datang untuk melihat kondisi Tania.


"Gimana, udah mendingan belum ? " Tanya sang manager kepada Tania .


"Gilaaa lo minum abis berapa gelas tadi malam sampai mabuk gini, ga biasanya lo mabuk gini Tan" Sambung ucapan sang manager kepada Tania yang merasa aneh dengan sikapnya tadi malam.


"Gue juga ngga tau, kenapa bisa mabuk gini. hehehe... Ohh ya thanks yah udah anterin gue tadi malam" Ucap Tania sembari mengambil air minum diatas meja.


"Lo ngga inget apa? kemarin malam kan yang anterin lo pak andre." Ucap sang manager.


"Apaaaaaa??? " Terkejut Tania sampai menyembur minumannya kearah sang manager.


"Lo bilang apa? Pak Andre, serius? ko lo mau sih ijinin gue dianter pak andre. kan guelagi mabok, aduh mau taro dimana muka gue nanti."Lanjutnya dengan perasaan terkejut.


"Ya nggak usah nyembur juga kali" Ucap sang manager dengan nada kesel.


"Ya gimana, gue udah nolak tapi pak andre malah ngotot pengin anterin Lo pulang, katanya tempat penginapannya ngga jauh dengan tempat dengan penginapan Lo, ya udah lagian dia kan boss besar gue, masa iya gue mau lawan sih Tan, Lo gila yah." sambung sang manager.


"Terus nasib gue gimana ini? gue malu banget sumpah, udah gitu ini masih ada sekali tampilan lg, berharap pak andre ngga dateng." Ujar Tania dengan berdoa berharap dikabulkan oleh sang maha kuasa.


"Ya udah yuk makan, gue udah pesen makanan nih.. " Kata sang manager.


"Ya udah gue mandi sebentar, nanti gue nyusul" Jawab Tania sambil berjalan kearah kamar mandi.


"Okeehhh, gue tunggu dibalkon yah.." Teriak sang manager dan segera menuju kebalkon.


Tania pun segera membersihkan badannya, dan tidak lupa berkeramas, karena bau alkoholnya masih terasa menyengat sekali. Tania pun masih bingung bagaimana caranya menghadapi pak andre setelah insiden semalam.

__ADS_1


"Kenapa setiap bertemu dengannya, gue selalu melakukan hal yang aneh-aneh sih?" Ucapnya sembari air mengalir diatas kepalanya.


"Gue harus gimana kalau ketemu dengannya lagi, aduhhh Tania lo tuh **** banget sih.." Ungkapnya sembari memukul kepalanya dengan tangannya.


Tenang Tania cuma sekali tampil doang kok, habis itu lo cepet-cepet balik deh istirahat.. okeee" Seru Tania sambil menenangkan hatinya.


Tak lama kemudia Tania pun keluar dan segera menuju kebalkon dengan rambut masih tertutup handuk.


tak disangka disana ternyata sudah ada Pak andre yang sedang asik berbincang dengan managernya. Tania pun seketika terkejut entah apa yang harus Ia lakukan, tetap menuju kearah balkon atau berbalik arah.. Tania pun berhenti sejenak.


Tak lama kemudian sang manager melihat kearah Tania dan segera memanggilnya agar segera bergabung dengan mereka. Tania tidak bisa berkutik apa-apa.. dia hanya memasang senyuman kecil yang dipaksa agar megurangi kecanggungannya terhadap pak andre.


"Hei Tan.. Ayo buruan kita dari tadi nungguin lo tau ngga sih."Ucap sang manger kepada Tania. Dan tania pun segera menuju kearah mereka dengan perasaan malu yang amat sangat besar karena insiden maboknya kemarin.


"Selamat siang Pak, " Ucap Tania sambil membungkukan badannya tanda rasa hormat kepada atasannya.


"Selamat siang, Ayook kita mulai makan. " Ucap Pak andre.


"Maaf Tania, gue ada masalah... bokap gue mau operasi besok pagi dan nyokap gue ngga ada temennya buat nunggu pada saat operasi. gue ijin pulang boleh ngga?" Ucap Sang manager dnegan perasaan nggak enak hati.


"Yahhh, gue sendirian dong disini mana ada satu kali tampil lagi nanti malam. duhhh gimana yah??" Jawab Tania dengan perasaan bingung.


"Udah kamu pulang aja temenin ibu kamu, biar Tania saya yang urus. " Sambung Pak Andre, dan membikin syok Tania.


"Beneran Pak tidak apa-apa? maaf pak saya merepotkan bapak lagi, terimakasih Pak.." Ungkap sang manager dengan perasaan terharu.


"Iya ngga papa. nanti semua saya yang urus. kamu siap-siap pulang saja sekarang." Ujar pak andre kepada sang manager.


"Sekali terimakasih Pak, Saya pamit pulang yah Pak," Ucap sang manager.


"Tania lo juga semangat tampilnya dan nikmatin liburannya yah. maaf ga bisa nemenin liburan pertama lo" Ucap sang manager sambil memeluk Tania.

__ADS_1


"Iya ngga papa,hati-hati dijalan.. lo juga yang semangat yah jangan sedih didepan ibu lo"  Ucap Tania sambil menepuk bahu sang manager.


Sang manager pun akhirnya pergi dari rumah tersebut, dan hanya menyisakan Pak andre dan Tania disalam rumah tersebut. Mereka pun melanjutkan makan siangnya, dengan perasaan gerogi Tania pun berusaha tampil seperti tidak ada masalah. Tapi sepertinya Tania tidak bisa menutupi perasaan itu didepan pak andre.


"Kamu kenapa Tania? Kok sepertinya kaku banget ketemu sama saya. kamu ngga kangen sama saya? Ucap Pak andre dengan menanyakan kalimat yang membikin Tania kaget.


"hah.. nggak papa kok pak, oh ya...  maaf yah pak saya sudah merepotkan bapak tadi malam. " Ucap Tania sambil melanjutkan makannya tanpa melihat kearahnya.


"Kok kamu ngga jawab pertanyaan saya?" Kata Pak Andre sembari menatap wajah Tania.


"Pertanyaan yang mana yah Pak? " Jawab Tania dengan sedikit suara yang terbata-bata.


"Saya bilang, kamu ngga kangen sama saya ?" Seru Pak andre, sontak Tania pun terkejut dengan perkataan yang pak andre katakan tadi.


"emmm... kenapa tiba-tiba bapak bicara seperti itu? Jawab Tania dengan nada terkejut.


"Karena saya merindukanmu. apakah kamu juga merindukan aku? Ujar pak andre.


"Pak, sepertinya saya harus cek sound dulu deh, saya mau siap-siap ketempat panggung sekarang. Saya permisi dulu..." Ucap Tania dan segera berbalik menuju pintu keluar. Tapi disaat Tania mau keluar Tangan Tania di tarik dan langsung dipeluk erat tubuh tania oleh pak andre,


"Aku merindukanmu Tania." Ucap singkat sang Produser dan membikin jantung Tania terasa berdegup kencang seklai.


"Maaf Pak, tapi saya harus pergi dulu" Seru Tania ambil berusaha melepas dari pelukan sang Produser.


"Tunggu sebentar, kasih waktu saya 5menit untuk mengobati rasa rinduku padamu" Ucap Pak andre sambil memeluk Tania dengan lebih eratnya.


Tania pun tidak bisa berkata apa-apa. tubuhnya kaku didekapan sang produser, perasaan tidak karuan tercampur didalam benaknya. entah ini perasaan salah atau tidak sejujurnya Tania pun sangat merindukan sosok sang produser tersebut. Tania pun menikmati pelukan sang produser. Merekapun saling berpelukan melepas kerinduan yang sudah sangat lama mereka pendam.


 


 

__ADS_1


__ADS_2