Aku Adalah Simpanan Produserku

Aku Adalah Simpanan Produserku
LOVE


__ADS_3

Hari sudah mulai petang, Panggung pun sudah siap. Suara gemuruh penonton pun sudah sangat meriah.  Didalam ruang makeup Tania sedang merias wajahnya dengan dibantu oleh perias wajah.


Disaat Tania sedang merias wajahnya datanglah Pak Andre untuk mengecek persiapan Tania.


"Apa kamu sudah siap Tania?" Tanya Pak Andre kepada Tania.


"Iya Pak sebentar lagi." Jawab Tania sambil merapikan rambutnyanya .


"Okeh, setengah jam lagi kamu harus sudah selesai dan bersiap untuk tampil." Ucap Pak Andre sembari menepuk pundak Tania.


"Siap Pak." Ucap Tania sembari melirik kearah pundaknya.


Tak lama kemudian Tania pun mulai memasuki area panggung dan menyanyikan beberapa lagu hitsnya. Terlihat dari bawah panggung Pak Andre menyaksikan penampilan Tania yang begitu anggun. Beliau tak hentinya menatap wajah cantik Tania sembari dengan meneguk minuman yang Ia bawa.


Penampilan yang luar biasa dari Tania mendapatkan tepuk tangan yang meriah oleh para penonton yang melihatnya, mereka sangat puas atas penampilan yang sudah Tania tampilkan pada malam hari ini, karena ini hari terakhir Tania mengisi acara disini Tania pun menambah kan satu lagu bonus untuk para fans nya. para fans pun sangat excited dan sangat menikmatinya.


1 jam setengah Tania menghibur fansnya, Iya pun lalu mengucapkan pamit kepada fansnya dan mulai meninggalkan panggung.


Didalam ruangannya sudah ada pak andre yang sedang menunggunya, Tania pun perlahan mulai mendekatinya.

__ADS_1


"Hai Pak.. sudah lama menunggu yah." Ucap Tania dengan senyum manis dibibirnya.


"Nggak papa.. kita langsung pulang yuk kita minum bareng di penginapan kamu. aku udah beli minumannya" Kata Pak Andre.


"Okeh Pak kalau begitu. saya pamit dulu sama ownernya" Ucap Tania


"okeh aku tunggu dimobil yah, saya tadi udah ketemu duluan sama ownernya." Seru Pak Andre.


"Baik Pak." Jawab Tania.


Tania pun lalu menemui owner sang pemilik acara untuk berpamitan. Tania pun tidak lupa berterimakasih karena pelayanannya yang sangat baik dan memuaskan. Setelah selesai bertemu dengan sang pemilik acara, Ia pun lalu pergi menuju mobil Pak Andre. Disana Pak Andre sudah menunggunya.


Tak berapa lama , merekapun tiba didepan penginapan Tania dan segera masuk kedalamnya.


Taniapun langsung menuju kedapur dan mebawa 2 gelas untuk wine yang sudh dibawa oleh Pak Andre.


Mereka pun langsung minum bersama dimeja tamu dan saling bertatapan, Perlahan tangan Pak Andre mulai mendekati dan menggapai tangan lembut Tania. Taniapun terlihat tersenyum kecil dibibirnya. Pak Andre pun mulai menuangkan winenya sebanyak mungkin di gelas mereka. Tak sadar Tania pun mulai merasakan pusing dan akhirnya meminta untuk tidak melanjutkannya lagi.


"Maaf Pak sepertinya kepala saya sudah mulai pusing, saya mau istirahat saja." Ucap Tania sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"Ohh okeh, aku anter kekamar yah" Saut Pak Andre.


"Baik Pak, kalau tidak merepotkan bapak." Ucap Tania setengah sadar.


Pak Andrepun langsung memapah Tania menuju ketempat tidurnya. perlahan tubuh Tania Ia baringkan diatas ranjang dengan rambut terurai da menutupi wajah Tania, perlahan Pak Andre merapikan rambutnya dan mulai menyentuh pipi tania, Ia pun tanpa sadar menyentuh bibir Tania dengan Tangannya.


Gairah nya mulai memuncak dan wajahnya mulai mendekati wajah Tania, Pak Andre perlahan mendekat dan ingin mencium bibir Tania. Tapi, tiba-tiba Tania terbangun dengan keadaan sedikit tidak sadar.


"Apa yang sedang Bapak lakukan?" Ucap lirih suara Tania.


"Aku merindukanmu Tania, Aku ingin menghabiskan waktu malam ini denganmu." Kata Pak andre sambil mengelus pipi Tania.


"Jangan Pak, Bapak sudah berkeluarga, saya tidak bisa melakukan ini." Ucapnya Tania dengan perasaan kawatir.


"Tapi aku mencintaimu Tania apa salah kalau aku jatuh cinta padamu? Aku terpesona dengan sejak pertama kali kau datang pada awal audisi." Kata Pak Andre dengan kembali duduk disamping Tania.


"Akupun mencintaimu Pak Andre, Tapi apa yang kita lakukan itu salah." Ucap Tania sembari memegang tangan Pak Andre.


"Tidak ada salah jika kita saling mencintai Tania" Ucap Pak Andre dan langsing mencium bibir Tania.

__ADS_1


Merekapun saling berciuman dengan mesra diatas ranjang dan mulai mendekap erat, Mereka saling melepas rindu satu sama lain. Tania pun mulai berbaring kembali dan diikuti oleh sang produser mereka saling bercumbu mesra disana. Entahlah apa yang mereka lakuin itu benar atau salah yang jelas mereka saling mencintai dan saling merindukan satu sama lain.


__ADS_2