Aku Adalah Simpanan Produserku

Aku Adalah Simpanan Produserku
MAKAN TERAKHIR BERSAMA ORANG TUA SEBELUM MEREKA PERGI KE AMAERIKA


__ADS_3

Tania pun akhirnya sampai keruang tempat pelatihan. Disana mereka pun berlatih Vokal, Dance,  dan Akting.


Para peserta sangat memperhatikan setiap contoh yang diberikan kepada Coach Rendi dan Ka Nathalia.


Dan tak lama kemudian para training mempraktikan didepan Coach Rendi dan Ka Nathalia.


Pas giliran Tania mempraktekannya kebetulan sekali pak produser pun datang. Mereka pun memberi salam dengan membungkukan badannya mereka masing-masing untuk menghormati kedatangan Pak Produser .


"Selamat siang Pak " Seru Anak-anak training termasuk juga Tania.


"Selamat siang, sorry saya datang terlambat. Kalian boleh lanjutkan kembali. Sekarang giliran siapa yang maju kedepan?" Tanya Pak Produser sembari meminta anak-anak untuk kembali duduk untuk melanjutkan penilaiannya.


"Oke sekarang giliran Tania, silahkan naik ke atas panggung Tania" Ucap Ka Nathalia menggunaka mikrofon didepannya.


"Kenapa dia muncul pas giliran gue sih... !!!" Ucap Tania dalam hati sambil menghela nafas panjangnya.


"Oke,, gue harus fokus dilatihan pertama ini. You can do it Tania " Lanjutnya bergumam dalam hati sambil berjalan kearah panggung.


Akhirnya Tania pun mempraktikan setiap materi yang dibawakan Coach Rendi dan Ka Nathalia. Dari vokal , dancing dan akting. Ia melakukan dengan sangat energik dan berusaha menghayati dalam setiap perannya.

__ADS_1


Disisi lain, Pak produser melihat Tania dengan tatapan yang sangat serius sambil tersenyum tipis. Entah apa yang  beliau pikirkan. Sepertinya Pak Produser tertarik dengan Tania sejak pertama kali mereka bertemu.


Tapi Pak Produser berusaha menyembunyikan perasaannya dan bersikap profesional dalam urusan pekerjaan.


Akhirnya, penampilan Tania pun selesai tepuk tangan dari ketiga para juri pun Ia dapatkan. Tania pun merasa terharu dan berterimakasih atas tepuk tangan yang ketiga juri itu berikan.


"Woowww.. Good job Tania. kamu ada kemajuan dipenghayatannya. " Puji Coach Rendi


"Terimakasih Coach" Seru Tania sambil membungkukan badanya.


"Pertahankan kinerja kamu Tania. Kinerja yang bagus" Ucap ka Nathalia sambil tersenyum


"Terimakasih Ka Nathalia" Seru Tania melakukan hal yang sama seperti apa yang ia lakukan kepada Coach Rendi.


" Siap Pak , Saya akan belajar lebih baik lagi. Terimakasih masukannya. " Sambut Tania dengan lapang dada sambil membungkukan badannya.


Akhirnya, Pelatihan pertama telah mereka lewatin.. Tak disangka hari sudah malam. Dan mereka pun bersiap-siap untuk pulang.


Demikian pun Tania. Ia mulai merapikan tasnya di loker yang telah disediakan, dan segera dari kantor tersebut.

__ADS_1


Ia pun mulai berjalan menuju halte busway seperti biasannya. dan tak lama kemudian busway datang dengan tepat waktu, dan Tania pun segera duduk dikursi penumpang. Karena sudah malam hanya ada beberapa penumpang saja. Ia pun langsung duduk sambil merileks kan seluruh badaanya yang kaku karena kegiatannya hari ini.


Tak lama kemudian, Busway pun berhenti ditempat tujuan Tania. Ia pun langsung keluar dan segera berjalan ke arah rumahnya.


Sesampainya dirumah. Ayah dan Mamah sudah menunggunya di meja makan.


Ia pun terkejut karena sudah malam sekali Ia pulang.


"Kalian belum pada tidur? besok kan Ayah sama Mamah berangkat pagi-pagi" Seru Tania sambil mencium tangan mereka masing-masing.


"Kami sengaja menunggu mu Nak" Ucap sang Ayah.


"Ia , ini kan makan malam terakhir kita sebelum berangkat besok. " Sambung Mamah.


"Hmmmm.. Tania pasti sangat kesepian nanti" Ucap Tania sambil menundukan kepalanya.


"Sudahlah , Kamu udah besar harus terbiasa mandiri. Okeh.. Ayo cuci tangan kamu,  lalu kita makan terlebih dahulu sebelum istirahat. " Seru sang mamah sembari menyiapkan makanan diatas meja.


"Okeh " Ucap Tania sembari berjalan ke dapur untuk mencuci tangannya.

__ADS_1


Merekapun lalu makan bersama-sama sembari berbincang ringan. Tania sangat menikmati moment tersebut karena moment ini bakal Ia rindukan untuk waktu yang sangat lama. Setelah makan malam pun mereka masih melanjutkan obrolan malamnya. Sampai tak terasa waktu menunjukan sudah jam 1 pagi.


mereka pun segera membereskan piring-piring bekas makan malam nya tadi dan segera mencucinya. setelah selesai mereka pun masuk kekamarnya masing-masing untuk bersegera istirahat.


__ADS_2