
"Taniaaaaa,, bangun nak, kamu ngga berangkat?" Ucap Mamah sambil mengetok pintu kamar Tania.
"Hmmmm.. Iya Mah ini Tania sudah bangun. " Jawab Tania sambil meregangkan badannya.
"Okeh mamah tunggu dibawah ya sayang." Seru sang mamah dari luar kamar Tania.
"Okeee... " Saut Tania yang masih memeluk guling kesayangannya.
Tania pun langsung bangun dari tempat tidurnya untuk bersiap-siap .
Tak berapa lama Tania pun turun dan menghampiri kedua orangtuanya sembari mencium kening mereka masing-masing.
"Morning Ayah, Morning Mamah" Ucap Tania sambil mencium kening mereka.
"Akhir-akhir kamu sangat sibuk yah nak" Tanya Ayah sambil menggigit roti didepanya.
"Hehehe iya Yah, Maaf yah jarang ikut malam bareng kalian." Seru Tania sambil melapisi roti dengan selai favoritnya.
"Tania sebenernya ada yang mau Ayah katakan sama kamu." Ucap ayah sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.
"Oh ya? ada apa yah?" Tanya Tania penasaran.
"Ayah ada urusan kerja di Amerika, dan sepertinya cukup lama disana." Ungkap sang ayah.
__ADS_1
"Whattt,, Serius? terus mamah juga mau ikut sama ayah gitu? " Tanya Tania sambil menghentikan makanan didepannya.
"Iya nak, Ayah kan sudah tua, kalau mamah ngga ikut siapa yang mau ngurusin ayah, kalau ayah kenapa-kenapa disana?" Sambung Sang Mamah.
"Hmmmm... ya ngga papa sih mah, Tania disini sendirian ngga masalah. " Jawab Tania sambil tersenyum tipis.
"Emangnya mau berapa lama disana Yah, ?" Tanya Tania sambil melanjutkan sisa potongan rotinya.
" Ya kurang lebih mungkin 1 tahunan disana Tan, Kamu kalau lagi libur panjang bisa berkunjung kesana temuin kita" Jawab Ayah.
"Ohh okeh Yah.. Kapan berangkat ?" Tanya Tania.
"Besok pagi Nak, setelah dokumen-dokumen ayah udah lengkap besok ayah sudah cabut." Seru Ayah.
"Kamu kan sudah besar, kamu belajar mandiri dong selagi Mamah dan Ayah pergi." Sambung Mamah memeluk Tania.
"Iya deh okeh.." Seru Tania
"Ya sudah Tania berangkat dulu yah Mah, Yah.. Assalamualikum" Ucap Tania sambil mencium kedua orang tuanya.
"Okeh.. hati-hati dijalan Nak.. Love you" Ucap Mamah sambil mencium kening Tania.
"Love you, Byeee" Ucap Tania sambil berjalan menuju pintu keluar.
__ADS_1
Ia pun berjalan menuju halte biasanya. Tapi ditengah jalan Ia melihat seseorang menghentikan mobilnya. Ia pun langsung menghentikan langkah kakinya dan langsung melihat siapa yang ada didalam mobil tersebut.
Tak lama kaca jendela mobil itu terbuka. Terlihat seseorang menggunakan jas hitam dan kaca mata memperlihatkan seperti orang penting.
Dan ternyata Dia adalah pak produser. Tania pun langsung membungkukan badannya seraya mengucapkan salam.
"Kenapa pagi-pagi sekali kamu lemas seperti itu Tan? " Tanya pak produser sembari melepaskan kaca matanya dari matanya yang indah itu.
"Ohh Pak Andre, Selamat pagi Pak." Kata Tania sambil membungkukan setengah kepalanya.
"Ngga papa Pak cuma hari ini saya dapat kabar yang tidak enak didengar jadi saya sedikit lemas." Ungkap Tania.
"Oh ya sudah saya jalan dulu, jangan sampai telat kamu masuk kelas pelatihannya." Seru pak produser sambil menutup kaca jendela mobilnya.
"Iya Pak" Ucap Tania.
Pak Produser pun menginjak gas mobilnya dan perlahan mobil itu melaju dengan kecepatan normal.
Dan Tania pun langsung menuju halte untuk menaiki busway seperti biasanya.
Tak lama busway pun datang. Tania pun langsung masuk dan duduk dikursi yang kosng itu.
"Pak Andre itu orang seperti apa sih? Kadang baik, kadang dingin, kadang juga rese. " Gumam Tania dalam hati.
__ADS_1
"Ahhh bodo amatlah. semoga gue ngga ketemu dia lagi, bikin mood gue tambah jelek aja hari ini." Ucap Tania dalam hati.