
mereka masih saling menatap satu sama lain.Dan akhirnya Shasya tersadar dari lamunanya.
" Niat bantuin apa gak." tanya shasya judes.
" ehh iyaiya." jawabnya tersadar dari lamunannya
" hishh aduh." shasya meringis sakit.
" Sakit ya ?
" iya lah pakek nanya."
" si gue bantuin jalan kita duduk di situ aja." ucapnya sambil menunjuk kursi taman ti ujung sana, menaruh tangan shasya di pundaknya dan memapahnya berjalan
" iya." jawab shasya singkat yang sebenarnya ia tersipu malu,tetapi ia tetap berusaha menutupinya dengan sifat judesnya itu.
" duduk pelan." perintahnya sambil membantu Shasya dan menaruk kaki shasya di pangkuannya.
" eehh lo, lo, mau ngapain." tanya shasya gugup.
" udah diem nurut aja." jawab rio.
"mengangguk.
Rio mengurut kaki shasya dengan pelan
" aaaaaa aduhh sakitt pelan²." perintah shasya.
"diem udh pelan² ini kok dan tiba² klekkk."
"aaaaaaaaaaa aduhhhhhh sakittttttt." teriak Shasya dan spontan ia berdiri.
" ehhhh lo tu mau ngobatin guee apa mau patahin kaki guee." ucap shasya berbalik badan melipat tangannya di dada dengan muka cemberut.
" hahahahahaha ya niat nolongin lah gimana dah gak sakit kakinya lagian bukan cuma sekali ini aja gue nolongin lo." tertawa terkikik melihat tinggkah shasya yang tak sadar pada hal ia sudah berdiri dan tidak merasa sakit
" gimana udah bisa berdiri kan." Singgung Rio
" ohh iya kaki gue gak berasa sakit lagi gumamnya pelan.
" iya tapi bisa gak pelan² ini main di tarik aja."
ucap shasya malu mencoba membela
dirinya.
"yaelah bilang aja gengsi mau bilang makasih hahahahaha." jawab rio yang masih tertawa geli melihat shasya.
"isshhh apaan sih, bdw maksud lo apa bukan cuma kali ini aja nolongin gue ?
"masa gak inget kn gue yang nolong lo hampir ketabrak mobil,terus lo kan yang di sekolah pingsan di toilet gue juga yang nolongin lu bawa ke ruang UKS ya kan sha.. jawabnya santai.
"jadi dia yang nolongin gue di sekolah Kok lo tau nama gue sih gue ke kunci di toilet?." batin shasya.
" ya tau lah."
" dari siapa,??
" gak dari siapa² hahaha." jawabnya tertawa kecil.
__ADS_1
" idihhh apaan sihh, emannya lo siapa?!." tanya shasya judes.
" dihh judes amat, gue rio kakak kelas lo."
"apaaa jadi dia rio aduh malu bangett guee mana gue yang sering stalker akun ig sering komen juga, ya ampun gue malu banget beda banget duh shasya masa lo gak ngenalin dia sihh." gumamnya dalam hati.
" hello kenapa lo diem?."
" nggak gak papa kok." jawabnya gugup.
"emmm gggue pulang duluan ya dah sore, makasih udah ngurutin gue tadi hehe." ucapnya melarikan diri karena malu sambil tertawa aneh.
" buru² amat' ehh tunggu." jawab rio.
" aneh tu cewek tadi judes,sekarang main pergi2 aja." gumanya sendiri.
Shasya pun berlalu pergi meninggalkan rio, di sepanjang jalan ia selalu mengingatnya dan tak menyangka bahwa lelaki itu si rio idolanya. Tak lama kemudian dia sampai di rumah.
" assalamualaikum shasya pulang."
" waalaikumsalam dari mana sha." jawab neneknya.
" emmm sha kamu bisa bantu nenek beli sayuran di pasar?." pinta neneknya.
"bisa nek, tapi shasya mandi dulu ya."
" iya udah." tersenyum.
****
" udah selesai nek."
" iya nek shasya pergi dulu ya asalamualaikum." pamitnya.
" waalaikumsalam."
Shasya pun berangkat dengan menggunakan sepedanya, ia mengayuh dengan santai. sesampai di pasar ia membeli semua kebutuhan dapur, dari sayuran hingga rempah². Setelah selesai ia pun berlalu pulang, tetapi tak di sangka ia bertemu kembali dengan rio dan hampir saja tertabrak sepedanya.
" aaaa minggir, minggirrrr,,,......!!!!." teriak shasya dan untung nya ia tepat mengerem sepedanya dan tidak menabrak rio tetapi ia juga hampir jatuh dan dengan sigap rio memegang sepeda tersebut agar tidak jatuh.
" ihhhh ngapain sih ketemu lo terus ngikutin gue lo, untung gak ketabrak." ucapnya kesal.
" yeee biasa aja kali siapa yang ngikutin, orang gue lagi jalan² sore aja." jawab rio.
" dah sana minggir gue mau lewat." ucapnya judes.
" judes amat, jangan judes gitu cepet tua ntar." ledek rio.
" minggirrr." jawab shasya singkat dengan tatapan tajam.
" galak banget ni cewek." gumamnya dalam hati.
"tak menjawab langsung berlalu pergi.
"bikin penasaran tu cewek." gumamnya sambil tersenyum.
" bdw rumahnya di mana??." gumanya penasaran.
Dengan diam diam rio mengikuti shasya sampai ke rumahnya.
__ADS_1
" menoleh. kayak ada yang ngikutin gue?!?."
"rio besembunyi di balik pohon."
" gak ada siapa² perasaan gue aja kali ya." gumam shasya dan tak terlalu memperdulikan melajutnkan perjalanan.
Rio kembali mengikuti Shasya dengan hati²
"assalamualaikum nekk shasya pulang." mengucapkan salam.
" waalaikumsalam ya udah yuk masuk, bantuin nenek masak." jawab neneknya.
" wokee asyiaap nek hehehe." sahutnya tertawa kecil.
" jadi tinggal di sana." gumam rio sambil tersenyum.
Rio pun pergi dari sana setelah tau diana rumah shasya, di sepanjang jalan ia memikirkan shasya terus dan sepertinya ia tertarik dengan shasya. Malam pun datang di rumahnya shasya tengah membantu menyiapkan makan malam di meja. Selesai menyiapkan merekan pun makan bersama,dan seperti biasa selesai makan ia membereskan semua lalu ke kamar untuk belajar sebentar dan menyiapkan buku untuk esok hari. Di tengah² ia belajar selalu mengingat wajah rio hingga tak fokus untuk belajar, ia melamun dan tersenyum senyum sendiri. shasya pun tersadar dari lamunannya dan kembali menyiapkan buku lalu berbaring di kasur.
" gue kenapa sih ke inget sama rio terus."
" tapi bdw dia tuh lucu juga." gumamnya tersenyum².
" aduhh apaan sih sha, gila lu ya ngomong sendiri dah tidur²." gumamnya kepada diri sendiri.
" mencoba memejamkan mata tetapi tak bisa tidur. duhh kenapa gak bisa tidur sihh
hmm mau bawah aja lah liat kakek sama mungkin masih nonton tv." turun le bawah tetapi melihat semua sudah tidur lalu kembali ke kamar.
" huuff udah pada tidur semua, mending main gitar aja kali ya di balkon." *mengambil gitar.
"*jrengg*...
Kehadiranmu
Hadirnya dirimu berikan suasana baru
kau mampu tenangkan aku di saat risau...
dalam hatiku
lembutnya sikapmu meluluhkan hati ini
terbuai aku terlena oleh dirimu...
*************
//KEDIAMAN RIO//
" hufff gak bisa tidur , coba pejemin mata aja dah, masih gak bisaa tidurr." gumam rio lalu turun ke bawah melihat keadaan sepi semua orang telah tidur.
" udah pada molor semua." kembali ke kamar mengambil buku dan pena.
" ngarang lagu aja deh buat album baru band." gumanya sambil mendengarkan lagu dari hp menggunakan handset).
Di sela² mengarang lagu ia selalu teringat dan terbayang wajah shasya. sehingga dalam karangan lagunya tersebut menggambarkan tentang shasya. Dan tak lama kemudian ia merasa mengantuk dan tertidur di meja belajarnya. Beralih dari kediaman rio di rumah shasya juga sudah merasa ngantuk dan pergi menuju kamarnya lalu tertidur.
# hmm semoga tetep seru ya ceritanya readers jangan lupa tinggalin jejak😁
# next cerita....
__ADS_1