
" huaaa." menguap.
" udah jam berapa ya."
" huff jam 6.00, hmm gue siap² sekolah."
"pergi membersihkan diri.
"pagii...
" pagi juga sha." sahut ibunya dan nenek.
"tumben bangun pagi biasanya hampir kesiangan." *l*edek neneknya.
" hehe apa sih jangan ledek shasya dongg." jawab shasya tersenyum malu.
" hahaha sudah sudah yuk sarapan." sahut ibu shasya menengahi.
" iya bu." jawab shasya tersenyum.
" Oh iya nek kakek mana gak ikut sarapan." tanya shasya.
" kakek kamu sudah berangkat kerja dan nenek siapin bekal tadi karena gak sempet kalo mau sarapan."
"ohh iya nek, shasya berangkat dulu ya bu nek assalamualaikum." pamitnya sambil membereskan piring bekas makannya.
Shasya pun berlalu pergi beranjgat sekolah dengan menggunakan sepedanya. Dibelakang ternyata di belakang shasya ada rio yang sengaja menjalankan motornya dengan lamban karena ingin membuntuti shasya. Shasya pun mengayuh sepedanya dengan cepat karena ia merasa ada yang mengikutinya. Rio pun menyadari bahwa shasya telah mengetahui dan ia segera melajukan motor nya dengan cepat dan mendahului shasya supaya tak dicurigai
"ternyata rio." batin shasya.
"sial malah ketahuan lagi gue cari tau tentang dia di sekolah aja kali ya (bantin rio)."
//Sampai di sekolah//
"memparkirkan sepeda. nayundaaa tunggu."
"nayunda menoleh.
" Tungguin bareng ke kelas hehehe." tertawa kecil.
"ya udah yok, ehh bdw kayaknya Clara udah di kelas deh soalnya dia berangkat pagi
katanya." tutur nayunda.
"iya apa tumben itu anak berangkat pagi."
"palingan karena di anterin sama Mama nya hahaha."
"nah itu dia benerkan udah nyampek." tutur
nayunda.
" hayy Clar." serentak sambil menaruh tas.
"hay gais." jawab clara.
" itu tangan lo kenapa kok bengkak?." tanya shasha.
"Ini kemarin gue kecelakaan terus tangan gue terkilir, makanya hari ini gue di anterin sama mama."
" ya ampun Clara kok bisa sih, untung aja cuma terkilir. tanya nayunda.
"iya nda, gara kemarin pas gue mau belok tu ke jalan rumah gue tiba ada motor yang motong jadi gue banting stir biar gak nabrak itu orang, terus malah gue nabrak pohon gede deket jalan rumah." ucap Clara menjelaskan.
" huhh emang gitu kadang di jalan tuh banyak banget pengendara yang asal ya udah deh yang penting lo gak cidera parah." ucap shasha.
"hmm bdw hari kamis besok ada lomba gitaris, mendingan lo ikut sha kan lo jago tu main gitar." tutur Clara.
__ADS_1
" iya apa perasaan gak ada pengumuman apa²." jawab shasya.
" iya lo tau dari mana." tanya nayunda.
"hadeuh kalian tu ya makanya perhatiin tuhh masa gak liat ada poster di tempel di samping pintu depan kelas tuh hari ini pendaftarannya." jawab Clara.
"ahh masaa sii." jawab shasya dan nayunda berlalu mengecek keluar.
" ohh iya ya clar adaa hehehe." ucap nayunda
sedikit berteriak.
" iyaiya lah ada cuma mata kalian aja yang rabun gak liat, lagian gak usah teriak2 kali nda gue gak budek." dengus Clara.
" lah bisa jadi kan lo budek gara kecelakaan hahahaha." ledek nayunda.
" ett dah lo tu ya nda jahat banget, ya jangan di doa'in dong ma sahabat sendiri gitu." ucap Clara kesal.
" ya elah orang bercandaa dasar tukang ngambek." jawab nayunda santai.
" hahahaha udah udah masih pagi beramtem mulu, hmm nanti temenin gue ya daftar." sahut Clara menengahi.
" nayunda dan Clara masuk kelas duluan sedangkan shasya masih di luar.
" itu cowok siapa sih kayak merhatiin gue dari tadi." batin Shasya melihat ke seorang
cowok yang duduk di teras depan kelasnya
"hmm gue kerajain aja kali ya." batin shasya.
" huh ya udah deh gue masuk kelas bentar lagi masuk ni." ucap Clara sengaja agak keras supaya terdengar oleh cowok itu.
" rio mengikuti diam².
"berbalik badan. nahh lo ketahuan siapa lo ngapain, ngikutin gue ."
"gugup kaget langsung menutupi wajahnya dengan buku dan pura membacanya ia tak sadar bahwa bukunya terbalik.
" hmm hukum Newton fisika rumus." gumam rio pura² membaca agar tak ketahuan.
" menatap aneh sambil menahan tawa. ehh udah lah gak usah pura² emang lo bisa baca orang bukunya aja kebalik gitu."
" malu dan tersadar langsung memeriksa bukunya.yaa bisa lah orang gue jago baca mau bukunya kebalik apa kagak tetep bisa gue baca. membela diri.
" aduhh malu maluin deh gue." batin rio.
" lah elo rio ngapain lo ngikutin guee." tanya shasya dengan tatapan tajam
" GR banget siapa yang ngikutin sopanan dikit manggil nya panggil kak gitu, gue kan kakak kelas lo."
" udah salah gak mau ngaku." batin shasya.
" ya bodo amat." jawab shasya judes.
"menghela nafas.dah lah gue mau ke kelas."
" ya ke kelas sana siapa yang ngelarang ngapain pamit ke gue emang gue ibu lo apa jawab shasya judes.
"aduh gue ngomong apaan sihh,huh terserah deh yang penting gue tau kelas dia dimana." batin rio langsung berlalu pergi.
" hahahahahaha aneh tu anak udah ketahuan masih banyak ngeles." tawa shasya lepas tak tahan lagi.
" kelvin datang. ehh sha kenapa letawa gitu kesambet ?, trus itu kenapa rio di sini." tanya kelvin bingung.
"hahaha au ah aneh emang lalu berlalu pergi masuk kelas meninggalkan kelvin." gumam shasya.
"hah aneh bilang gue aneh?." batin kelvin bingung celingak celinguk melihat shasya lalu melihat ke arah rio yang berlalu pergi.
__ADS_1
" huff dah lah bodo amat." menghela nafas dn masuk ke kelas.
" menaruh tas. sha lo ikut lomba gitaris di
sekolah besok?." tanya kelvin.
" iya gue ikut." jawabnya.
" wihh bagus dong pacar gue tu emang harus ikut, udah cantik jago main gitar lagi yang lain dah deh di disk aja pasti pacar gue yang menang hahaha." tutur kelvin.
" isshhh Najis gue pacar lo." jawab shasya judes.
" yaelah judess amat sih ."
*KRINGG*
" udh bunyi bel tuh mending balik ke bangku lo dehh." perintah shasya.
" iyaiyaa. cantik² judess galak bukan main udah kayak singa kelaparan aja." batin kelvin.
" duh panas kuping gue pasti batin gue yang jelek² tu kelvin." batin shasya.
Jam pelajaran pun berlangsung, guru pun mulai pembelajaranya. shasya memperhatikan dengan sungguh sungguh setiap penjelasan dari guru tersebut, sesekali ia juga menjawab pertanyaan² yang guru tersebut sampai kan.
//SKIP//
" udah belum makanya lama banget ayuk temenin gue daftar." gerutu shasya.
" iya iya sabar napa gue lagi makan nihh." jawab Clara.
" duh clar cepetan banyak banget lo makan gak kenyang² udah berapa makok mie lo makan."
" cuman lima mangkok doang." jawab Clara santai.
" clara mana bisaa kenyang sha orang perut karet gitu, makan banyak tapi gak gendut² cacingan lu hahaha." ledek Nayunda.
"issh enak aja ngomong gue cacingan udah selesai ni gue bayar dulu tungguin." dengus Clara.
" iyaaaa." jawab shasya.
" udah kan yuk temenin gue daftar."
" iyaa ayukk jalan." jawab Clara.
Mereka pun menuju tempat pendaftaran. shasya mendaftarkan dirinya dan dia mendapat no urut 16.
" udah sha?." tanya nayunda.
" udah ni."
" no urut berapa lo sha." tanya Clara.
" No urut 16, untung gak no dapet no urut 1 kalo gak jantungan gue belum narik nafas udah di suruh tampil hehehehe." jawab shasya.
" hadeuhh sha sha biasa aja lo." jawab nayunda.
"ya udah yuk ke kelas dah kelar kan yuk." ajak Clara.
" iyaiyaa tumben lu waras ngajak cepet ke kelas hahaha." jawab shasya.
" iyaaa guee baru warass hari ini bully aja terosss."
" hahahaha." tawa nayunda.
//SKIP//
Pelajaran pun telah selesai semua murid keluar dari ruang kelas menuju jalan pulang. Sesampai di rumah ia masih tertawa geli dalam hatinya ngengingat tingkah rio yang aneh di sekolah tapi tak lama kemudian ia merasa bingung mengapa kakek nya sudah pulang jam segini karena biasanya kakeknya pulang sangat sore, dan juga ia melihat wajah kakeknya yang murung.
__ADS_1
#****oke readers gimana ceritanya semoga tetep seru dan menarik ya kalo ada kesalahan dalam ketikannya di maklumin ya jari tangan gue keselip selip kadang pegel ngetik:)
#NEXT Episode😉**