Aku Benci Ayahku Sendiri

Aku Benci Ayahku Sendiri
Pria misterius


__ADS_3

dengan sigap pria itu menankap tubuh shasya


"kamu gak papa kan..?."


"iya gak papa." jawab shasya yang masih dalam pelukan laki² itu.


Tiba² angin berhembus sedikit kencang dan menyibak rambut shasya yang tadinya menutupi wajahnya, seketika itu terlihat wajah manis shasya yang membuat lelaki itu terpesona, juga shasya terpesona ketampanan lelaki itu beberapa menit mereka saling memandang.


" ehh." shasya tersadar langsung berdiri melepas pelukan dari lelaki itu.


" kamu gak papa kan?." tanya lelaki itu sekali lagi.


" iya gak papa kok makasih ya." jawab shasya dengan wajah yang tersipu malu.


"iya sama lain kali hati." jawab pria itu dan langsung pergi berlalu.


"ehh tunggu, yah belum juga kenalan udah pergi, bdw cakep juga tu cowok gayanya cool lagi." gumamnya sambil senyum² sendiri.


" dah lah mending gue pulang ntar kakek nenek sama ibu khawatir gara² aku lama banget perginya."


"hmm udah pulang sha lama banget kemana aja tadi." tanya ibunya.


" emmm gak kemana- mana kok buk hehehe." jawabnya sambil tetawa kecil.


" hmmm tumben kamu keliatan bahagia gitu


kemarin aja cemberut terus." tanya neneknya penasaran.


" iya ni bu,kenapa senyum² terus dari tadi,nemu apa di jalan nemu uang segepok apa ketemu cowok cakep." tanya ibu shasya sambil menggodanya.


" ahh nenek sama ibu bisa aja..


gak ada apa² kok, mmm shasya ke kamar dulu yaa."


" tumben banget shasya ceria seperti itu, dari kemarin baru hari ini terlihat senyum lagi." ucap ibu shasya.


" biarkan saja sarah, lagi pula jika dia tersenyum setidaknya dia akan melupakan kejadian kemarin." ucap nenek shasya.


" iya juga sih bu kasian liat shasya apa lagi kemarin matanya sampai bengkak akibat menangis." jawab ibu shasya.


////////


" kira siapa ya cowok itu cakep juga,gayanya cool lagi." gumamnya sambil berbaring dan tersenyum senyum sendiri.


" huh bosen gue hmmm telpon nayunda aja deh". sambil mengambil HP.


" hallo nda."


" iya hallo sha,tumben lo nelpon gue, biasanya gue yang nelpon."


" hehehe gue bosen di rumah jadi gue nelpon lo buat temen ngobrol."


" hmmm ok sha, bdw di liat dari gaya bicara kayaknya lagi bahagia bangett tu."


" hehehe kok lo tau sih nda..


" ya tau lahh gue sama elo itu udah sahabatan dari kecil udah kayak kakak adek, ya kali gue gak tau." jawab nayunda.

__ADS_1


" hehehe iya juga sih."


"hmmm coba ceritain sama gue." nayunda merasa penasaran.


" jadi tadi siangkan gue ketaman tu ya karena bosen, tapi gak lama gue mau pulang terus...


hallo nda....


katanya mau diceritain."


" hahh apa tadi maaf ya ada tamu sha gue buka pintu dulu."


" hmm iya kebiasaan deh lo." shasya sedikit kesal.


"nayunda membuka pintu.


" nayundaaaaaa." teriak antusias Clara smbil memeluk nayunda.


" ihhhhh apaan sih risih tau kayak gak ketemu gue bertahun tahun aja, gue kira siapa ternyata elo." ucapnya sambil melepas pelukkan Clara.


" yee kenapa emang gak boleh gue kesini padahal udah gue bawain cemilan gue balik lagi aja deh." ancam usil clara.


" hehehe enggak kok ya udah masuk duduk dulu di sofa, kebetulan cemilan gue abis di rumah sayuran juga belum beli."


" ahh elo nda giliran makanan cepet, bdw emang ibu lo kemana belum biasanya kan mama lo yang beli semua?." tanya Clara.


" mama gue lagi pergi sama papa kerumah tante belum pulang."


" ohhhh gituu."


" ya udah gue ambil hp gue ke kamar orang lagi telponan ganggu aja lo." ucapnya sambil berlalu mengambil hpnya llu kembali lagi.


" asal aja kalo ngomong, gue lagi telponan sama shasya."


" hallo sha."


" lama banget untung pulsa gue belum abis, siapa sih tamunya?."


" itu si Clara."


" ohhh Clara."


" Ya udah lanjut ceritanya sha hehehe."


" Cerita apa gue mau denger juga."


sahut Clara.


" yee korek api nyamber aja lo, ya udah gue full volumenya."


" heheh biarinn."


" oke lanjut sha cerita." perintah nayunda.


" hmmm tadi kan gue ke taman sambil karena bosen di rumah, terus gak lama gue mau pulang tiba² ada mobil hampir aja nabrak


gue....

__ADS_1


" terus lo gak papa kan gak sampe jatuh..?."


tanya nayunda & Calra serentak.


" cieee kompak hahaha, gue gak papa lagian belum selesai gue cerita udah nyamber aja."


" yahh maaf kelepasan hehehe." sahut Clara.


" oke lanjut." jawab nayunda.


" terus ada cowok yang selametin gue, untung aja gue gak ketabrak,terus gue jatuh di pelukan si cowok itu cakep lagii acchh jadi baper sendiri gue."


" yaelahh jadi itu yang bikin lo bahagiaa bangett." jawab nayunda


"teruss siapa namanya tinggal di mana?."


tanya Clara.


" sayang nya belum sempet kenalan, setelah gue bilang makasih langsung pergi aja tu cowok."


" hahaha kirain udah kenalan, gitu aja udh baper lo." ledek Clara


" dasar korek api nyamber terus dari tadi."


sahut nayunda.


" hehehe maaf kelepasan." *jawab CLara.


" au ah Clar, jangan² lo iri yaa sama gue."


jawab shasya balik mengejek*.


"sorry ya gue iri sama lo, srcara gue cantik gini banyak yang ngantriii." Sahut Clara dengan PD nya.


" hahaha Terserah lo deh Clar." jawab shasya.


" ya udah deh besok aja lanjutin cerita di sekolah aja, kalo ada si korek api ni gak bakal bisa tenang cerita hahaha." ucap nayunda kepada shasya.


"


" hahah oke deh nda gue tutup telponnya ya byy.


" maksud apaan bilang gue korek api." Clara kesal.


" hahah abisnya lo ntamber mulu dari tadi yang telponan siapa yang jawab siapa dasar ratu kepo hahaha." meledek Clara dan segera melarikan diri.


" apaaa loo bilangg awas ya sini lo nayunda." jawab Clara kesal dan mengejar nayunda yang melarikan diri.


--------


--------


Di kamar shasya masih terbaring sambil tersenyum² mengingat wajah lelaki itu. tak lama kemudian dia tersadar dari lamunannya kemudian ia ke bawah menuju dapur untuk membantu neneknya memasak. Disana ia juga melihat ibunya sedang membantu memasak, dari kejauhan sambil berjalan ke dapur shasya tersenyum melihat ibunya yang sudah tidak apa² akibat kejadian kemarin, dan setidaknya disini ibu tidak akan mendapat tekanan pikir nya dalam hati. lalu ia pun membantu masak, setelah selesai ia kembali ke kamar dan pergi ke kamar mandi ibtuk membersihkan diri. Setelah itu selesai tak lupa iya belajar sejenak pelajaran yang akan di pelajari besok pagi, tak lama kemudian terdengar suara neneknya memanggil untuk makan malam. Dan seperti biasanya ia membantu membereskan, lalu kembali lahi ke kamar melanjut kan belajar sejenak dan menyiapkan buku ke dalam tas.Ia pun bersiap untuk tidur karena sudah sangat lelah, tak lama pun ia tertidur sampai tak terasa pagi hari pun telah datang menyambut.


------


------

__ADS_1


------


# Next cerita...


__ADS_2