
" akhirnya selesai semua pegel gue." Eluh Clara.
" sama sakit pinggang gue duduk mulu." eluh Nayunda.
" iya semua capek kok, yok ke ruang tamu." ajak shasya.
" iya." jawab clara nayunda dan rio.
" kalian tunggu di sini ya aku bikin minum." ucap shasya pergi ke dapur menyiapkan minum dan kue yang mereka bikin tadi lalu kembali lagi.
" nah ini di minum dulu sama kita cicipin kue tadi." ucap shasya menawarkan.
" iya." jawab mereka.
" lumayan enak juga ni kue." ucap elena.
" iya makasih ya kalian udah mau bantuin gue, kalo gak ada yang bantuin mungkin gak cepet selesai." ucap shasya berterima kasih.
" iya sama² sha." jawab mereka.
" ternyata dia gak se judes yang gue kira selama ini." Batin rio.
" ternyata rio baik juga ya, gue pikir bakalan susah ngomong sama dia yang dingin." batin shasya.
" ehmmm." Nayunda dan berdehem sehingga Shasya dan rio tersadar dari lamunannya.
" kenapa sih nda hah hem sakit tenggorokan?." tanya Clara usil.
Nayunda melihat sinis rio dan shasya hanya tersenyum geli.
" gimana udah ada yang pesen belum?." Tanya rio.
" belum ni cuman di like doang." jawab shasya.
" kayaknya kita harus adain promosi deh biar lancar." Ucap nayunda
" Gimana kalo kita buat poster terus kita bagi²in ke orang²." Jawab Clara memberi ide.
" iya bagus ide lo tumben.....
Belum selesai Shasya bicara sudah terpotong oleh Clara.
" udah diem gak usah malu²in gue." Sahut Clara jutek.
" hehehe iya iya." Jawab Shasya.
" pulang sekolah aja kita bagikan sekalian promosinya." sahut rio.
" iya." jawab shasya dan 2 sahabatnya.
" hmm sha gue pamit ya udah sore nih." ucap Nayunda.
" iya sama gue juga , nanti mama gue seketika ceramah 30 jus kalo gue pulang kesorean." Sahut Clara
" hahaha ya udah iya." Jawab Shasya tertawa ringan.
" gue juga mau pulang." ucap rio.
" iya yo." jawab shasya tersenyum.
"ya udah kita pamit pulang ya." ucap Nayunda.
Mereka pun pulang dan tak lupa berpamitan dengan nenek kakek serta ibunya shasya.
" Rio kita duluan." Ucap Nayunda sedikit teriak dari dalam mobil dan langsung melajukan mobilnyaRio mejawab dengan lambaian tangan, shasya mengantar rio ke depan gerbang rumah.
" Sha ntar malem lo ada acara gak?." tanya rio.
" enggak ada."
" mmm kalo boleh gue mau ngajak lo dinner, ya cuman sekedar dinner doang gak ada maksud lain." Ajak rio dengan sedikit alasan karena dia gengsi.
" ohh iya gue bisa."
" yess lo berhasil rio." batin rio
" oke nanti malem gue jemput ya sekitaran jam 7 malem."
" iya." jawab shasya singkat."
Rio pun segera melajukan motornya menuju pulang.
" sha cowok itu tadi siapa ibu baru liat?." tanya ibunya penasaran.
" dia temen sekolah aku juga bu kakak kelas aku, namanya rio." Jawab shasya.
" ohhh kirain pacar kamu." Sahut mamanya tersenyum usil.
" hehehe apa'an sih mah." jawab shasya tersenyum malu.
__ADS_1
" mmm shasya mandi dulu." ucap shasya berlalu pergi.
" shasya² ibu tau tentang perasaanmu itu walaupun kamu gak bilang sama ibu." batin ibunya memandang shasya dari belakang.
Selesai mandi shasya turun ke bawah untuk membantu ibu dan neneknya memasak makan malam.
" bu, nek ada yang bisa shasya bantu?."
" kamu siapin aja piring di meja makan." perintah ibunya.
Selesai menyiapkan semuanya mereka pun makan kecuali shasya.
" Sha kamu gak makan? Tanya ibunya.
" enggak bu, eemm shasya di ajak dinner sama cowok tadi yang bantuin bikin kue, boleh gak bu nanti dia jemput aku." tutur Shasya memberi tahu ibunya.
" iya boleh tapi hati² jangan pulang malem²." jawab ibunya setuju.
" beneran boleh?." tanya shasya kembali.
" iya boleh."
" makasih bu, shasya ke kamar ganti baju bentar lagi dia jemput." ucap shasya girang Kakek dan neneknya tersenyum.
" Sha."panggil nenek nya.
" hati² ya jalan sama cowok." Ucap neneknya memperingatkan.
" iyaa nek." Jawab shasya tersenyum.
Ting.. tong.....
Suara bel berbunyi
" iya sebentar." terik ibu shasya dari dalam rumah pergi membuka pintu.
" kamu yang mau ngajak anak saya pergi kan?."tanya ibu shasya kepada rio.
" iya tante." jawab rio tersenyum.
" ayo masuk duduk dulu." ibu shasya mengajak rio masuk dan duduk di teras.
" Mau minum apa?."
" gak usah tante." tolak rio ramah.
" aduh deg deg kan gue berhadapan sama ibunya shasya. Bantin rio.
" tunggu bentar ya shasya lagi ganti baju
" iya tante gak papa. iya rio satu sekolah sama shasya." jawab rio gugup tapi tertutupi dengan senyumnya.
"ohh kelas berapa nak?." tanya ibu shasya lagi.
" Kelas XII Tante."
" ohhh kakak kelasnya shasya."
" iya tante." jawabnya tersenyum.
Tak lama shasya keluar.
" ehh rio udah lama nungguin ya?." Tanya shasya.
" Enggak kok gue juga barusan dateng." Jawab rio santai.
" ya udah bu shasya pergi dulu ya assalamualaikum?." pamitnya menyalami tangan ibunya.
" iya, Rio jaga anak tante baik² ya, jangan pulang terlalu malem ?." Ucap ibu shasya memperingatkan.
" iya tante, ya udah kita pergi dulu tante assalamualaikum." Jawab rio pamit salam kepada ibu shasya.
Mereka berdua pun pergi dengan naik mobil Lamborgini miliknya. Iya karena Rio merupakan orang yang cukup mapan terlebih lagi ia merupakan satu²nya pewaris keluarga. Ayah dan ibunya merupakan pemilik perusahanan terkenal THE GRUP PROJECT yaitu sebuah perusahaan dalam bidang design arsitektur.
*******
" Huhh kenapa gue jadi gugup gemeteran gini ya di deket Shasya." Batin Rio.
" Rio lo kenapa?." Tanya shasya karena melihat tingkah rio yang sedikit aneh.
" emm gak papa." jawab rio.
//Sampai di restaurant//
" Silahkan masuk nona tuan." sapa pelayan restaurant itu ramah."
shasya dan rio menjawab dengan senyuman.
rio menarik kursi dan mempersilahkan Shasya duduk di perlakukan layaknya tuan putri.
"Rio kok cuman kita berdua yang ada di sini?." Tanya shasya polos sambil melihat sekeliling.
" lugu banget sih ini anak. Batin rio.
" sengaja aku pesen tempat ini buat kita berdua aja biar spesial. jawab rio.
__ADS_1
" ohhh gitu." jawab shasya dingin melihat sekeliling.
" yaelah singkat banget sih jawabannya." Batin rio.
" ada apa liatin gue gitu?." Tanya shasya aneh.
" gak papa lo cantik malem ini." Ucap Rio memuji Shasya.
" makasih." jawab shasya tersenyum manis.
" aduh pakek senyum lagi, bikin tambah deg deg aja, baru kali ini gue ngajak cewek dinner bedua." Batin Rio.
" Shasya melihat Rio aneh dan mendekat di wajah rio melambai²kan tangannya. He**llo rio lo kenapa hemm."
" ehh apa..." jawab rio gugup tersadar dari lamunannya.
" lo kenapa kok kaku gitu?." Tanya shasya aneh.
"enggak gak papa." jawabnya lalu melambaikan tangan kepada pelayan.
" iya tuan mau pesan apa." Tanya pelayan itu ramah.
" saya pesen ini sama minumnya orange jus aja."
" baik tuan, nona pesen apa?."
" hmm saya pesen yang ini, ini, ini, dan ini juga minumnya sama." jawab shasya memesan makanan cukup banyak.
" Et dah ini cewek banyak jiga makanya?." Batin Rio.
" Kenapa ngeliatin gitu, gue laper dari tadi belom makan, pas lo ngajak dinner ya sekalian aja gue makan di sini sama lo." Ketus Shasya santai.
" ohh iya iya gak papa kok." jawab Rio tersenyum.
Menunggu pesanan datang mereka tak membuka suara sedikit pun apalagi Rio yang terlihat Dingin selama ini gugup salah tingkah di depan shasya, sedangkan shasya tetap santai memainkan ponselnya."
" Santai banget nih cewek." Batin Rio Dan selang beberapa menit pesanan datang.
" Ini pesanannya nona tuan selamat menikmati." Ucap pelayan itu.
" iya." jawab rio tersenyum.
shasya pun tak pikir panjang ia langsung melahap makanannya, sedangkan rio terlihat santai makan sambil curi² pandang shasya, ia memperhatikan shasya sesekali tersenyum karena melihat tingkah menggemaskan shasya ingin rasanya ia mencubit pipi shasya.
" kenapa liatin gue terus ada yang aneh?!?!." Tanya shasya polos.
" enggak ada kok." Jawab rio melanjutkan makannya.
Di restaurant itu shasya dan rio hanya berbincang bincang sedikit, karena masih canggung apa lagi rio ia tak terlalu berani membuka pembicaraan di depan shasya. Sedang kan shasya walaupun gugup ia bisa mengendalikan suasana. Tak lama jam telah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam shasya pun teringat bahwa ibunya memintanya pulang jangan terlalu malam.
" Rio udah malen ni pulang yok." ajak shasya.
" melihat jam. iya udah malem bentar ya gue bayar makannya dulu." Ucap rio pergi ke kasir membayar makanan.
" udah yok pulang." Ajak rio, mereka berlalu pergi menuju mobil rio membukakan pintu mobil untuk Shasya.
" makasih." Ucap shasya tersenyum.
Rio langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di tengah perjalanan Shasya tertidur tak sadar ia bersandar di bahu Rio.
" Manis banget sih liat dia tidur." Gumam Rio pelan menoleh ke arah Shasya sekilas.
Rio membelai rambut shasya dan membenarkan rambut shasya yang menutupi wajah manis itu.
" waktu ini cukup singkat buat gue, coba aja gue bisa lebih lama berdua sama lo." gumam rio.
//Rumah shasya//
" Shaaa, shasya bangun udah nyampek rumah." Ucap rio menepuk pipi shasya pelan.
" hmmm apa." jawab shasya terbangun dari tidurnya.
" udah nyampek rumah lo gue langsung ya gak mampir salam buat keluarga lo." jawab rio.
" ohh iya iya." jawab shasha setengah sadar.
"ya udah bay yo gue masuk dulu." ucap shasya turun dari mobil berjalan lunglai karena ngantuk dan hampir saja menabrak tiang rumah heheh."
" Rio masih mengawasi shasya. ehh pelan sha pelan²." Teriak Rio.
" iyaa bayyy." jawab shasha dari kejauhan dan di jawab rio dengan lambaian tangan.
" Gadis lugu yang menarik ." gumam rio melajukan mobilnya.
*********
Oke readers kira kira Shasya sama Rio jadian gak yaa..??
Baca terus cerita selanjutnya.😊
__ADS_1