Aku Benci Ayahku Sendiri

Aku Benci Ayahku Sendiri
Penyelidikan


__ADS_3

" Stop udah nyampek kelewatan sedikit mundur stop ² ." perintah shasya.


" ohh ini ah cuman kelwatan dikit doang." jawab nayunda.


" ya udah yuk turun." ajak shasya.


" Sha mobil gue taruh di mana?." tanya nayunda.


" masukkin aja ke samping teras deket bagasi


perintah Shasya.


" ini rumah kakek lo sha.?." tanya kelvin.


"iya


" kenapa gak bilang dari tadi kalo di jalan ini,


deket rumah gue."


" emang rumah lo di sebelah mana?." tanya shasya.


" Itu di sebelah kiri jalan Rumah putih tuh,


kalo gini di dorong aja motor dah nyampek rumah cuman beberapa meter hehehehe." jawab kelvin.


" ohh ituu, ya udh yuk gais masuk." ajak shasya.


"assalamualaikum." ucap shasya.


" waallaikumsalam ehh ada temen² kamu sha." jawab ibunya.


" hallo tante." sapa mereka serentak sambil menyalami tanganya.


" ini siapa sha baru liat." tanya ibunya melihat kelvin.


" Temen sekolah aku juga bu, nenek mana?." jawab shasya.


" nenek kamu lagi pergi ke pasar."


" ayo silahkan duduk dulu, tante bikinin minum ya, kalian mau minum apa?


" apa aja tante, terserah tante aja." jawab kelvin.


" ya udah tante ke belakang dulu ya."


" iya tante." jawab mereka serentak.


" hmm gue ke kamar dulu ganti baju bentar ya." ucap shasya.


" iya sha." sahut Clara.


"nah ini minum nya tante bikinin teh anget aja ya soalnya cuma ada ini." ibu shasya datang.


" iya tante gak papa kok." jawab nayunda.


"duduk. kalian sekelas ya sama shasya?." tanyanya.


" iya tante." jawab mereka).


" ngomong² tante sama shasya baru pindah ya di sini, soalnya kelvin baru liat,rumah kelvin gak jauh dari sini." tanya kelvin.

__ADS_1


" iya nak tante sama shasya belum lama tinggal di sini baru 3 hari,emang rumah kamu di sebelah mana?."


" itu di ujung sebelah kiri jalan yang warna putoh itu tante, kalo mau main² sama shasya boleh kok tan, sekalian ngobrol² sama mama papa kelvin hehehe." jawab kelvin sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.


" heh vin gue tau maksud lo ya inget kata shasya jangan macem²." bisik Clara.


" iya ya gak kok orang cuman nawarin main doang, ya siapa tau aja bisa jadi akrab gitu terus berjodoh hehehe." jawab kelvin berbisik.


" tante emang kenapa pindah kan lebih enak di rumah papanya shasya rumahnya gede." tanya Clara ngerocos.


"ishhh lo tu jangan sembarangan nanya lo gak inget apa, kan shasya pindah ke sini gara² masalah keluarganya." bisik nanyunda menekankan.


" gak papa kok cuman ada masalah selisih paham aja sama ayahnya shasya, jadi pindah ke sini berhubung dia mau ke luar kota buat ngurusin pekerjaannya." jawab ibu Shasya menutupi.


" mmm gitu ya tante, maaf ya kalo pertanyaan Clara terlalu lancang." jawab Clara merasa bersalah sambil tersenyum palsu.


"iya gak papa,hmm ngomong² shasya gimana di sekolah bandel apa nggak?." tanya ibu shasya.


" enggak kok tante shasya di sekolah biasa² aja, tapi ya itu agak nyebelin orangnya." jawab Clara.


" hahaha biasa kalo nyebelin nya itu shasya memang seperti itu." sahut ibu shasya sambil tertawa kecil.


" iya tante tapi shasya baik banget orangnya."


sahut nayunda menambahkan.


"agak sedikit judes juga sih tante terus......"


belum selesai ngomong kelvin terhenti karena melihat shasya berdiri di pintu sambil melipat kedua tangannya dengan tatapan tajam.


" ehhmmmm." shasya berdehem.


" ehh shasya udah ganti bajunya." sahut kelvin mengalihkan pembicaraan.


tanya shasya sambil duduk di samping ibunya.


" enggak kok kita cuman ngobrol² aja sama ibu lo." jawab kelvin tersenyum pahit menutupi.


" ya udah tante ke belakang ya kalian ngobrol² aja di sini." ucap ibunya dan berlalu pergi.


" iya tante." jawab mereka.


" beneran gak bilang apa²." tanya shasya menyelidiki.


" enggak bilang apa² kok." jawab Clara.


"mmmm, itu di minum dulu teh nya ntar dingin." ucap shasya.


" iya sha." jawab mereka


sambil meminum teh kelvin sedari tadi menatapnya hingga shasya merasa risih.


" liat apa, ada yang aneh gitu banget ngeliatin gue." ucap shasya risih.


" emm enggak ada kok, cantik² galak banget kayak singa." jawab kelvin memelankan suaranya di akhir kalimat.


" ngomong apa barusan bisik²." tanya shasya.


" enggak ngomong apa² kok lo cantik hehehe." jawab kelvin tertawa canggung.


" huhh mulai si kutu kupret." sahut Clara menyindir.

__ADS_1


" ishh apa sih lo." jawab kelvin berbisik dan kembali tersenyum canggung ketika melihat shasya.


Mereka pun berbincang² bercanda tawa, sambil menikmati teh hangat, hingga tak terasa waktu berlalu dan menunjukkan pukul 15:30 sore.


" hmmm sha kita pulangnya udah sore nih." ucap nayunda mengakhiri pembicaraan.


" ohh iya, tapi gak makan dulu yuk di rumah gue kaliankan belum makan siang." ajak menawarkan shasya.


" emm gak usah sha makasih, nanti kelamaan ntar gue di marahin mama lagi,soalnya mama udahpulang hari ini dari rumah tante gue." jawab nayunda.


" iya sha gak usah makasih." sahut Clara sambil tersenyum


" emm kalo gue makan di rumah aj sha tinggal beberapa meter lagi nyampek rumah gue." jawab kelvin.


"ohh gitu ya udah hati ya semua."


" emm mana ibu lo tadi salamin ya bilang kita mau pamit pulang." ucap nayunda.


" iyaa." jawab shasya tersenyum.


"ya udahh byy sha assalamualaikum." ucap nayunda pamit.


" byy sha." sapa kelvin sambil mengedipkan sebelah matanya genit.


" ishh apa sih vin."


" hehehe." kelvin tertawa jahil.


Mereka pun pulang , dan mulai melajukan kendaraannya dari dalam mobil Clara melambai kan tangan, balas shasya melambaikan tangan juga. Kendaraan mereka pun terus melaju hingga tak terlihat lagi. Sedangkan ia melihat lajunya motor kelvin dan tak jauh dari rumah kakeknya, kelvin berhenti di rumah berwarna putih.


" ohh bener jadi itu rumahnya." gumam shasya.


" hmm sore² gini enak gue joging ke arah taman deh." ucapnya lalu berlalu pergi bersiap untuk joging dan pamid kepada ibunya.


" bu Shasya pergi joging ya ke arah taman."


" iya tapi jangan lama² ya nanti bantuin ibu sama nenek siapin buat makan malam."


" iya bu shasya berangkat ya daaa assalamualaikum."


" waalaikumsalam." jawab ibunya.


Shasya pun berangkat joging,tetapi di sepanjng jogingnya ia masih memikirkan siapa lelaki yang menyelamatkanya di sekolah,karena pada saat ia setengah sadar di gendongan lelaki itu ia mendengar samar² suaranya yang mirip sekali dengan lelaki yang menyelamatkannya juga pada saat ia hampir tertabrak mobil. Itu juga alasannya mengapa ia memilih untuk joging ke arah taman untuk mencari tahu siapa lelaki itu dan berharap dia bisa bertemu kembali. Dan seperti biasanya ia tak fokus memperhatikan jalan hingga jatuh karena tersandung batu,kakinya pun terkilir susah untuk bangkit kembali.


" aduhh sakit pakek terkilir segala ni kaki." gumanya sambil meringis sakit mencoba untuk berdiri.


Di kejauhan seorang lelaki melihat shasya terjatuh dn mendekati Shasya untuk membantunya.


" lo gak papa sini gue bantuin berdiri." ucap lelaki itu sambil mengulurkan tangannya.


"gak papa gimana orang kaki gue terkilir gini." jawab shasya judes tanpa menoleh ke arah lelaki itu.


" Ya udah sini gue bantuin." jawab lelaki itu masih mengulurkan tangannya.


" iya."


shasya meraih tangan lelaki itu dan


menoleh ke arah wajah lelaki itu ia pun terpaku sebentar dalam keadaan masih terduduk ternyata itu lelaki yang sama yang pernah menolongnya. mereka saling menatap dan mengingat bahwa mereka pernah bertemu bukan itu saja ternyata bukan kali ini saja lelaki itu menyelamatkan shasya.


****oke readers kira2 sebenernya siapa cowok itu ya, yuk lanjut ke episode selanjutnya jangan lupa tinggalin jejak setelah membaca😁😊

__ADS_1


# next cerita**


__ADS_2