Aku Benci Ayahku Sendiri

Aku Benci Ayahku Sendiri
JAHIL


__ADS_3

" hmmm kakek kenapa ya kok murung


banget." batinnya.


"assalamualaikum kek... kakek."


" ehh iya sha, walaikumsalam." tersadar dari lamunannya.


"kakek kenapa kok murung gitu?."


"diam tanpa jawaban.


"ibu, nenek, kakek kenapa?." tanya shasya.


"mereka diam tak ada jawaban.


" sha kakek di pecat dari pekerjaan." jawab kakeknya.


"loh kok bisa kek? kakek yang sabar ya."


ucap shasya.


" kakek di pecat gara2 pas mau anterin pesanan buat acara pernikahan ditengah jalan kakek jatuh dan semua kue nya hancur jadi toko tempat kerja kakek mengalami kerugian dan komplen dari costumer,oleh karena itu kakek di pecat sha."


"ya udah gak papa yang sabar kek." ucap shasya menenangkan kakeknya.


"maafin kakek ya sha soal uang ipp sekolah kamu tahun ini belum terkumpul uangnya sha


mana lagi kakek di pecat dari pekerjaan sha." ucap kakeknya dengan nada penyesalan.


"emm gak apa² kek uang tabungan shasya ada kok buat bayar ipp sekolah shasya." *j*awabnya tenang padahal ia juga menghawatikan hal itu.


" maafin kakek ya,kakek gak bisa memenuhi kebutuhan sekolah kamu."


"gak apa² kok kek, ya udah shasya ke kamar kek mau ganti baju dulu."


Shasya berlalu pergi ke kamar nya, di tangga ia berbalik melihat kakeknya dibawah terlihat ibu dan neneknya sedang berusaha menenangkan kakeknya, shasya pun sedih dan juga menghawatirkan tentang sekolahnya.


"berbaring. huff gimana ya soal ipp sekolah gue,kasihan kakek di pecat dari pekerjaan gak mungkin juga gue bilang kalo gue gak ada uang tabungan buat bayar ipp." gumamnya karena ia tadi berbohong bahwa ia memiliki uang tabungan.


"hmmm gue harus cari cara, apa gue cari kerjaan aja kali ya? ."


"huhh hmm gitar gue mana ya, gue ketaman aja deh latihan buat lomba besok sekalian cari ide buat bayar ipp sekolah." tuturnya mengambil gitar lalu turun kebawah.


"kakek,nenek, ibu shasya ke taman bentar ya buat latihan gitar,soalnya shasya ikut lomba dan besok tampil ."


"hmmm kamu ikut lomba nak." tanya ibunya.


"hehe iya bu ya udah shasya pergi dulu ya assalamuallaikum." pamitnya.


" ya semangat ya waaikumsalam." jawab ibunya menyemangati.


"berlalu pergi.


"hmmm nananana ." gumam shasya sambil berjalan menujut taman membawa gitar nya sambil mendengarkan lagu dari handseadt.


" tumben agak sepi di taman bagus deh jadi lebih tenang buat gue latihan." duduk di kursi taman.


shasya tengah duduk di sana sambil bermain Ia mulai memainkan gitarnya bernyanyi, sambil kadang sedikit ngelantur karena ia sedang memikirkan bagaimana ia harus membayar uang ipp sekolahnya. Di kejauhan terlihat rio yang sedang berjalan² santai menuju taman ia melihat shasya disana.


" lah di sini juga tu cewek." gumamnya.


menuju taman duduk di kursi samping shasya yang agak berjauhan.

__ADS_1


"shasya tak memperdulikan sekitar tetap melanjutkan bermain gitar.


" ehmm hmm." berdehem agak keras untuk mencari perhatian shasya.


" diam tak memperdulikakan.


"buset dah jutek amat." batin rio.


" hmmmmm."


" melirik sekilas. kenapa lo sakit tenggorokan,ham hem ham hem dari tadi diem dikit gue lagi fokus." sahut shasya dingin.


"kok dinginan dia dari pada gue." gumam rio. siapa yang sakit gue biasa aja kok.


" ohhh." jawab shasya tak memperdulikan lanjut bermain gitar.


"huhhh ." menghela nafas.


" lo ikut lomba besok ?." tanya rio berusaha memulai percakapan.


"iya." jawabnya singkat.


"ohhhh."


"ngapain sih rio kesini juga huh bikin kacau suasana aja orang lagi pusing banyak tanya."


batin shasya.


"buset dah serasa kayak di deket kutub utara


dingin." batin rio.


" duhh gimana ya cari pekerjaan apa gue buat bayar ipp." batin shasya melamun sehingga tak beraturan ia memainkan gitar.


" tersadar dari lamunanya. issh apaan sih ganggu aja gue bisa main gitar ya jagoan gue kali dari pada elo." jawab shasya judes.


" oh." jawab rio singkat.


"buset kenapa dinginan dia dari pada gue, nyesek dah, gue ngomel panjang jawab oh." batin shasya.


" mana kalo lo jago buktiin jangan ngomong aja."


" okee lo denger ya baik²." jawab shasya.


" hmm hmmm." mulai bernyanyi.


 


TENTANG RINDU


 


pagi....


telah pergi... mentari tak bersinar lagi


entah sampai kapan ku mengingat tentang dirimu..


ku hanya diam menggenggam menahan segala kerinduan memanggil namamu


di setiap malam ingin engkau datang dan hadir du mimpiku rindu..


dan waktu kan menjawab

__ADS_1


(ceritanya nyanyi lagi nyanyi guys😁)


lanjut nyanyi sambil memetik gitarnya dengan merdu.


" hmm bagus juga ternyata." *b*atin rio sambil menatap shasya.


" nah gimana bagus kan apa mau ngeledekin gue lagi." ucap shasya.


"iya iya bagus."


" hmm mau gue nyanyiin lagi?, mau gak mumpung gue lagi baik." tawar shasya yang mempunyai rencana licik untuk mengerjai rio.


" iya boleh juga." jawab rio.


"senyum misterius jrenggg mulai bernyanyi.


Cinta luar biasa


wakktuuu pertamaa kaliii lili


kulihat diirimu hahadirrrr


rasa hati inii inginnkann diiirimooooo


shasya menyanyi tak beraturan sengaja untuk mengerjai rio sambil menahan tawa


sehingga semua orang di taman menoleh kepada mereka berdua, dengan tatapan aneh membuat rio tengsin abis


"ehhh sha diem sengaja malu²in gue lo." ucap rio berbisik kepada shasya.


" kenapa suara gue baguskan lo tadi bilang bagusss, haaatiiiii tenanggg mendengarrrrr, suaraa indah meny..... ." lanjut menyanyi sambil menahan tawa dan terhenti karena rio menutup mulutnya.


"zlepp. menutup mulut shasya. ishhh diemm lu gak liat semua orang ditaman liatin kita tuu malu²in gue lu diem dikit napa." ucap rio kesal.


"lah kenapa... kan tadi lo bilang bagus." jawab shasya menoleh kesamping menyembunyikan wajahnya dan tertawa tertawa terkikik.


" huhhh ehh kalo gak IKHLAS NYANYIIN GUE BILANG." ucap rio dengan nada penekanan kesal.


" yaelah tadikan lu bilang bagus." senyum malaikait tak merasa bersalah sedikitpun.


"udah lah gue mau beli minum dulu dulu serek suara gue." tiba² kaki shasya tersandung kursi taman dan hampir jatuh langsung dengan sigap rio menyelamatkan shasya, dan shasya jatuh kepelukan rio dan mata mereka saling bertemu.


"ehh lepasin gak usah modus." langsung


berdiri.


" udah baik di tolongin masih nyolot bilang makasih apa kek, lo inget ya gue kakak kelas


lo disekolah huhh." jawab rio marah.


" ya maaf gue tadi bercanda." jawabnya santai tak merasa bersalah,menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" tanpa jawaban berlalu pergi.


"napa jadi galakan + dinginan dia dari pada gue, kayak ngomong pinguin kutub utara."


gumam shasya.


" hmm udah sore ni mendingan gue pulang."


Shasha pun berlalu pulang, di jalan taman orang2 melihatnya aneh tetapi ia tetap memperdulikannya.mungkin karena ulahnya tadi. ia pun tetap berjalan dengan gaya cool tak memperdulikkan di sepanjang jalan ia masih terasa geli menggelitik mengingat ulahnya mengerjai rio tadi, dan sesekali ia tertawa.


# oke readers gimana ceritanya, semoga tetep seru ya,, jangan lupa tinggalin jejak hehe:)

__ADS_1


__ADS_2