
Di sepajang jalan ia merasa sedih hingga tak fokus mengayuh sepedanya.
TIBA².........
" Braaakkk ( sepeda shasya tergelincir dan ia terjatuh dari sepedanya)."
" aaa isshh sakit tau, ngeselin banget sih itu batu ngapain juga di tengah jalan (menggerutu kesal sendiri).
Dan pyurrr......
(sebuah mobil lewat dan melewati genangan air di dekat shasya sehingga genangan air tersebut mengenai shasya).
"heyyy liat² dong dasar brengs*k lu seenaknya aja nyetir mobil (teriaknya kesal), basah semuaa baju guee isshh kotor lagi sial banget sih hidup guee."
Dengan rasa kesal ia melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Disepanjang jalan orang memperhatikannya bagaimana tidak melihat penampilannya yang kacau,
tetapj mengingat masa lalunya yang kelam, disepanjang jalan hati nya terasa kesal,sedih,letih, amarah, bercampur aduk semuanya. Tak lama kemudian ia sampai di rumah.
" (memparkirkan sepedanya di garasi lalu menuju pintu masuk). Tok tok tok... (suara ketukan pintu)
" iyaaa sebentar ( teriak seseorang dari dalam rumah).
"Loh shasya udah pulang nak itu baju kamu kenapa basah kuyup begitu, terus tangan kamu luka..? (tanya sarah ibu shasya dengan khawatir)."
" gak papa kok bu, itu tadi shasya jatuh dari sepeda terus ke siram sama genangan air gara² mobil sial, dan ini cuma luka sedikit gak papa kok bu."
" haduh kamu ini sha untung gak kenapa - napa... ya udah sekarang langsung mandi aja bersihin badan kamu, nanti biar ibu obatin lukanya yah."
"emm iya bu shasya langsung mandi dulu ( bergegas ke kamarnya menaruh tas lalu menuju kamar mandi membersihkan diri )."
Setelah shasya ke atas di bawah ibu shasya terlihat sangat murung dengan wajah di bagian pipi kanan lebam, ia berusaha menyembunyikan itu dari shasya
pasti saja dikarenakan ada masalah dengan suaminya yaitu brahma ayah shasya. Tetapi ia tak ingin menampakkan rasa sedihnya di depan shasya ia tak tega melihat anaknya harus bersedih lagi lantasan gara² ia dan brahma suaminya.
" ya allah kuatkan lah hamba mu ini
menghadapi sikap suami hamba, (rintih sarah meratapi hidupnya)."
" *bibii bii ".
"iya nyonya".
" tolong siapkan sarapan di meja makan ya buat shasya sama tuan bentar lagi pulang*,,( perintah sarah kepada pembantunya)
"iya baik nyah saya permisi ke belakang".
" ....( menjawab dengan anggukan)."
Nampak kegelisahan di wajah sarah yang sedang mondar mandir menunggu suaminya pulang. walau dengan rasa takut ia tetap menunggu suaminya, tadi siang tanpa sepengetahuan shasya terjadi pertengkaran antara dia dan suaminya.Tak lama kemudian shasya turun dari kamar nya."
" tap tap tap ( suara derap kaki shasya menuruni tangga)."
" sudah mandinya sha, sini mana tangan kamu yang luka tadi ibu obatin ( sambil
mengambil kotak p3k)."
" iya bu ( jawab shasya )."
Kemudian sarah mengobati shasya anaknya dengan lembut, ditengah ia sedang mengobati tangan anaknya, shasya melihat ada bekas lebam di pipi ibunya seperti habis di tampar.
" lohh bu ini pipi ibu kenapa sampe lebam gini ? (tanya shasya khawatir)."
" emmm itu hmmm nggak papa kok nak tadi pas ibu lagi beres kamar ibu jatuh,( jawabnya
gugup berusaha menutupi)."
" ibu jangan bohong itu pasti gara² ayah kan...
iyakan bu gak mungkin kalo jatuh." (tanya
shasya penuh amarah dan penekanan)."
" (ibu shasya hanya terdiam berusaha senyum untuk menutupi)."
" sini bu shasya obatin, ini pasti gara² ayah..
kenapa sih ayah sejahat itu sama kita, kenapa kita gak pergi saja dari sini bu aku gak tega liat ibu tiap hari seperti ini ( tutur shasya dengan nada sedih hampir menitih kan air mata tak tega melihat keadaan ibundanya)."
" nak jangan berkata begitu dia tetap ayah mu..
__ADS_1
jika kita pergi dari sini nanti gimana sekolah kamu sha, ibu tak sanggup membiayai sekolah mu, cuma ayah kamu lah yang bisa,
ibu tidak apa² kok, asal kamu bisa sekolah ( memeluk anaknya hangat tak terasa ia menitihkan air mata lalu cepat² ia menguasapnya agar tak dilihat oleh shasya)."
" iya bu shasya tahu itu tetapi shasya bisa kok cari uang kerja sendiri buat sekolah tanpa ayah, shasya gak tega liat ibu kayak gini, lagian di sini shasya gak dianggep sama ayah bu diperlakukan seperti anak tiri, di sini shasya merasa hanya numpang hidup dan makan saja dari ayah tanpa ada kasih sayang (tuturnya sambil melepas pelukan ibu nya dan tak terasa shasya menitihkan air mata mengingat hal itu)."
" sudah² jangan nangis kamu gak boleh ngomong seperti itu di sini kan ada ibu yang sayang sama kamu, dan suatu saat nanti pasti ayah mu akan berubah dia akan menyayangi mu nak ( mengusap air mata shasya berusaha menenangkannya."
( shasya diam tak berkata kata lalu berlari ke kamarnya dengan sedih sesampai di kamar ia langsung membaringkan tubuhnya ke atas kasur sambil menangis terisak)
"hikss hikss kenapa sihh hidup gue gini banget, gue iri sama temen² gue yang keluarganya akur di sayang sama ayahnya gak pernah ada keributan antara ayah dan ibunya, sedangkan gue di anggep anak kandungnya aja gak sama ayah."
( tuturnya sambil menangis)."
" enak banget ya temen gue yang punya keluarga akur bahagia saling menyayangi.
lah gue mana bisa kayak gitu dari umur 2 tahun aja sampe sekarang pedih rasanya hidup sama ayah.( tangisnya semakin menjadi²)."
FLASBACK
Ya bagaimana tidak ia merasa seperti itu di karenakan sejak kecil ia tak pernah sedikit pun mendapat kasih sayang dari ayah kandungnya. pada saat ia berusia 2 tahun ia sering sekali merasa ketakutan melihat kejadian² keributan antara ayah dan ibunya, yang terkadang ayahnya menggunakan kekerasa fisik terhadap ibunya, ia hanya bisa bersembunyi sambil menangis di balik lemari. Dan sampai pernah suatu ketika saat ia baru mengijak sekolah dasar ayah ibunya hampir bercerai tetapi karena ada kakek neneknya yang melarang mereka bercerai dan mendamaikannya agar tak saling menyalahkan apa lagi dengan kekerasan.
shasya kecil pun juga sering mendapat kekerasan fisik maupun mental dari ayah kandungnya sendiri, dan sewaktu kecil pernah ayahnya mencekik nya karena marah.
pada saat ia menginjak sekolah menengah pertama, ayahnya sering mencaci nya sebagai anak yang tidak berguna, dan bilang kalau dia bukan anaknya, sungguh kata² itu sangat menyayat hati shasha. Ia memang ayahnya membiayai pendidikannya tetapi ayahnya seperti menujukkan rasa tak iklas akan semua hal itu, ia sering sekali bilang bahwa shasya hanya menjadi beban hidupnya, hanya menghambur²kan uangnya saja. Tetapi apalah dayanya shasya hanya bisa diam dan menangis mengingat kata² pedih ayahnya di setiap tidurnya.
hingga sampai saat ini ayahnya tak pernah berubah. sungguh shasya kadang berdoa dalam setiap sujud sholatnya hanya ingin ayah nya menjadi orang baik dan akan menyayangi ia dan ibunya.
--------
--------
FLASBACK OFF
*kembali ke kamar shasya*---
Di dalam kamar itu shasya terus saja menangis mengingat masalalu nya yang kelam hingga matanya pun membengkak karena menangis dan tak terasa sampai malam di waktu magrib. lalu ia pun mengambil wudhu lalu sholat. Di dalam sholatnya di sampaikanya segala doa² terbaik yang ia panjatkan kepada allah, serta menumpahkan semua keluh kesahnya. Setela selesai sholat iya pun kembali berbaring di tempat tidurnya lalu mengambil hp dan melihat ada beberapa pesan chat.
" sha besok main ke rumah gue yuk...
gue gak ada temen besok papa sama mama gue pergi ke rumah tante gue di jogya( sebuah pesan dari nayunda)."
" yahh elo sha harus bisa dongg pliss
tadi gue udah ajak clara gak bisa masa lo gak bisa juga, ya pliss ya temenin gue besok."
" ya udah iya gue usahain deh besok tapi
gak sampek gue gak nginep ya, gue pulang, kasian ibu gue di rumah".
" iya deh tenang aja pulangnya juga gue aterin besok okee."
" oke dehh ( jawab shasya singkat)."
" hmm bdw kayak nya kelvin suka sama lo sha 😅😅 ( Tutur nayunda menggoda
shasya)."
" ehh apaan sih malah bahas si tukang onar itu ya kali gue bakalan suka sama dia ( membalas chat nayunda)."
" hahaha gue serius lo sha, bdw kalo lo suka sama dia terus bisa rubah kelakuannya jeleknya itu hebat lo.
dan tadi barusan dia chat gue lo nanyain lo katanya dia mau nelpon lo😅."
" ehh dalah apaan sih, yang jelas gue gak suka sama dia tipe cowok gua tu kayak itu kak rio kaka kelas kita udah baik, pinter, cakep, sayangnya dingin kayak batu es, idaman banget deh hehehe."
" hahaha ngarep lo bakalan jadi
cowok gue itu wkwkwk, dah lah gue mau tidur ngantuk bayy shasya (mengakhiri percakapan)
Tak lama kemudian ada masuk sebuah panggilan...
" ddrrttttdrtttt ( suara getar hp)
ehh beneran kata nayunda nelpon gue ini anak ( mengangkat telpon)."
" hay shaa selamet malem ( kelvin menyapa shasya)."
" ya malem juga( jawabnya ketus)
__ADS_1
" jangan jutek² gitu dong tambah cantik nanti hehehe ( kelvin menggoda shasya)
" eh paan sih lo."
" bdw belm tidur dah malem gini."
" kalo gue dah tidur gak mungkin gue jawab telpon lo ( jawabnya ketus)."
"
hehehe iya maaf hmm bdw besok jam instirahat pertama ke taman belakang sekolah ya gue mau ngomong sesuatu plissss ( mintanya kepada shasya)."
" eh mau ngapain dia suruh gue ke taman sekolah jangan mau nembak guee iuhhh( tuturnya dalam hati) mau ngapain hah males gue."
" yahh jangan gitu dong kali ini aja pliss yaaa."
" ya udh iya tapi awas lo macem² ( ancam shasya) bdw gue matiin ni telpon ngatuk mau tidur!!."
" nah gitu dong gak macem² kok
oke selamat maa........
" hahah gue mati'in Telpon lu
lama banget belom selesai² dari tadi..
udah ah ngatuk mau tidur gue."
Ia pun bersiap tidur meski masih sedikit ada kegundahan dihatinya mengingat tentang ayahnya yang mengganggu pikiranya
tetapi ia usahkan tidur, sebelum tidur ia ke bawah melihat ibu nya, terlihat di sana ibunya tertidur di sofa karena kelelahan dari dari menunggu ayahnya yang tak kunjung pulang,
segela ia mengambil selimut dan bantal dari kamar ibunya lalu membenarkan posisi tidur ibunya dan menyelimutinya.
" kasian banget ibu sampek capek kayak gini
selamet malam bu ( mencium kening ibunya lalu kembali ke kamar)".
" bdw apa sih yang mau di omongin sama kelvin bikin penasaran aja. hmm dah lah bodo amat mending gue tidur."
Tak lama kemudian ia pun tertidur hingga sampai pagi hari. ia pun bangun tetapi tidak kesiangan kali ini hehehe. Dan seperti biasanya melanjutkan aktivitasnya di pagi hari yaitu ke sekolah dengan mengayuh sepedanya. Sesampai di depan gerbang langsung di sambut oleh 2 sahabatnya nayunda dan clara.
" pagi shaa sahut mereka berdua menyapa."
"pagi juga guyss."
" eh sha gimana ada telpon dari si kelvin gak tadi malem( tersenyum usil)."
" lo di telpon kelvin malem tadi cieee( ledek clara)."
" apan sih pagi² udah bahas kelvin gak ada bahasan lain apa.( Risih dengan pertanyaan mereka)."
" ciecieeee( ledek mereka serentak)."
" tapi bdw guys ya tadi malem tu kelvin suruh gue ke taman sekolah jam istirahat pertama katanya mau ngomong sesuatu gitu."
"seriusan lo sha dia mau nembak lo kali hahaha( jawab clara)."
" hmmm ya gak tau gue (jawab shasya santai)."
Tak terasa bel pelajaran pertama berbunyi semua murid masuk kelas masing dan memulai pelajaran di pagi hari ini. di saat itu shasya merasa gelisah ia merasa kelvin memperhatikannya sedari tadi, hingga jam istirahat pun tiba shasya semakin gelisah tentang pembicaraannya dengan kelvin malem tadi. Ia pun menuruti kelvin untuk pergi ke taman belakang sekolah.
" Duhh lama banget sih kelvin mau ngomong apaan coba bikin gue penasaran aja, kemana sih tu anak..?."
Tak lama kemudian kelvin datang dengan teman²nya secara diam, dan ia menyuruh teman² nya untuk pergi meninggalkan meraka berdua saja."
" hay sha ( tiba² duduk di samping shasya)
" haaaaaa lo ngagetin aja ngomong kalo mau dateng main duduk aja ( shasya kaget dan entah mengapa shasya semakin gugup melihat tatapan kelvin yang serius dan penampilan nya yang rapi tak seperti biasanya)."
" (menolehkan wajah shasya yang memaling wajahnya) eemmm sha gue ngajak lo kesini karna gue mau ngomong serius sama lo
sebenernyaa........
Kelvin ingin membicarakan sesua tu tetapi gugup dan terhenti hingga membiat jantung shasya semakin ingin copot dan akhirnya kelvil bilang..........
* hmm kira2 kelvin mau ngomong apa ni readers penasarankan..😁😁
#oke next cerita
__ADS_1