Aku Benci Ayahku Sendiri

Aku Benci Ayahku Sendiri
Cemburu dan amarah Kelvin


__ADS_3

//Sekolah//


" pagi Guys." Sapa shaaha dengan senyum sumringah.


" pagiii." Jawab Nayunda


" iya, bdw kayaknya ada yang lagi bahagia bangett tuh." Ucap Clara menyindir.


" iya Clar soalnya ada hati yang lagi beebunga bunga hahaha." sahut Nayunda menambahkan."


" issh paan sih, nyindir gue ha? hati siapa yang berbung." Jawab Shasya pura² gak tahu.


" Sok²an gak tahu, bilang aja lo lagi jatuh cinta sama rio." Ucap Clara sontak membuat seisi kelas kaget mendengar nama rio ya karena Rio adalah salah satu murid terpopuler di sekolah.


" sssttttt diem, jangan asal ngerocos." Perintah Shasya.


" ya iya Rio tapi bukan rio sekolah kita ya bukan hehehe." Jawab Shasya ngeles tak ingin semua orang mengetahuinya.


" ohh kirain Kak Rio tadinya, Kalo bener Kak Rio hebat lo bisa deket sama dia." Ketus salah satu murid kelas.


" hehe bukan lah, bukan kak Rio." Sahut shasya.


" Clar kalo ngomong di rem dikit napa bikin heboh sekelas." Ucap Nayunda.


" iya maaf hehehe." Jawab Clara Tertawa ringan.


" Apa Rio?!?! Rio siapa?!??." Batin kelvin bertanya tanya.


" Gue harus cari tahu cowok itu, bisa²nya dia deketin Shasya,gue hak terima." Batin kelvin menggerutu.


" Sha kalo boleh tahu Rio siapa sih." Tanya kelvin.


" Ya Ri Ri Rio, Udah deh gak usah kepo apa urusannya sama lo." Jawab Shasya ter bata² ngeles.


" Tentu urusan gue sha, karena gue suka sama lo, gue gak akan biarin orang lain deket sama lo, lagian bisa²nya lo deket ke orang lain ssdangkan lo tolak gue dan bilang gak mau ngurusin soal Cinta." Ketus Kelvin marah karena cemburu. hal itu sontak membuat semua Murid menoleh kepada mereka.


" Hebat juga sih shasya ya, jutek² gitu banyak yang ngejer." Bisik salah satu murid kepada temannya.


" iya walaupun judes dia lumayan cakep." jawab temanya berbisik.


" Bu bu Bukan gitu maksud gue vin, maaf, tapi gue gak ada apa pun sama cowok itu cuman deket doang." Jawab Shasya ngeles menghampiri kelvin.


" duhh jadi ribet kan urusanya, gara² Clara ni asal ngomong aja, ya belum tentu juga gue suka sama rio." Batin Shasya menatap tajam Clara seperti macan siap menerkam.


" aduhh OMG mamp*s gue bakalan abis sama Shasya." Batin Clara menelan saliva.


" Tuh liat mamp*s lo, bakalan di terkam sama shasya." Bisik Nayunda menakuti.


" apa'an sih nda emang shasya macan, Tapi mirip sih merindong gue hihihi." Jawab Clara berbisik.


" Udah deh Sha gue males ngomong sama lo." Jawab Kelvin jutek.


" maaf vin gue gak maksud bikin lo kesel, lagian kan itu omongan sih Clara doang gak usah di tanggepin lah." Sahut Clara merasa tak enak kepada kelvin.


"iya." jawab kelvin singkat.


" wow ternyata bisa marah juga Sih tukang onar ihh seyemm hihihi." Batin Shasya kembali ke bangkunya.


" Duduk dan menatap Clara tajam.


" hoaa mamp*s gue cepetan kabur aja deh." Batin Clara buru² kembali ke bangkunya.


" jangan liat ke sini jangan liatt." Ucap Clara berbisik menutupi mukanya dengan buku sesekali mengintip Melihat apakah Shasya masih melihatnya.


"Nayunda hanya tertawa geli melihat mereka berdua.


*********


 


Bel pelajaran pun berbunyi semua murid kembali ke bangku masing². seperti biasa pelajaran di mulai dengan lancar meski banyak murid yang sibuk sendiri.Detik jam terus berjalan sampai ke akhir pelajaran.


 


" Baik lah anak² sampai di sini pelajaran ibu kali ini sampai jumpa kembali di pelajaran ibu assalamualaikum." Ucap guru mapel berlalu keluar kelas


" waalaikumsalam wr. wb. jawab semua murid.


" Kantin yokk." Ajak Clara.


" yok." Jawab Nayunda dan Shasya.


//Kantin//


" mau pesen apa guys?."tanya Clara.


" kayak biasa, tolong pesenin, gue mager." Perintah Shasya.

__ADS_1


" iya, tapi gak gue juga kan yang bayar hehehe." Ucap Clara.


" nggakk..." Jawab Shasya sinis.


" iya iya biasa aja tu muka." jawab Clara karena tahu shasya kesal.


" gue juga tolong pesenin hehehe." Pinta Nayunda.


" malesss pesen aja sendiri." Jawab Clara berlalu pergi memesan makanan.


" ehh Clara tunggu dulu, ahh elo huhhh." sahut Nayunda menghela nafas kasar pergi untuk memesan makanan.


 


Saat nayunda dan Clara memesan makanan Rio dan teman²nya datang. Dan Rio Sengaja duduk di bangku samping shasya yang hanya berjarak beberapa meter.


 


" Hai." Rio menoleh ke arah Shasya dan tersenyum.


" Iya." Jawab shasya menoleh tersenyum paksa.


" Duhh Rio ngapain sih duduk di situ." Batin Shasya.


" Yo itu gebetan lo?." Tanya salah satu temen Rio.


" iya." jawab Rio singkat.


" widihh berani lo deketin dia." sahut salah satu temen rio.


" haha gue bilang juga apa beneran suka lo kan sama shasya." Sahun temenya lagi.


" Rio hanya tersenyum, dan Temen² rio menoleh ke arah shasya.


" mereka ngapain sih pada ngeliatin gue." Batin shasya menoleh melihat dengan tatapan datar lalu kembali melihat layar hpnya. tak lama kedua sahabatnya kembali sambil bertengkar**.


" Ke bangetan lo ya cuman suruh pesen makanan doang gak mau." Ketus Nayunda.


" Biarin, kan kaki lo ada masih sehat² aja kan seberapa cuman jalan ke depan bilang bi pesen ini ya terus balik lagi." Jawab Clara santai.


" awas lo." Ketus nayunda.


" Awas minggir." Jawab Clara santai.


" ishhhh." sahut Nayunda mengepalkan tangan geregetan.


" udahh diem yang pentingasih pwsen makanan kan." Ketus Shasya menengahi.


" iya." Jawab clara memalingkah wajahnya.


" yaelah kayak anak kecil aja, cuman gara² pesen makanan aja ribut." Batin Shasya mengelengkan kepalanya.


" Ini pesenannya anak² bibi yamg cakep, lah ini dua kenapa mukanya masem kayak jeruk Nipis gitu." Ucap bibi kantin mengantar makanan.


" makasihh bibi, biasa lagi ngambekan." Sahut Clara.


" ohhh begitu to, yo wes di makan, jangan masem² gitu mukanya nanti bibi sumpahin cepet tua udah bibi pergi dulu." Sahut bibi kantin."


" Nayunda dan Clara melihat dengan tatapan datar tersenyum aneh.


" hihihi." Shasya terkikik pelan.


" apa lo ketawaa?!?!." Ucap Nayunda dan Clara serentak.


" nggak."


" ssstt liat je samping ada Rio." Bisik Clara.


" ehh iya usilin yok." jawab Nayunda berbisik.


" uhukk uhukk." Clara sengaja pura² batuk


" ehmmm hmm." nayunda berdehem usil


" Persaan gue gak enak ni, pasti mau usil giliran usil langsung kompak." Batin Shasya.


" kenapa sayang kamu keselek yaa ini ni minum." Sahut Nayunda kode²an memberikan minum.


" makasihh sayanggg." Jawab Clara."


" ishhh pada ngapain soh mereka kek orang idiot aja." Batin shasya menatap sinis 2 sahabatnya itu.


" Di sebelah shasya Rio terkikik pelanengetahui maksud kode² 2 sahabat shasya itu."


" apa lo ketawa." ketus shasya melihat sinis ke rio.


" Nggak kok." Jawab Rio.

__ADS_1


" berhasil hahahaha." Bisik Clara.


" hahahaha." tawa Nayunda pelan.


" Resek banget sih." Batin shasya.


" uhukk uhukk." shasya tersedak.


" ehhh ini ni minum." Ucap Nayunda memberikan minum.


" hati² kalo makan." Sahut Rio memperingatkan.


" shasya menoleh tatapan datar.


" aaaa cieeeee." sahut nayunda dan Clara serentak.


" apa sih kalian."Jawab shasya merasa risih dan pergi meninggalkan mereka.


" ehh sha mau kemana tunggu." Ucap Clara segera membayar makanan langsung menyusul shasya di ikuti oleh nayunda.


" apa'an sih mereka cie cie, huhh mending gue ke taman belakang tenang." Gumam shasya.


" duhh shasya kemana sihh." Ucap Clara.


" Kelas mungkin yok." sahut Nayunda.


sesampai di kelas mereka tak melihat keberadaan shasya.


" gak ada juga kemana ya."Tutur Clara.


" mmm biasanya kalo gak ada di kelas?....." ucap Nayunda.


" taman." ucap mereka serentak.


Nayunda dan Clara menuju taman untuk mencari shasya. dan ya benar saja ada shasya di sana tetapi saat mereka sampai.


" Shasyaaa." Teriak histeris sahabatnya memanggil shasya.


menoleh beranjak berdiri tetapi kakinya tersandung dan diselamat kan kembali oleh rio yang entah datang dari mana.


" Terjatuh dalam pelukan Rio.


" lo gak papa?."tanya rio


" gak papa." jawab shasya beranjak berdiri.


" aaaaa OMG sosweettt." Ucap Nayunda dan Clara dari kejauhan.


" Ndaa yok sini?." Ajak Clara.


"Kemana." sahut nayunda


" udah ayok kit Nguping hahaha." jawab Clara.


" hahahaha." Tawa nayunda.


" beneran gak papa?." Tanya rio kembali.


" iya gak papa, aduh." jawab shasya tetapi ternyata kakinya terkilir.


" gak papa tapi kesakitan gitu." sahut Rio dan


duduk di samping shasya. sementara nayunda dan clara bersembunyi dan menguping pembicaraan mereka.


" ehh mau ngapain?." tanya shasya.


" diem." jawab rio meletakkan kaki shasya di pangkuannnya.


" jangan bilang lo mau urut gue kayak di taman, gak gue gak mau." ucap shasya menurunkan kakinya.


" keras kepala banget udah nurut." jawab Rio kembali meletakkan kaki shasya di pangkuannya.


Rio mengurut kaki shasya pelan dan ketika shasya tak sadar dia kembali ia langsung memutar pergelangan kaki shasya seoerti yang ia lakukan di taman.


" Aaa." teriak shasya tetapi Rio menutup mulutnya.


" gak usah teriak, coba berdiri gak sakit lagi kan ."jawab rio


" iya." jawab shasya singkat.


tetapi ternyata kelvin melihat semua kejadian tersebut, dan nampak muka kesalnya.


" Kelvinnnn!!." teriak shasya terkejut karena ia merasa tak enak kepada kelvin.


tanpa berkata kata kelvin pergi meninggalkan mereka.


********

__ADS_1


hai readers kayaknya bakalan terjadi perang ni hehehe. maaf baru up soalnya athor lagi ujiang semester sekolah:)


semoga episod kali ini tak membosankan.


__ADS_2