Aku Benci Ayahku Sendiri

Aku Benci Ayahku Sendiri
Pertengkaran Kembali


__ADS_3

setelah sampai di rumahnya shasya terkejut & nayunda juga hanya terdiam tidak berani.


Benar saja firasat shasya telak terjadi sesuatu kepada ibunya..


" ibuuu....( teriak histeris melihat ibunya tersungkur di lantai)."


nayunda kamu pulang aja ya sekarang( ucap shasya )."


" ya udah iya sha gue ngerti kok, ya udah gue pulang ya."( nayunda pergi dengan wajah gugup cemas tak berani).


" ayahh!!!!


apa yang ayah lakuin sama ibu hah


ibu sampe tersungkur di lantai seperti ini." ( ucapnya dengan nada sedih dan penuh amarah).


"sudah lah!!! Diam kamu anak tidak berguna sama saja seperti ibu mu, hanya membuat ku pusing!!." ( ucap brahma ayah shasya dengan lantang)


" Ayah sebenarnya apa salah kami yah hikss hikss kenapa ayah sangat kasar kepada kami terutama ibu....


Ayah boleh caci maki hina aku, sakiti aku


tetapi jangan kepada ibu kuu hikss hikss." ( ucapnya sambil menangis terisak isak).


" Diam!! kamu berani melawan saya urus saja ibu mu itu."( jawab ayahnya dengan ketus).


" *hikss hiksss hnggg ibu bangun bu ibu tidak apa² kan bu...??


" ibu tidak apa² nak hanya kepala ibu sedikit sakit*." ( berbicara dengan pelan sambil menahan sakit).


"(shasya memapah ibu nya dan membaringkanya di sofa dan dengan segera ia mengambil air putih)." *ibu ini minum dulu bu."


" ayah!!!


apa ayah tidak melihat keadaan ibu, ini semua gara² ayah. sungguh jika ayah tau ibu menunggu ayah pulang sejak kemarin siang


tetapi ayah baru pulang sekarang. Dan apa yang ayah lakukan hahh!!!, setelah pulang ayah lakukan ini kepada ibu hikss hiksss


tidak kah ayah tau betapa khawatirmya ibu menunggu ayah*." ( ucapnya dengan nada tinggi penuh amarah sambil menangis)."

__ADS_1


ayah shasya tidak menghiraukan perkataan anaknya itu dan berlalu pergi ke kamarnya


sedangkan shasya menangis tersedu² melihat keadaan ibunya yang terbaring lemas kesakitan. Dalam hatinya semakin menggebu rasa dendam kepada ayahnya, terpancar kemarahan serta kebencian mendalam terhadap ayahnya."


" ibuu hikss hiksss mengapa kita tetap tinggal di sini bu sudah cukup ibu menderita lantas perilaku ayah...


apakah pantas bu,apakah pantas dia disebut sebagai seorang ayah dan suami."


" nak bagaimana pun juga dia adalah ayah mu dan dia suami ibu nak kamu tidak boleh berkata seperti itu."( ucap sarah ibu shasya dengan sambil menahan sakit di kepalanya).


" *tidak bu aku tidak bisa melihat ibu seperti ini terus, malam ini kita harus pergi dari sini, aku akan telpon nenek ibu akan tinggal di sana."


" bagaimana dengan sekolah mu nak*,,(tanya sarah dengan sedih)."


"aku tidak perduli tentang sekolahku, bu aku bisa mencari uang sendiri...


aku bisa berusaha untuk sekolah ku tanpa uang ayah." ( jawab shasya dengan keputusannya)."


Kemudian ia bergegas berlari mengambil handpone nya di kamar, lalu iya menelpon kakek dan nenek nya untuk menberitahu kan semuanya, ia menceritakan seluruh kejadian yang terjadi kepada ibunya, dan keputusan yang telah ia buat. Seketika itu juga nenek dan kakek shasya langsung pergi kerumah shasya untuk menjemputnya dan ibunya. sungguh malang nasib gadis remaja yang baru berusia 16 tahun itu harus menghadapi masalah besar di dalam keluarganya.


"assalamualaikumm ( kakek dan nenek shasya)."


" ya allah sarah apa yang brahma lakukan kepadamu sehingga sampai seperti ini( ucap sedih histeris nenek kepada ibunya shasya."


" Di manaa!!!!!! Di mana lelaki biadab itu!!( ucap shasya kakek lantang penuh amarah)."


"(pergi ke kamar brahma ayah shasya). Jadi di l kamu brahma!!!! apa yang kau lakukakan kepada sarah. (dengan amarah yang menyulut kakek shasya juga mendapati brahma sedang mabuk), jadi kamu dalam keadaan mabuk brahmaa."(dengan amarah yang tersulut dia menampar brahma dengan keras).


" plaakkkk!!!!."( tamparan mendarat di pipi brahma ayah shasya)."


"hay kakek tua kamu menampar ku hahaha..


urus saja anak dan cucu mu tak usah menceramahi aku ( jawabnya dalam keadaan mabuk)."


Kakek shasya pun dengan penuh amarah pergi meninggalkan brahma, ia kembali ke ruang tengah di mana shasya yang masih menangis sedih terisaks isak melihat ibunya, dan juga neneknya yang sedang menangis.


"sudah lah kita pergi dari sini malam ini juga ayo cucu ku ayo sarah."( ucap kakek shasya).


" iya kek shasya gak tahan lagi tinggal di sini

__ADS_1


sama ayah.. hikss hiksss


(ucapnya sambil menangis).


mereka pun pergi dari rumah itu menuju rumah kakek dan nenek, sungguh shasya sangat dendam dan penuh amarah dengan ayahnya.


ketika itu pembantu rumah tangga shasya bibi minah yang sedari tadi hanya diam ketakutan melihat semua kejadian..


ia pun membereskan semua barang² shasya dan ibunya, juga barangnya ia tak ingin lagi bekerja dengan ayahnya shasya ia memutuskan untuk pulang kampung.


pada saat akan berangkat menuju mobil


ayahnya shasya keluar dari kamarnya dengan berjalan sempoyongan karena dalan pengaruh alkohol. Dengan amarah yang menggebu shasya berkata.


" Sungguh aku membeci mu ayah ku aku benciiii!!!!!! sekarang kau bukanlah ayah ku tidak perduli kau adalah ayah kandung ku


percuma saja selama ini kau tidak pernah mengakui aku. Dan sekarang aku bersumpah


AKU TIDAK AKAN INGIN MENERIMA DAN MENSHOLATKAN JASAD MU KETIKA KAU MENINGGAl!!!!!!." (itulah sumpah kata2 terakhir


shasya ketika meninggal kan rumah itu).


Sungguh kata² yang sangat perih dan menyayat di ucap kan oleh shasya yang telah tersulut benci dan amarah terhadap ayah nya..


dan baru kali ini lah iya berkata sebegitu kasar terhadap ayah kandungnya sendiri...


----


----


----


oke readers gimana ceritanya..?


semoga menarik dan menghibur ya


kira2 bagaimana kelanjutan kisah kehidupan shasya..


#next cerita

__ADS_1


__ADS_2