
Tak lama kemudian setelah pembantunya selesai mengepak barang.
shasya dan ibunya pun pergi meninggalkan rumah bersama kakek dan neneknya, sedangkan sang pembantu bi minah juga pergi dan mengundurkan diri untuk bekerja di rumah brahma karena ia takut melihat kejadian keributan tadi. Tetapi ia tak mendapat gaji dari brahma ayah shasya, melihat hal tersebut kakek shasya iba sehingga ia yang membayar gaji minah.Sedangkan di dalam rumah brahma
ayah shasya tak memperdulikan anak dan istrinya akan pergi, ia juga masih mabuk dan dalam keadaan setengah sadar. Shasya dan ibunya pun segera pergi, ia menaruh barangnya di bagasi dibantu kakeknya dan segera masuk mobil, mobil pun melaju meninggalkan kediaman brahma ayah syasha.
" sungguh tega suami mu memperlakukan kamu dan shasya seperti ini, maafkan ayah dan ibu nak gara² kami menjodohkan mu dengan brahma kamu harus menelan akibatnya."( ucap neneknya menyesal).
"tidak apa bu semua sudah terjadi aku pun iklas menerimanya walau menelan tekanan batin, ini juga aku lakukan demi ayah dan ibu." ( jawab ibu shasya dengan pelan menahan sakit di kepalanya)."
"iya nak sungguh ayah dan ibu menyesali semuanya . (jawab kakek shaya sambil menyetir).
"ibu apakah kepala ibu masih sakit?."( tanya shasya kepada ibunya).
" sudah tidak terlalu sakit nak." (jawab sarah berusaha tersenyum).
sementara itu shasya lalu terdiam dengan wajah sendu dan mata yang sembab.
----
----
----
FLASBACK
Beberapa tahun lalu kakek dan nenek shasya menjodohkan sarah ibu shasya kepada anak konglomerat yaitu brahma ayah shasya,yang kebetulan kakeknya shasya kenal dekat dengan orang tua brahma. Sebenarnya ia terpaksa menjodohkan sarah dengan brahma karena ia terlilit hutang yang cukup besar hingga tak mampu untuk membayarnya. dengan syarat jika ia menjodohkan sarah dan brahma maka hutangnya akan di bayar lunas oleh ayah dan ibu brahma. Ia berpikir jika ia menjodohkan sarah dengan brahma anak konglomerat itu maka anaknya akan bahagia dan tercukupi semua kebutuhannya.
Mereka pun setuju atas perjodohan tersebut karena orang tua brahma tidak bisa lagi mengendalikan sikap brahma tetapi meraka tak memberi tahukan tentang sifat buruknya, mereka bertujuan menikahkan brahma agar ia bisa berubah dari sifat jeleknya itu.Dan tak di sangka akibatnya seperti sekarang anak dan cucunya harus menanggung semuanya akibat keputusannya yang tidak kakek shasya pikir panjang atas tindakan tersebut.
*****
FLASBACK OFF
Di kediaman kakek dan nenek shasya
Nenek shasya memapah sarah ibu shasya masuk ke rumah, sedangkan shasya dan kakeknya mengangkut barang².
" sha nanti barang²nya di taruh di ruang tamu dulu ya."
" *iya kek."
"semoga kamu betah ya tinggal di rumah kakek, di sini tidak ada pembantu jadi semua dilakukan sendiri dan juga rumah kakek tak sebesar rumah ayah mu. setelah mengakut barang² ini kita membereskan kamar sebentar yang akan kalian tempati , soalnya kakek sama nenek langsung ke rumah mu tadi, dan belum menyiapkan tenpat untuk kamu dan ibu mu.
"iya kek nggak apa² lebih baik disini dari pada di rumah ayah, iya memang di sana semua lengkap tetapi apa gunanya harta jika setiap hari tertindas, dan tak pernah mendapat kasih sayang sama sekali*." ( jelasnya kepada kakek dengan nada sedikit kesal karena ia masih terbawa emosi)."
"( kakeknya hanya tersenyum berat karena ia tahu cucunya masih kesal atas kejadian tadi sore)."
" *kakek ini taruh sini ya??."
"iya sha."
" sarah kamu istirahat saja dulu di kamar ibu.
ibu mau bantu shasya membereskan kamar untuk kalian*." ( perintah nenek shasya kepada sarah ibu shasya)."
" *kakek, nenek tempat sapunya di mana?."
" itu ada di gudang yang sebelah sana, sebentar ya nenek ambil kuncinya."
"
oke nek*( jawab shasya singkat)."
Mereka pun mulai berberes dan merapikan 2 kamar yang akan di tempati. sementara kakeknya membantu mengakat barang²shasya dan ibunya lalu merapikannya.
Di sela² berberes shasya memperhatikan beberapa foto dan membersihkanya dari debu²,terlihat di sana adalah foto² ibunya sewaktu masih kecil dan remaja lalu ia tersenyum sendiri.
" nenek ini dulu kamar ibu ya? Ini foto ibukan nek, ibu kecil dulu cantik dan imut juga hehehe."
__ADS_1
" iya sha ini dulu kamar ibu mu, dan itu foto anak kecil itu adalah foto ibu mu sewaktu kecil,nenek mengambil fotonya ketika ia sedang cemberut." ( sahut neneknya sambil tersenyum).
Tak lama kemudian semua sudah selesai dan rapih karena kamar tersebut tak terlalu berantakan hanya sedikit berdebu saja.
"*Nah sudah selesai sekarang kamu istirahat ya pasti capek habis berberes, dan ibu mu masih di kamar nenek mungkin dia sudah tertidur jadi nenek sama kakek tidur di kamar tamu saja. ya sudah selamat malem sha semoga nyenyak ya tidurnya."
" iya selamat malem juga kakek nenek*.
"(kakek & nenek menjawab senyuman)
" huhhh akhirnya selesai juga lumayan capek sih, untung besok hari minggu jadi gak akan kesiangan, kalo gak bisa telat ke sekolah gue.
melihat foto² ibu tadi sungguh kasian ibu yang dahulunya ceria setelah menikah dengan ayah harus menderita tekanan batin dan fisik."( gumamnya sendiri sambil melamun,dan akhirnya ia pun tertidur).
waktu terus silih berhanti,malam pun berlalu
hingga muncul sang pagi,dengan matahari yang cerah...
" huaaaa udah pagi rupanya."( meregangkan dan melihat jam alaram di atas meja samping
tempat tidurnya)."
" hmmm gue cuci muka dulu deh terus turun ke bawah bantu nenek masak." ( mengucek² matanya lalu berajak bangun dari temat tidur)."
"*pagii nek...?."
" pagi juga sha*."
" *mmm ada yang bisa shasya bantu nek?."
" tidak usah biar nenek saja kamu mandi aja sana lalu kami bangunkan ibu mu ya setelah mandi kita sarapan*."
" *oke nek, ibu belum bangun??."
" iya sha belum tadi nenek mau membangunkan ibu mu tetapi tidak tega karena ia terlihat sangat lelah sekali*."
" *ouhhh ya udah nek hmmm kakek mana."
baca koran."
" hmmm oke nek kalo gitu shasya mandi dulu*."
" iya sha."( jawab neneknya singkat).
neneknya pun kembali melanjutkan memasak dan menyiapkan sarapan di meja makan tak lama kemudian ternyata ibu shasya sudah terbangun."
"*maaf bu sarah bangun siang gak bantu ibu masak."
" iya nak tidak apa kamu duduk aja di meja makan saja, sebentar lagi kita sarapan ."
"iya bu shaya mana apa sudah bangun."
"shasya sudah bangun ia masih mandi sebentar lagi mungkin selesai*."
"tap,tap,tap."( suara derap kaki shasya
menuruni tangga). ibu sudah bangun rupanya."
" (menjawab dengan senyum)."
" sha ayo sarapan dulu sini dan tolong paggilkan kakek mu sebentar ya suruh sarapan."( perintah nenek kepada shasya)
"iya nek..
( menuju ke depan)
kakek ayo sarapan dulu semuanya sudah siap."
" iya sha( sahut kakeknya sambil meletakakn koran yang dibacanya)."
__ADS_1
Mereka pun sarapan bersama dan menikmati makanannya, di sela² makan shasya terus memperhatikan ibunya dengan wajah sedih,terlihat lebam di beberapa bagian wajah akibat pertengkaran kemarin.
Setelah selesai sarapan Ia membantu neneknya membereskan meja makan dan mencuci piring kotor sedangkan ibu shasya mengelap sisa makanan di meja makan. Dan akhirnya selesai semua shasya pun merasa bosan ia pamit pergi ke taman dekat rumah kakek dan neneknya untuk menenangkan diri
sambil menghilangkan rasa bosan,tak lupa ia membawa ponselnya dan sebuah buku novel untuk ia baca sembari di taman nanti. sedangkan ibu kakek dan neneknya tetap di rumah duduk di teras depan dan berbincang².
"huh lumayan bosen di rumah kalo ketaman seu kali ya sambil baca ni buku.( gumamnya sambil berjalan menujut taman.
"sesampai di taman ia pun duduk merenung di kursi taman memperhatikan sekeliling dan melihat orang yang lalu lalang lalu ia memilih
membaca buku)."
" drtttt drttt ( suara getar telponya)
iya hallo nda kenapa tumben lo nelpon gue?
"hmm gak papa sha gue cuman khawatir aja sama lo, karena gue lihat sekilas pertengkaran ayah sama ibu lo kemarin. lo gak papa kan terus gimana?
"ohh gitu gue gak papa nda, cuman gue sama ibu pergi dari rumah,sekarang tinggal di rumah kakek gue."
" hmm yang sabar ya sha gue tau pasti berat banget lo harus jalanin semuanya.
" iya nda makasih."
" iya sama² bdw rumah kakek lo di mana siap tau kan gue mau main kesana."
"di JL Brata no 03 rt/rw 06
" ohh di situ bdw itu deket sama rumahnya si kelvin loh sha."
" ehh yang bener aja lo berarti gue pasti bakalan ketemu sama si tukang onar di sekitar sini hadehh males banget gue."
" hahaha lah beneran jangan gitu² amat napa
ntar beneran cinta lhoo."
" ahh apaan sih nda."( jawabnya dengan nada kesal)
" hehehe ya maaf bercanda kali,bdw kapan² gue main ke sana ya, udah dulu gue tutup telponnya mau mandi."
"hmmm iya buset lo jam segini baru mau mandi."
" hahaha biarin ya udah bayy
" oke bay....
*****
"huhh yang bener aja deket sama rumah kelvin sebel gue nambah bikin puyeng aja, mau pulang ah bosen juga di sini baca buku ini gak seru ceritanya."
Shasya pun memutuskan untuk pulang
ketika ia berjalan pulang dan ingin menyebrang jalan bukunya jatuh di dan tiba² ada mobil yang hampir saja menabraknya
tetapi....
" mbaakkk awasss mbakk mobil( teriak sesosok laki² dari jauh yang melihat shasya)."
" (shasya pun tersentak) aaaaaaaaaaaa........
"( dengan sigap pria itu lari menyelamatkan shasya dan zleppp ia jatuh dalam pelukan pria itu untung saja ia tak tertabrak mobil)."
-----
-----
-----
#oke readers kira² siapa pria yang menyelamatkan syasha,
__ADS_1
semoga ceritanya gak membosankan ya
# next episode