
" ehh kutu buku!!." tutur seorang gadis dengan nada sinis.
"Apaan sih lo, balikkin buku gue gak!." jawab shasya kesal.
" berani lo sama gue ya,, mau buku tuh ambil." jawabnya sambil melempar buku shasya.
" ehhh ini apa²an kalian tuh siapa seenaknya aja buang buku gue, salah gue apa hah!." Sahut shasya kesal mengambil bukunya,lalu mendorong gadis tersebut.
" ahhhh Sakit tau, punya nyali jiga lo ya awas lo." Terjatuh dan berdiri kembali di bantu teman².
" okee nyolot lo ya, gaiss bawa dia." perintahnya kepada teman²nya.
" ehh apaan sihh lepasinn, lepasin gue,paan sih gak usah tarik²!! ."jawab shasya sambil meronta² melepaskan tangannya.
" Diem gak lo, gak usah banyak omong, bawa dia ke Toilet." Bentak gadis itu.
" kalian tu siapa lepasin gue gak,apa salah gue, liat aja awas ya gue laporin lo ke guru BK." ancam shasya sambil meronta mencoba melepaskan dari genggaman mereka.
"aduhhh!!!, bisa diem gak coba aja laporin ke guru BK, gue gak takut. Asal lo tau gara² lo kelvin jadi jauhin gue sekarang lo bakal tau kalo lo berani deketin kelvin." jawabnya dengan sinis.
" Ehh Gue gak ada apa² sama kelvin.!! Jadi lo suka sama kelvin hah ambil aja gak butuh,bukan level guee!!!." jawab shasya judes.
" Berani lo bentak guee, masukkin dia ke wc."
" hehh apa²an sihh lepasinnn!!!, kalian mau ngapain." Jawabnya meronta².
" Cepet² masukkin." memasukkan Shasya dan menguncinya di Toilet.
" bukaaa!!! bukaaa!!." Teriak Shasya sambil menggedor² pintu Toilet.
" hahahaha Rasain lo." Ucap gadis ituTertawa Jahat.
" ehh gais itu ember bekas air pelkan, cepet ambil." perintahnya kepada saah seorang temannya.
" Byurrrrrr." ia menyiram shasya dari luar dengan air bekal kain pel.
" aaaaaa aduhhh basah semuaa,, ishhh kotor lagi, heh Kalian tu maunya apaa hah, lo suka sama kelvin kan ambil aja sana seklian lo telen Dasar Cewek Gila..!!!!."
Teriak shasya memaki² gadis tersebut.
"Bukain pintunyaaa!!." Shasya berteriak sambil mengedor² pintu.
" hahahaha Bodo amat gue gak akan bukain pintunya, ya udah cabut gais tinggalin aja dia." Tertawa jahat lalu berlalu pergi dengan teman² meninggalkan shasya.
" ehhh kalian jangan pergi, bukaaa.....!!." teriak shasya.
" ahhh Sial, mana basah kuyup gini, air apa lagi yang dia sirem ke gue, gue teriak pun gak ada yang denger, semua pasti pergi nonton Festival di lapangan, jam guee basahh." gumamnya kesal.
"ohh iya minta tolong Nayunda Sama Clara aja." meraba kantonnya Mencari Handpone.
" handpone gue mana yaa,, aduhh lupa dibawa, ketinggalan di tass,, gimana dong."
eluh shasya.
" bukainnn, helloo ada orang ga di luarr, siapa aja tolong bukain pintuuu." teriaknya mencoba meminta tolong dari dalam tetapi ada satu pun yang menjawab.
Dan akhirnya ia merasa tubunya lemas, kepalanya pusing Karena kedinginan, Shaya pun jatuh pingsan, di dalam toilet tanpa ada yang tau ia di sana.
Clar kenapa perasaan gue gak enak ya sama shasya dari." nayunda khawatir.
" Perasaan lo aja kali nda."
jawab Clara tenang dan masih menikmati acara.
" ehh tapi shasya kemana ya."
tanya nayunda.
" Dia bilang tadi kan di taman, masa lo lupa."
" ohh iya, mmm perasaan gue aja kali ya Clar."
" iya kali udah berikutnya penampilan band terakhir, mending nikmatin aja acaranya, palingan Shasya di taman,kalo gak di kelas." jawab Clara santai.
" iya." jawab nayunda singkat.
Mereka berdua pun kembali menikmati acara, dan penampilan peserta band terakhir
pun di mulai. Nayunda masih merasa sedikit khawati terhadap Shasya, tetapi ia tak terlalu menggubrisnya dan menikmati acara tersebut. Sedangkan di toilet Shasya masih pingsan dan tak ada yang tau dia di sana."
Acara pun terus berlangsung hingga sampai pada akhir acara yaitu penutupan.
Siswa siswi pun berlalu pergi dan kembali ke kelas sambil menuggu jam pulang yang tidak lama lagi. Sedangkan panitia acara membereskan semua peralatan.
"selesai juga acara, lumayan buat cuciata banyak cowok² cakep hahah." ucap Clara.
" hmm iya." sahut nayunda singkat karena masih khawatir sama shasya.
" ehh lo kenapa sih cemberut?." tanya Clara.
" gue masih khawatir sama shasya clar,
" ya udah mendingan kita cari Shasya di taman, dia bilangkan mau baca novel disana."
"ya udah yuk ." jawab nayunda menyetujui lalu pergi.
__ADS_1
" Shasya...."
teriak nayunda dan Clara mencari shasya.
" ehh kok gak ada yaa,
" emm apa mungkin udah balik ke kelas ya." tutur Clara.
" mungkin ya udah yuk ke kelas." langsung mengajak Clara.
" sesampai di kelas.
gak ada juga di kelas aduh shasya kemana ya???." nayunda semakin khawatir.
" hmmm iya ya, ya udah jangan panik, ehh itu ada kelvin kita coba tanya." Jawab Clara.
" iyaiya."
" Vin lo liat Shasya gak?
" enggak, dari tadi gue gak liat,bukanya tadi kan sama lo berdua?." jawab kelvin.
" mm gitu ya vin ya udah makasih."
Jawab Clara berlalu pergi,ia mulai ikut panik.
" shasya kemana ya?? duh khawatir ni guee." tutur nayunda.
" iya ya gak biasanya dia ngilang gini."
sahut clara.
" anehh tunggu emang shasya kenapa?? tanya kelvin sambil menghampiri mereka.
" mmm shasya gak gau kemana vin'dari tadi kita udab nyari dia di taman terus ke kelas juga gak ada." jawab nayunda.
" lohh kok gitu, masa lo berdua sahabatnya sendiri gak tau dimana shasya." jawab kelvin menyalahkan dan ikut panik.
" apaan sih kok nyalahin kita, tadi shasya bilang dia di taman baca novel, tapi pas kita caei gak ada( jawab clara sedikit kesal)."
" aduuh udah dehh, mendingan kita cari shasya bareng biar cepet ketemu gak usah ribut." sahut Nayunda menengahi.
" iya bener ya udah yuk." jawab Clara.
Mereka bertiga pun mencari Shasya dan bertanya² kepada setiap siswa siswi yang di temui, tetapi tak seorang pun melihat Shasya, mereka pun semakin panik, tak tau shasya di mana. Sedangkan Shasya masih pingsan di toilet, dan datang seorang cowok ke toilet laki, Dan ia melihat kaki shasya di salah satu toilet perempuan.
" ehhh itu kaki siapa, kayak kaki cewek??." ucap lelaki itu bertanya tanya.
" tapi gue liat gak ya itu kan toilet cewek, ntar di sangka aneh2 lagi." ragu untuk mengecek.
" tapi gue penasaran kalo dia kenapa² gimana ,gue cek deh." memberanikan untuk melihat.
ehh ini kan cewek yang di taman tadi, kayaknya pingsan deh, hello."
memapah shasya sambil menepuk² pipinya agar bangun, tetapi Shasya tak kunjung bangun ia pun mengendong Shasya dan membawanya ke Ruang UKS
" Buk ini ada yang pingsan tadi Rio liat dia ke kunci di toilet." ucapnya sambil mengendong shasya.
" iyaiya cepat baringkan dia di sini." perintah guru tersebut lalu langsung memeriksa Shasya mengobatinya agar cepat sadar."
Sedangkan nayunda, clara ,dan kelvin masih panik mencari shasya, ia pun memeriksa semua kelas dan terakhir di toilet tetapi tidak menemukan shasya. kelvin pun bertanya kepada salah seorang murid.
"broo liat Shasya gak?
" Shasya enggak, tapi gue tadi liat cewek di gendong sama kakak kelas kita Rio kayaknya dia pingsansan dan di bawa ke UKS." jawabnya.
" oh gitu makasih broo." jawab kelvin.
" aduh Shasya di mana sih, ehh apa jangan² cewek yang bilang tadi Shaya ya udah yuk kita ke UKS." Sahut nayunda lalu cepat berlari menuju UKS.
" Shasyaaaa..." teriak Nayunda dan Clara panik karena benar bahwa itu shasya.
" sha lo kenapa sha." mengelus kepala shasya.
" Jangan teralu berisik biarkan dia istirahat sebentar lagi dia pasti sadar." perintah guru yang mengobati shasya.
" iya bu maaf." jawab nayunda.
" Rio lo ketemu shasya di mana."
tanya kelvin.
"gue tadi nemuin dia kekunci di toilet, dalam keadaan pingsan." jawab rio.
"makasih ya kak udah nyelametin shasya." Clara mengucapkan terima kasih.
"iya sama² kalo gitu gue pergi dulu ya kan udah ada kalian yang jaga." ucap rio lalu pergi.
" ya ampun siapa sih yang berani ngelakuin ini ke pacar gue."
" ehh vin situasi kayak gini masih aja halu."
sahut clara.
" ehh emang pacar gue." jawab kelvin.
__ADS_1
" duhh udah dehh kalian tu apa²an sih masih aja ribut Tuh liat shasya kayak gini." sahut nayunda kesal.
" iya iya maaf." jawab Clara dan Kelvin.
" aaaa." shasya tersadar sambil memegang kepalanya.
" ehh sha lo udah sadar." sahut nayunda.
" sha lo gak papa kan." tanya Clara.
" iya gak papa.?
"bdw kok lo bisa kejebak di kamar mandi sha." tanya kelvin.
"ini juga gara² si penggemar gila lo tu tau. jawab shasya judes.
" loh kok gua yang di salahin??
" iya lah ini semua kelakuan cewek yang suka sama lo, dia gak suka gue deket sama lo, jadinya gue di kerjain di kunci di kamar mandi abis tu di siram lagi.." jawab shasya kesal.
" lohh emang siapa sha?." tanya nayunda.
" gak tau gue juga gak kenal."
" emmm apa jangan² yang ngerjain shasya mantan gue. gumam kelvin dalam hati
maaf sha lo tenang aja gue bakalan cari orang itu."
" iya gak papa, udah gak usah di cari biar guri bk yang urus."
" emm sha bentar lagi pulang, lo gue anterin aja ya pakek mobil." tawar nayunda.
" iya sha lo pulang barwng nayunda aja, kan lo
juga masih lemes kayak gini." sahut Clara menambahkan.
" hmmm." jawabnya sambil tersenyum.
" oke sekalian gue main ke rumah." ucap nayunda.
"gue ikut dong." sahut clara.
" iya boleh." jawab shasya.
" gue ikut juga yaa, plissss." pinta kelvin.
" ya udah iya kalian main ke ruma kok, tapi lo inget vin jangan bikin masalah."
" hehehe iya iyaa." jawab kelvin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Kriinggg
" nah udah bunyi bel pulang yuk langsung aja." ujar nayunda sambil membantu shasya bangun.
" Emm tapi lo naik apa vin ikut kita..?." tanya Clara.
" tenang aja gue kan bawa motor, nanti gue ngikutin di belakang."
"ohh gitu ya udah." jawab Clara.
" yuk jangan lupa ruang uks di kunci."
perintah nayunda.
" iya biar gue aja yang nemuin guru tadi buat ambil kuncinya, kalian tunggu aja di parkiran
ntar gue nyusul." ucap kelvin
" oke jangan lama ya." sahut Clara.
" shiff tunggu di parkiran." sahut nayunda menambahkan.
" oke." jawab kelvin singkat.
------
" Duhh mana sih kelvin udah di bilang
jangan lama², kita tinggalin aja yuk nda." gerutu clara.
" udah tungguin aja bentar lagi, kasian lagi pula dia gak cari masalah hari ini, bahkan dia tadi kan bantuin kita nyari shasya." jawab nayunda.
" ya udah iya."
" gaiiss udah dateng belum kelvin."teriak shasya dari dalam mobil.
" belum shaa." jawab serentak.
" hay ya udah yuk berangkat." kervin datang.
" huhhh di tungguin dari tadi ha udah yuk langsung aja." gerutu Clara.
Mereka pun langsung berlalu pergi menuju rumah kakek shasya yang di tinggali shasya saat ini. sedangkan mengiring di belakang. Di dalam mobil Clara dan Shasya berbincang,
shasya juga bertanya tentang siapa yang membawanya ke UKS karena shasya merasa tak asing dengan orang tersebut, Clara pun menjawab bahwa rio yang menolongnya, shasya sedikit bingung dia berpikir masa ia rio yang menyelamatkannya, soalnya suara itu mirip dengan lelali yang di temuinya di taman. Sedangkan nayunda hanya diam mendengarkan ia fokus menyetir. Dan tak lama pun mereka sampai di rumah kakek Shasya...
__ADS_1
# oke readers next cerita
# semoga ceritanya gak membosankan ya😁