
//Taman//
Shasya sedang duduk melamun dengan wajah sendu.
" sha lo kenapa?." tanya nayunda.
" tau melamun terus dari tadi." sahut Clara menambahkan.
" gue lagi bingung tentang biaya sekolah gue guys." jawabnya.
" emang kenapa??." tanya Clara penasaran.
" kakek gue di pecat terus uang buat ipp sekolah gue belom cukup." jelasnya.
" lah kok bisa?!?!?." tanya nayunda.
"gak tau nda..."
" buat bayar uang ipp sekolah lo gunain aja uang hasil menang lomba, lo bayar 1 tahun langsung 850 ribu terus sisanya lo simpen." usul Clara.
" iya soal ipp gue udah mikir gitu, tapi gak mungkin gue ngandelin itu doang belum biaya sekolah yang lain."
" iyaa sih, gue bantu lo gimana? gue pinjemin uang ke papah terus pas lo udah ada uang aja balikinnya." tawar nayunda.
" enggak nda usah makasih." jawabnya menolak dengan senyum tak ingin merepotkan sahabatnya itu.
" kayaknya gue harus cari kerjaan deh, bantuin cari ide dong." perintah shasya.
" hmmm ide yaa??." jawab Clara memikirkan dengan wajah sok serius.
" gimana kalo lo kerja jadi pelayan restoran." usul nayunda.
"enggak deh gajinya dikit." Jawab shasya tak setuju.
" emmm kerja di laundry." usul nayunda lagi.
" enggak ah kerja capek gaji gak seberapa, yang lain.
" yaelahh ini gak mau itu gak mau terus kerja apa??." jawab nayunda sedikit kesal.
" nahhhhhh gue ada ide." ucap Clara tiba² membuat nayunda dan Shasya kaget.
" ide ya ide tapi gak usah ngagetin juga kali." sahut Shasya.
" tauu bikin jantungan aja." nayunda menambahkan.
" yelahh punya temen sensi semua, mau denger gak apa idenya??." ucap Clara.
" iyaa apa'an??." tanya shasya.
" mau tau banget apa mau tau aja?!?." tanya Clara usil.
" iyaa mau tauu cepetan apa..??." jawab shasya greget.
" tinggal ngomong aja susah apa idenyaa." (lsahut nayunda.
" santaii dong santaii, gak usah marah² woles bro woles. baik² dong sama gue kalo mau tau." jawab Clara usil.
" huhh darah tinggi gue lama² minta di tampol ni anak." batin shasya.
" kalo bukan sahabat udah gue smackdown ." batin nayunda.
"iyaa mau tauuu Clara yang cantikk baikk...." ucap shasya memuji dengan wajah di imut²in padahal kesel.
"murah hati ramah dan tidak sombong." sahut nayunda menambahkan.
" nahh gitu dongg hehehehe, okee jadi idenya gini, kakek lo kan kerja di toko kue, nah pasti dia tau dong cara end resep²nya, lo tanya aja sama kakek lo terus lo buat kue jualin lewat online pasti cepet laku gimana baguskan ide gue." ucap Clara menjelaskan semua.
" widihhh bagus ide lo pinter juga ternyata." jawab shasya menyetujui.
" ini baruu sahabat gue." sahut nayunda.
" ya iyalahhh CLARA yang cetar membahana masalah gini tuh kecill buat gue." jawabnya sombong melentikkan jarinya.
"hmmm." jawab shasya dan nayunda datar.
" kenapa kaget sama kepinteran gue huh biasa aja kali gue kan jenius." ucap Clara ngoceh terus panjang lebar gak jelas.
" nda kita pulang yuk tinggalin aja si ogeb." bisik shasya.
" yukk." jawab nayunda pelan.
__ADS_1
shasya mengambil gitarnya pelan² menuntun sepedanya pelan menuju mobil nayunda. begitu juga nayunda pergi pelan² meninggalkan Clara. sementara itu Clara terus ngoceh gak jelas.
" iya kan??, guyss kok gak ada suaranya." menyadari ada kejanggalan menoleh ke belakang)."
" guyssss kalian kemana,, apa kalian di culikkk.??!??! ." teriaknya histeris gak jelas.
shasya dan nayunda melihat dengan expresi datar dari kejauhan.
" guyss di mana kaliaann hello.." ucapnya mencari 2 sahabatnya itu di bawah kursi taman, dibalik pohon kesana kesini gak jelas.
" Claraa kita si sini." teriak shasya memanggil.
" aaaaaa shasya nayunda." teriaknya histeris menghampiri mereka.
" menatap datar dan aneh. nda ibunya pas lagi ngandung ngidam apaan ya sampe anak nya jadi kayak gitu?." tanya shasya.
" itu anak idiot apa kek gimana sih." batin nayunda.
"mungkin ngidam pasir semen batu batako kali hahaha." jawab nayunda.
" aaaaa kalian gak papa kann?!?! teriak histeris gak jelas.
" isssh paan sih gak usah lebai deh yok masuk mobil mau pulang kagak." ketus shasya.
" huhhh. nayunda menghela nafas.
**********
" gak mampir dulu ni??." tawar shasya.
" lain kali aja sha udah sore." jawab nayunda menolak.
" iya dah kesorean." sahut Clara.
"ohh ya udah.."
"bayyy." pamit nayunda dan Clara.
" assalamualaikumm..."
" waalaikum salam." jawab neneknya.
" ehh udah pulang sha?." tanya neneknya gugup.
Saat masuk ke rumah betapa terkejutnya shasya melihat ibunya pingsan terbaring lemas di sofa.
" ibuuuu..." teriaknya histeris.
"kakek ibu kenapa..??
" kakeknya diam tak ada jawaban.
" jawab kek nek ibu kenapaa??." tanya shasya semakin khawatir tak lama ibunya sadar.
"Ibuuu,,, ibu kenapa?." ucapnya langsung memeluk ibunya.
" ibu gak papa nak." jawab ibunya mengelus rambut shasya berusaha menenangkannya.
" tidak apa² gimana buu? muka ibu lebam gini, terus kenapa tangan ibu memar?!?." tanya shasya sedih.
"diam tak ada jawaban dari ibunya.
" sebenernya ada apasihh jawab kasih tau shasya kenapa semua diem?!?." bertanya sekali lagi.
" sebenernya ibu kamu tadi ke rumah ayah kamu sha buat pinjam uang,tetapi ibu kamu di suruh mengerjakan tugas rumah dan itu lebam di muka bekas tamparan ayah kamu." jawab kakeknya tertunduk memberanikan diri memberitahu shasya.
" APA....!!! jadi ini semua gara² ayah!!!. kenapa ibu kesana lagi bu kenapa??." tuturnya dan amarah serta tangisan nya pecah.
" maafkan ibu nak, ibu terpaksa ibu meminjam uang buat sekolah kamu." jawab ibunya menangis tertunduk.
" sudahh ibu jangan menangis, aku tak butuh uang dari ayah, mana bu mana uangnya? jawab shasya menghapus air mata ibunya.
" tapi nak uang buat sekolah kamu gimana,??." ucap ibunya.
" shasya biasa kerja bu mana uang nya shasya kembalikan." ketusnya.
Ibunya pun terpaksa memberikan kembali uang pinjaman itu kepada shasya. Tanpa pikir panjang shasya pun pergi kembali menuju rumah ayahnya untuk mengembalikan uang itu.
" kenapa jadi gini sihh belum selesai masalah udah dateng masalah lain lagi." batinya.
**********
__ADS_1
// Kediaman Brahma//
tanpa basa basi shasya mengetuk pintu rumah dengan keras ayahnya pun keluar membuka pintu.
" haii anak ku kenapa kamu kesini apa mau mengemis seperti ibu mu hahaha." ketus ayahnya tertawa jahat dalam keadaan mabuk.
" maaf pak BRAHMA aku punya harga diri, aku punya hati, tidak seperti anda, maksud saya ke sini ingin mengembalikan uang ini, aku tak butuh bantuan dari orang yang tak punya hati." jawab shasya marah.
" hahahaha benarkah itu aku punya harga diri, aku tak butuh batuan mu, cihhh menjijikkan, asal kau tau orang miskin pikir baik² apakah memang tak ingin bantuan ku,ibu mu dan kakek mu itu miskinn, apa kau ingin membuat mereka semakin menderita dengan sok meninggikan harga diri." ucap ayahnya merendahkan.
" aku tak butuhh uang muuu!!!." jawab shasha judes melempar uang itu kepada ayahnya dan berlalu pergi.
" cihhh sudah miskin sok pula." ketus ayahnya masuk menutup pintu dengan keras.
Shasya pun pergi menuju jalan pulang tetapi ia tak langsung pulang ia pergi ketaman ke arah sebuah danau yang ada di taman itu untuk meluapkan rasa kesalnya itu.
// Taman di Pinggir Danau//
" aaaaaaaaa sebelllll!!!! kenapa sihh hidup gue gini. gueee benciiiii gue bencii ayahhhh." teriak shasya.
"hiikss hikss aaaaaaaa Gue benci..... Bencii...
Kenapa hidup gak adilll sama guee...
kenapaaaa ........
Teriaknya sambil menangis meluapkan semua amarahnya. Dan terdengar oleh rio yang kebetulan lagi joging ke arah taman dan mendengar suara seperti orang sedang menangis.
" Kayak ada suara tangisan?? ." gumam rio.
" Dari mana ya ohh iya dari arah danau." ucap rio dan langsung pergi ke danau.
" shasya?!?! dia kenapa?." ucapnya bertanya tanya.menghampiri shasya yang sedang terduduk di tanah.
" shasya.. lo kenapaa.. kok nangiss.??
" jangan duduk di sini kotor ayok berdiri." perintah rio memapah shasya, shasya masih tetap menangis.
" Guee benci rio guee bencii sama hidup gue sendiri hiks hiks." jawabnya sambil menangis
" lahh ini bocah kesurupan apa kek gimana?? batin rio.
" kenapa gitu lo gak boleh ngomong gitu."
" Gak rio guee benci gue benci sama diri gue sendiri kenapa hidup gue tu kayak gini gue cuman jadi beban buat semua orang terdeket gue." apa lagi ibu hiks hiks." jawabnya terisak
" memeluk shasya berusaha menenangkannya. udah gak usah sedih lo gak boleh ngomong gitu gak baik tau sini nyandar ke pundak gue, lo nangis aja sepuasnya lo keluarin unek² lo biar lo lega."
ucap rio menenangkan.
" emang ada apa sihh kok lo sampek nangis gini?." tanya rio setelah shasya sudah agak tenang.
" ibu gue rio, gue kasihan sama ibu gue, dia harus menerima semua beban gara² gue dia rela ngejatuhin harga dirinya itu untuk memohon sama ayah gue yang gak ada hati itu." jawab shasya dengan suara serak khas sesudah menangis.
"ohh masalah keluarga ternyata." Batin rio.
" lah kok gitu sih sha??
"iya gitu sejak kecil gue sama ibu gue sering dapet kekerasan fisik dan mental dari ayah gue, sekarang gue tinggal di rumah nenek, karena gue gak mau tinggal di sana lagi dan liat ibu menderita."
" hmm gitu ya udah deh lo jangan nangis suatu saat nanti ayah lo akan sadar kok dan jadi orang yang baik."
"udah lah jangan nangis shasya yang gue kenal gak cengeng dia itu tegarr, nyebelin ,judes, galak jutek, dingin kayak ess."
" isshhh lo apa²an sih rio mau ngehibur gue apa mau ngejelek jelekin guee?!?!." jawab shasya kesal.
"widih galaknya balik hahah, nah gitu dong gue lebih suka shasya yang galak dari pada shasya yang cengeng." ucap rio berusah menghibur.
" jangan cemberut dong senyummm iiiii." ucap rio menampakan giginya bertingkah konyol supaya shasya tertawa.
" hahaha apaan sih basi tau."
" nah gitu senyum lo bikin gue meleleh kayak eskrim di panasin pakek kompor hehehe."
"hahaha basi tau gombal lo."
" enggak kok beneran, ya udah yok gue anterin pulang." ucap rio.
"iyaa." jawab shasya singkat dengan senyuman.
"makasih rio lo dah ngehibur gue."
__ADS_1
" iya sama²." jawab rio ramah.
#oke readers jangan lupa tinggalin jejak ya, semoga ceritanya menyenangkan😇