Aku Butuh Restu

Aku Butuh Restu
Duabelas


__ADS_3

Pov mama (ibu melia)


Aku sedikit terkejut ketika ibu dari irham tiba tiba menghubungi ku dan mengatakan akan menikahkan melia dan irham, loh bagaimana mau menikah sedangkan di sini baik melia maupun irham tidak ada yang mengatakan atau menghubungiku akan menikah setahu ku melia kembali ke kota tempat ia menuntut ilmu adalah untuk mencari pekerjaan, lalu ini apa lagi


Memang di tahun sebelumnya irham pernah berkunjung ke sini mengutarakan niatnya serius dengan melia, aku memang mengetahui melia sedang menjalin hubungan dengan irham bahkan mereka berencana untui serius. Aku mengetahuinya jauh sebelum melia menyelesaikan pendidikannya.


Melia adalah putri ketigaku, ia anak yang sangat penurut apapun yang terjadi dalam kehidupannya selalu akulah tempatnya berbagi cerita maka dari itu aku sedikit terkejut ketika ibu irham menelponku.


Ada sedikit rasa kecewa kenapa melia tidak mengabariku, melia dan irham seakan membohongiku mengaku kembali ke sana untuk mencari pekerjaan tapi kenapa kabar pernikahan yang aku dapatkan, disini aku seakan tak di anggap dan tidak di hargai.


Sedikit demi sedikit aku mencoba ikhlas di sini, negoisasi terjadi antara pihak irham dan pihak kami tapi kenapa seakan mereka menggangap remeh dengan pihak kami mengganggap sepeleh, di sini aku sedikit merasa tersinggung dan terhina ketika pihak sana mengatakan kami orang tidak berpendidikan maksud nya apakah ini? Bahkan untuk mengenal lebih dalam saja tidak kami hanya sekedar bertatap muka ketika aku mengantarkan adik melia ke tempat melia untuk melanjutkan pendidikannya.


di sini egoku sedikit terusik, tapi aku masih mencoba mengalah sehingga negoisasi antara pihak keluarga kami tercapai, dengan kesepakatan yang terjadi uang sebagai hantaran aku meminta mengirmkan sebagian nanti sebagiannya menyusul tapi entah apa yang terjadi sampai detik ini uang tersebut tidak sampai padaku.


Aku sebenarnya mempunyai mimpi tentang pernikahan putra dan putriku aku ingin melaksanakan dengan sedikit pesta adat tapi apalah dayaku, di sini seakan harapanku pupus seakan hancur dan aku begitu merasa kecewa.


Sebenarnya di sini aku tak boleh egois meski meminta sedikit penjelasan melia tapp apalah dayaku aku merasa sudah tertipu oleh anak ku sendiri, aku memutuskan segala komunikasihku dengan melia maupun irham begitupun dengan pihak keluarga irham, aku tidak terima ketika mereka sedikit mengiha perbedaan kami meski jelas andaikan aku membalasnya akan lebih dari itu, mereka seakan tidak bercermin dengan keadaan. Siapapun dari pihakku tidak ada yang boleh berhubungan dengan melia baik ayahnya kakak maupun adeknya ya sebegitu kecewaku dengan melia maupun irham.


Beberapa kali bahkan puluhan kali melia sempat menghubungiku tapi tak sedikitpun aku berniat menjawab teleponnya hatiku sudah di selimuti kekecewaan padanya.

__ADS_1


Pov mama (ibu melia) off


"bagaimana dek? Sekarang papa sudah menelpon menjelaskan sedikit yang terjadi, bersabarlah insya Allah akan ada jalan nya" kata bang irham menenangkanku, aku tahu di sini bukan hanya aku seorang yang kalut pusing dengan masalah ini bang irhampun pasti begitu. Mungkin di sini di butuhkab sedikit kerja keras dan perjuangan ku dan bang bang irham untuk menyelesaikan masalah ini.


keesokan harinya masa cuti bang irham selesai, mulai hari ini bang irham akan kembali sibuk bekerja, otomatis aku akan sendiri di rumah tanpa kesibukan selain pekerjaan rumahtangga.


"Dek hari ini abang mulai kerja, abang harap adek tidak bosan di rumah" kata bang irham, yang kembali bersiap setelah sarapan. Mengingat jarak tempat tinggal kami dengan tempat kerja bang irham lumayan jauh memakan waktu kurang lebih satu jam jika tidak macet maka bang irham akan berangkat satu jam lebih cepat.


"iya bang, kalau pun adek bosan dalam rumah palingan keluar depan nongkrong sama tetangga penghuni kosan lain" kata ku sambil merapikan sisa sarapan tadi, di sini aku tidaklah terlalu repot dengab pakaian kerja bang irham karena sema pakaian kerja nya berada di tempat kerja ada londry khusus pakaian kerja pegawainya jadi bang irham berangkat kerja menggunakan pakaian bebas.


Selepas bang irham berangkat kerja, aku kembali membersihkan dan merapikan rumah, pekerjaanku tidak terlalu memakan waktu yang lama karena hanya terdapat 1 kamar dan dapur jadi hanya memerlukan waktu yang singkat.


Aku bergegas keluar membeli sayur, tak lupa kembali memakai jilbab ya di sini aku mulai belajar menutup aurat selepas menikah dengan bang irham.


Selepas membeli sayur aku segera masuk dan menyimpannya karena sepertinya tadi aku melihat ada kamila aku akan ke sana menanyakan perihal foto pernikahan kami karena memang aku menggunakan jasa fotografer kamila dan suaminya meski belum pada batas di tentukan tapi apa salahnya bertanya


"Bagaimana dengan fotonya mil? Tanyaku pada mila di depan kamar kosannya


" iya melia, kata kak ali mungkin sekitar besok sudaah selesai"jawab kamila

__ADS_1


"oh iya, kabari saja aku ya, soalnya sudah di tanyakan sama ibu mertua" kataku lagi pada melia, setelah itu aku pun pamit pulang


ternyata waktu berputar begitu cepat, tidak terasa sudah sore mungkin sekarang bang irham dalam perjalanan pulang, untung tadi setelah dari rumah melia aku sudah memasak. Meskipun di sini jam pulang bang irham sore jauh dari waktu makan siang tapi aku tetap menyediakan makanan terserah bang irham akan langsung makan atau makan pada malam hari


"assalamualaikum" kata bang irham


"walaikumsalam" jawabku sambil bergegas membukakan pintu.


"bagaimana bang hari pertama kerja setelah cuti menikah? " tanyaku pada bang irham setelah masuk


" lumayan dek, abang banyak di ledekin teman teman biasalah pengantin baru" ujar bang irham tertawa


"mereka bisa aja bang" kataku geleng geleng kepala tak habis pikir memang teman kerja bang irham rada rada juga usilnya


"abang bersih bersih dulu dek, sudah itu mau beristrahat sebentar sebelum magrib, lumayan cape perjalanan" kata bang irham bergegas ke kamar mandi, aku pun menyiapkan pakaian ganti bang irham dan mengambilkan air minum, karena memang bang irham bukan pecinta kopi maupun teh dia memang lebih doyan minum air putih.


Setelah mandi dan berpakaian bang irham beristerahat, tadi sebelumnya memang aku sudah menanyakan mau makan sekarang atau nanti tapi bang irham mengatakan masih kenyang jadi makanannya tinggak aku panaskan untuk makan malam.


tidak terasa waktu shalat magrib sudah dekat akupun segera mebangunkan bang irham yang sempat ketiduran padahal awalnya bilang hanya berbaring, untung tadi aku juga tidak kebablasan ikut ikutan tidur.

__ADS_1


__ADS_2