
Setelah shalat magrib tak lupa aku menanyakan pada bang irham perihal pertemuanku dengan kamila tadi,
"Bang kata kamila tadi fotonya mungkin akan selesai besok" kataku pada bang irham
"oh iya bagus itu dek, nanti kalau memang besok selesai setelah abang pulang kerja kita ke rumah ibu" jawab bang irham
"tidak besok besok saja bang" ujarku sedikit menolak ajakan bang irham
"besok saja dek, bukannya ibu juga sudah sering menanyakan perihal foto? kata bang irham lagi
" tapi bang" kataku sedikit tertahan
"sudahlah dek, bukannya lebih cepat di bawakan foto lebih baik? Perihal kemarin kemarin jangan di masukan ke hati" respon bang irham, sepertinya di sini bang irham memahami sedikit perasaan tidak enakku ketika berkunjung di rumah ibu
"baiklah bang" kataku rupanya bang irham tidak menerima penolakan
Keesokan harinya setelah bang irham pulang kerja , aku dan bang irham berangkat ke rumah ibu. Sebelumnya memang tadinya kamila tadi ke sini mengantarkan foto pernikahan kami jadi tak lupa pula aku memberi kabar pada bang irham.
Setiba bang irham di rumah memang hanya mengganti pakaiannya karena sebelumnya aku sudah bersiap tinggal menunggu bang irham sajalah, karena takut pulang kemalaman maka kami memutuskan berangkat ke rumah ibu selepas bang irham pulang kerja.
Sesampainya kami di rumah ibu, aku segera memberikan album foto dan CD pernikahan kami mulai dari akad nikah ku dan bang irham begitupun dengan zahra dan suaminya.
Respon ibu mertua ketika aku dan bang irham masih ada di rumah tidak ada yang aneh seperti biasanya jadi setelah melihat album tersebut aku dan bang irham berpamitan untuk pergi ke rumah teman bang irham yang mengadakan syukuran kelahiran anaknya setelah itu barulah kembali ke rumah ibu untuk makan malam bersama.
Satu jam kemudian aku dan bang irham kembali ke rumah ibu, sesampai di rumah ibu kami sedikit terkejut kenapa ada keributan bukannya tadi sebelum berangkat semuanya baik baik saja dan aku dan bang irham pergi pun tidaklah lama
"iya aku susah susah membiayai pernikahan dy kenapa ini foto pernikahan kebanyakan fotonya dengan keluarganya" suara ibu mertua terdengar, maksudnya apa? Apa aku yang di maksud?
__ADS_1
Aku dan bang irham bergegas menemui ibu
"ada apa ini bu? tanya bang irham
" ini foto kenapa sampulnya foto istrimu? jawab ibu
"inikan foto aku dan bang irham bu" jawabku
"apa maksud kamu ini foto kebanyakan foto mu dan keluargamu? respon ibu
" astaga bu, keluarga bagimana na di sini tidak pesta pun yang hadir hanya om ku dan beberapa sepupuku, teman temanku pun hanya beberapa"kataku tak terima
"kamu ini ya tahu nya menjawab saja makin ngelunjak kamunya" jawab ibu mertua
"bukan ngelunjak bu aku bicara apa adanya" kataku tak terima
"apa lagi bu, ini album kan memang di susun sesuai rangkaian acaranya bu kan memang akad nikahku lebih duluan jadi otomatis ini foto kami memang duluan" kata bang irham membantu menjelaskan, di satu sisi aku masih terkejut dengan tindakan ibu
"sudahlah irham kamu ini apa apaan selalu membela istrimu melia, semenjak menikah kamu semakin berani sama ibu" respon ibu tak terima dengan pembelaan bang irham
"berubah bagaimana bu, aku ini bicara fakta bu" jawab bang irham
"ah memang kalian berdua itu satu server semakin ke sini semakin ngelunjak kamunya, bela saja terus bela saja" lagi lagi ibu tidak terima
"bu ini bagaimana, ini kan masalah foto kalau memang tidak mau ada fotoku kan gampang bu bisa di jelaskan baik baik" kataku pada ibu
"mau di jelaskan bagaiman di sini jelas jelas kamunya yang salah" ibu semakin menyalahkan ku
__ADS_1
"salah bagaimana lagi bu ini kan dari sananya memang sudah begini" kataku tak terima
"kamu yaa, pintar sekali menjawab" kata ibu membentakku
"sudah bu apa ini, inikan hanya masalah foto kan bisa di bicarakan baik baik toh apa yang melia katakan ada benarnya juga" kata bang irham
"kamu kenapa irham, apa begini caramu bicara sama ibu? Ibu ini yang susah susah menyekolahkan mu sampai punya pekerjaan begini,ibu yang membiayai semua penikahan kamu lalu begini jawabanmu, kalau memang dia salah ya memang salah kamu ya membawa pengaruh jelek untuk anakku" kata ibu berapi api sambil menujukku
"ibu ini kenapa sih sebenarnya bu? Sudahlah bu kalau memang begini sini fotonya nanti aku ambil semua fotoku dan melia susah tidak usah ribut ribut, ayo dek kita pulang" kata bang irham yang masih sabar dengan sikap ibu, aku yang di sini sudah di kuasai amarah dan tidak terima dengan sikap ibu mencoba mengontrol agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
di sini aku hanya diam ketika bang irham mengajakku pulang, tak ada sepatah kata yang keluar dari mulutku berpamitan pada orang rumah pun tidak.
aku melihat bang irham membawa kembali album foto yang tadi kami bawa, percuma rasanya berkunjung ke sini.
Entah apa sebenarnya masalahnya ibu, apa yang di inginkan ibu kenapa ibu semakin memojokanku, bukannya apa yang di jelaskan bang irham maupun aku memang benar adanya, foto itu memang di urutkan berdasarkan rangkaian acara jadi wajar saja kalau memang di dalam album tersebut lebih dulu fotoku dan bang irham yang tertempel.
Kalau memang masalah sampul foto yang hanya fotoku dan bang irham kan wajar saja sampul hanya untuk satu foto toh semua bisa di bicarakan baik baik.
Toh di dalamnya pun tidak seperti yang ibu katakan lebih banyak fotoku dan keluarga ku
Aku sadar memang pesta ini sepenuhnya biaya dari bang irham tapi bukankah memang kesepakatan awal seperti itu? Maka dari itu orang tua ku tidak memberatkan masalah hantaran pernikahan?
mau sabar yang bagaimana untuk menghadapi ibu?
Aku masih teringat berapa hari lalu ketika berkunjung ibu memang sempat menanyakan tentang pendapatan bang irham,ibu memang sempat membahas tapi di sini memang aku tak terlalu merespon ibu. Bukankah di sini memang bang irham mempunyai kewajiban menafkahi ku tanpa melupakan tanggung jawabnya pada orang tuanya.
Masalah keuangan biarlah bang irham yang mengaturnya, setidaknya aku mengetahui berapa penghasilannya dan berapa pengeluaran serta pemasukannya dan kewajibannya padaku terpenuhi.
__ADS_1
Tidaklah baik jika dalam rumah tangga masih ada campur tangan orang tua. Ibarat sebuah masakan yang sudah di bumbui dengan pas, jika sedikit lagi di tambahi garam akan keasianan begitalah rumah tangga