Aku Butuh Restu

Aku Butuh Restu
Tujuh


__ADS_3

Keesokan harinya setelah bang irham kembali memeriksa beberapa pakaian yang sudah semalam kami rapikan apakah ada yang tertinggal ataupun tidak, sedangkan ibu mertuaku sejak pagi sibuk memasak di bantu zahra dan sarah, aku yang pada awalnya berniat membantu tidak jadi karena baru saja bergabung memegang pisau sudah di cela.


"memangnya kamu bisa masak melia?" kata ibu mertuaku menatap ku tidak percaya


"bisa bu sedikit sedikit dan kalau soal potong memotong sayur bisalah aku bu" ujarku


"sudah sudah mendingan kamu tidak usah membantu, ibu tidak suka kalau ada sayuran yang tidak sama panjang kalau di potong semua harus pas" kata ibu mertuaku, aku langsung meletakan pisau yang telah ku pegang, bergegas keluar dari dapur menuju ruang tengah bergabung bersama bang irham.


"Dek, kenapa kembali? Bukannya tadi mau membantu ibu? " kata bang irham yang melihatku kembali duduk bersamanya


" ia bang, ibu melarang. Ibu tidak suka kalau ada potongan sayur tidak sama panjang tidak sesuai kemauan ibu" kataku


" ibu memang begitu dek, semua harus sempurna" bang irham mencoba membesarkan hatiku.


" masalahnya bang aku belum mencoba, pisau saja baru ku pegang ibu sudah melarang" kata ku membela diri


" sudah lah dek, ibu memang begitu orangnya lambat laun kamu akan mengerti dan menerima semua ini" lagi lagi bang irham kembali menghiburku


" iya bang" kataku sambil kembali merapikan lagi berapa berkas dan pakaian tambahan bang irham yang semalam sudah kami rapikan.


Aku duduk bersama bang irham sambil menonton tiba tiba ada yang menelpon di handphone ku, ternyata mobil pengantaran dari toko A tempatku dan bang irham membeli perlengkapan rumah tangga kemarin, rupanya barang barang kami akan segera di antar di kos-an kami, sedangkan aku dan bang irham masih di rumah ibu, mau tidak mau salah satu di antara kami harus berangkat duluan ke kosan.


Setelah berunding bang irham memutuskan dia berangkat duluan ke kos-an sedangkan aku akan berangkat bersama yang lainnya.


"bu, aku berangkat duluan bu. ibu sama yang lain nanti barengan melia, kan kalian nantinya naik mobil" kata bang irham mengahampiri ibu yang telah selesai memasak dan sedang menyiapkan untuk di bawah.


"kenapa buru buru sekali nak? Kenapa tidak bersamaan saja? " kata ibu mertua


" iya bu, tapi ada pemilik kos datang bu aku harus melapor bu" kata bang irham, dan memang bang irham harus menemui pemilik kos untuk melapor, awalnya memang kami sudah melapor hanya lewat telepon dan sekarang pemilik kos sedang berkunjung jadi alangkah baiknya jika salah satu dari kami melapor secara langsung. Aku pun mengetahui bahwa sang pemilik sedang berkunjung karena melihat status pesan salah satu tetangga kos sehingga aku menyuruh bang irham pergi malapor, sekaligus dengan menunggu mobil yang membawa perlengkapan yang kami mencoba untuk membantu, karena sebelumnya memang sudah di larang.

__ADS_1


Setelah duduk ibu mertuaku kembali membuka percakapan denganku.


"melia ibu harap kamu harus memperhatikan segala kebutuhan irham, perhatikan makannya jangan sampai dia terlambat makan"


" iya bu, insya Allah bu", aku tahu di sini banyak kekhawatiran ibu, ibu mencoba menasehatiku. Aku tidak masalah selagi itu semua tidak ada singgung menyinggung.


Semua masakan sudah matang dan rupanya sarah sangat cekatan di sni. Semua makanan yang akan di bawah sudah ia rapikan tinggal angkat, sarah pun pamit pulang untuk bersiap.


Setelah semua yang akan kami bawa telah siap, beberapa tetangga bang irham ikut mengantar. Aku segera memesan mobil lewat aplikasi online, beberapa saat kemudian mobil yang kami pesan tiba, kami segera berangkat. zahra dan suaminya menggunakan motor begitupun bayu dan sarah.


Yang ikut bersama mobil hanya aku, ibu, bapak, kak sita, tante meli dan kak ira tetangga dan sepupu bang irham.


Setiba di kosan kami pun masuk, sebelumnya sudah ada bang irham yang tiba duluan. Aku segera mempersilahkan yang lainnya masuk, ibu mertua tampak terkejut melihat beberapa barang ada di dalam.


"ini barang barang baru melia, kapan belinya? " kak ira bertanya pada ku


" semua serba baru ya, maklum pengantin baru" kata kak sita bercanda, semua yang ada tertawa.


Ibu menyuruhku untuk membuka dan menyiapkan makanan yang di bawa tadi, sarah pun membantuku setelah semua selesai aku dan sarah mempersilahkan semuanya makan.


Setelah semua makan ternyata zahra dan andi belum tiba, mereka terpisah dengan kami tadinya.


"hubungi adikmu dulu irham, siapa tahu mereka nyasar" kata ibu dengan raut wajah cemas pada bang irham


"iya bu, ini juga mau aku telepon" kata bang irham. bang irham mencoba menghubungi andi, tapi ternyata ponselnya tidak aktif.


" coba dek, kamu telepon sarah. Ini dari tadi aku hungungi andi tidak bisa" bang irham menyuruhku menghubungi zahra


"iya bang, ternyata ada berapa panggilan tak terjawab dari zahra bang" kataku pada bang irham setelah melihat ponselku. Ibu mertua yang mendengar ucapanku tiba tiba emosi

__ADS_1


"kamu juga kenapa melia, kenapa tidak di angkat teleponnya zahra? Kamu sengaja, sudah tahu mereka tidak tahu alamatnya" kata ibu mertua berapi api, bukan saja aku yang terkejut yang lainnya juga, ayah mertua yang sedari tadi diam pun tiba tiba bersuara


" sudahlah bu, mereka bukan anak kecil lagian ini bukan salah melia" kata ayah mertua


"tapi kalau nyasar begini bagaimana? Irham cepat cari adikmu sampai ketemu" kata ibu mertua


"iya bu, sudahlah tidak usah marah marah ini kan murni kesalahan mereka sendiri, sudah juga di hubungi tetap tidak di angkat" kata bang irham.


Bang irham pun segera keluar di temani bayu adiknya untuk mencari zahra, baru juga tiba di depan gerbang zahra dan andi tiba di depan gerbang kos-an. Bang irham segera menyuruh mereka masuk setelah andi memarkir motornya.


"kenapa bisa nyasar, bukannya kalian tadi tepat di belakang kami? Kata bayu


" iya kak, tiba tiba ponsel andi mati jadi kami kembali mengambil charger ponselnya" kata zahra


" kenapa mesti kembali kan di sni juga ada charger melia atau kak irham" bayu bertanya lagi


"iya kak, tapi andi maunya chagernya sendiri" kata zahra lagi


"iya tapi kalau sampai nyasar begini kenapa bisa bukannya alamatnya sudah sarah kirimkan tadi di ponsel mu"


"iya kak, sebenarnya bukan nyasar, aku hanya iseng mengirim pesan begitu tadi kami mampir dulu di penjual es kelapa muda" kata zahra tanpa rasa bersalah


Aku hanya mengelus dada mendengarka percakapan zahra dan bayu. (" astaga, aku di sini di salahkan, ibu yang dari tadi mengoceh tidak jelas ternyata ini hanya prank nya zahra) ujarku dalam hati.


Zahra dan andi pun masuk dan aku segera mempersilahkan mereka makan, yang lainnya sedang asyik bercerita, ibu mertua sudah mulai tenang setelah tadi aku katakan zahra nyasar ibu mulai mengoceh marah marah tidak jelas sampai zahra dan suaminya tiba.


Aku segera bergegas merapikan dan mencuci barang barang ibu, setelah semua selesai mereka semua pamit untuk pulang ke rumah menggunakan mobil yang di pesan bang irham melalui aplikasi.


Aku dan bang irham segera bersalaman dengan semuanya setelah mobil yang di pesan tiba. Aah iya ibu mertuaku sedari tiba sampai pulang ke rumah irit senyuman.

__ADS_1


__ADS_2