
Setelah akad nikah, aku dan bang irham pulang ke rumah bang irham, tidak ada yang meriah di acara kami, tidak ada mobil pengantin, kami. Menggunakan taksi online
Setiba di rumah bang irham aku di sambut oleh salah satu tetangga bang irham dan di antar ke rumah bang irham
Tante emi " Bu siska, ini menantunya telah tiba, sambutlahh. Ah iya aku lupa bu siska adalah nama ibu mertua ku
Bu siska " Iya silahkan masuk melia, maaf ibu tidak ke sana karena dalam adat orang tua pihak laki laki tidak bisa menghadiri akad anaknya.
"Iya tak apa ibu, aku mengerti" Melia berkata sambil duduk dan melepaskan pakaian pengantinnya.
__ADS_1
Tidak lama banyak tetangga bang irham yang datang menemui dan mengucapkan selamat atas pernikahan ku, tidak ada yang spesial di pernikahan ku tidak ada kamar pengantin yang ada hanya sepasang pengantin baru tidur di depan televisi bersama para keluarga lainnya.
"Bagaimana malam pertamamu", ucap salah satu tetangga bang irham, " Tidak ada malam pertama malam pertama" Itulah yang di katakan ibu mertuaku entah apalagi yang ia katakan aku tak begitu pahan bahasa daerah di sini
Dua hari kemudian tepat di mana malam harinya akan di laksanakan resepsi pernikahan aku dan bang irham, pada pagi harinya juga akad nikaj adik bang irham di laksanakan.
Seluruh persiapanpun sudah di lakukan, penyambutan mempelai pria yang telah tiba beberapa menit yang lalu, tak lama berselang acara akad nikah berjalan dengan lancar, tiba saat acara tukar cincin, rupa tidak ada cincin untuk mempelai pria, ibu mertuaku datang menghapiriku " Melia ke sini dlu pinjam cincin nya dlu irham untuk di pakaikan ke suami adiknya", aku yang kaget bukan kepalang hal itu bukan masalahku bukankah semua sudah di atur sedemikian rupa, kenapa harus cincin bang irham yang di minta.
Beberapa ham kemudian kebetulan resepsi pernikahan kami di laksanakan malam hari, sedangkan acara dari pihak mempelai pria suami zahra adik bang irham pada siang hari, aku di minta ibu mertua ikut mengantar di mana aku yang seharusnya diam di rumah karena sore harus bersiap untuk resepsi malam hari dan pada saat itu kebetulan sedang ada tamu untukku dan bang irham, ya teman- teman bang irham datang menemui kami, mau tidak mau akupun berangkat.
__ADS_1
"Melia kamu ikutlah mengantar adikmu ke rumah mempelai pria" Kata ibu mertua ku, "tapi bagaimana bu kami sedang ada tamu, dan sorenya aku harus bersiap untuk malam nanti"
"Berangkat sajalah, untuk sebentar itu perihal gampang" Ibu mertua ku berkata dengam raut wajah yang tidak ingin di bantah, akupun bersiap dan pamit pada tamuku. Semua tetangga dan tamu undangan heran kenapa aku mesti ikut, aku hanya bisa berkata" Semua aku yang mau, biar tidak jenuh di rumah".
kebetulan saat itu mobil yang akan di gunakan untuk mengantar pengantin menggunakan taksi online dan satu mobil tetangga, aku yang berada di satu mobil dengan pengantin dan dua tetangga bang irham.
Sambil menunggu mobil yang lain, mobil yang kami gunakan melaju duluan dan menunggu di depan jalan raya, mungkin karena bosam menunggu tiba tiba suami zahra berkata "kenapa tidak sekalian saja ikut dengan mobil keluarga ku, kalau begini menunggu kan bosan, mobil keluargaku tidak mesti begini, aku yang saat itu mungkin juga karena cape dan lelah menjawabnya dengan santai tapi ternyata yang di tangkap zahra dan suaminya aku membentaknya, hal yang wajar jika aku mengatakan " pegantin perempuan seharusnya di antar iring-iringan pengantar dari pihak perempuan, bukan harus nebeng mobil pihak laki-laki, menurutku perkataanku biasa saja tapi ternyata tanggapan pihak pengantin sangatlah berbeda.
Tak lama menunggu akhirnya kami pun berangkat bersama setalah dua taksi online dan satu bemo ikut di belakang kami. Setiba di rumah pengantin pria, acara sambutan berjalan lancar serta resepsi pernikahan zahra di kediaman suaminya lebih tepat acara pihak laki-laki, aku pun tak menunggu lama meski sempat di tahan zahra tapi aku bergegas pulang karena harus bersiap siap dan jam sudah menunjukan pukul 3 sore, " kak melia tinggallah dulu, tunggu sampai selesai baru sama-sama kita kembali ke rumah" kata zahra sambil menatapku penuh pengharapan, " tidak zahra aku harus segera pulang belum lagi butuh setengah jam sampai rumah itupun kalau tidak macet, aku harus bersiap-siap",sambil berpamitan pada orang tua suami zahra aku bergegas pulang ke rumah bersama mobil yang aku tumpangi tadi dan beberapa tetanggaku yang ikut mengantar tadi.
__ADS_1
Aku akui acara pernikahan kami di laksanakan tanpa persiapan yang matang, bahkan mobil untuk mengantar iring-iringan penangtin pun bang irham harus pontang panting menyewa mobil online.