
Om Ibnu hanya bisa menarik nafas dan membuanganya secara belahan dia tak mau menjawab ataupun berdebat dengan sang istri karena dia sadar itu hanya akan sia sia...
"Sudahlah Ma gak udah di bahas lagi,lagipula buat Papa yang penting bisa melihat Alan bahagia dengan wanita pilihannya. dan kita sebagai orang tua harusnya mendoakan bukan mengumpat.."ucap Om Ibnu lirih.
Tante Shinta pun menatap sang suami dengan tatapan yang tak suka dan Tante Shinta lebih memilih untuk pergi meninggalkan sang suami yang masih ingin berbicara...
Om Ibnu pun hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan sang istri yang tak kunjung berubah...
"Mau sampai kapan kamu terus seperti ini Ma kamu selalu ingin mengendalikan Alan namun aku tahu kasih kamu terhadapnya tak pernah tulus itu alasannya aku merestui pernikahan Alan dengan Inez."pekik Om Ibnu dalam hatinya..
Sedangkan di dalam ruangan yang berbeda hati Tante Shinta benar benar merasa kesal pada sikap suaminya yang menurutnya itu sangat tak bisa di ajak kerja sama untuk menjatuhkan Alan dan mengambil alih semua harta peninggalan sang kakak iparnya itu.
"Papa itu memang susah aku gak tahu harus pakai cara apa lagi untuk menjatuhkan Alan dan mengambil semua hartanya."pekik Tante Shinta dalam hatinya...
Dalam benak wanita jahat dan licik itu yang ada hanya uang dan uang padahal selama ini Alan selalu memperlakukan mereka dengan sangat baik bahkan mereka semua menumpang hidup dengan Alan namun Alan tak pernah mempermasalahkan itu semuanya...
Ketika Tante Shinta sedang melamun tiba tiba saja dia teringat akan sosok Dila mantan kekasih Alan, Tante Shinta berharap dia akan bisa menggunakan Dila untuk menghancurkan rumah tangga Alan dengan Inez.
"Iya Dila kenapa aku gak pernah terpikirkan tentang itu? Aku yakin wanita itu akan membawa keuntungan untuk aku.."ucap Tante Shinta dengan penuh senyuman liciknya....
❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️
Di kantor....
__ADS_1
Alan yang belum merasa tenang tentang peristiwa pagi tadi di mana Inez di berikan kejutan oleh laki laki lain masih saja terbayang di pikirannya hal itu membuatnya tak bisa berfikir lagi...
"Kenapa aku gak bisa melupakan peristiwa tadi pagi? Gimana aku gak bisa melupakan saat Rizal mengungkapkan perasaannya kepada Inez kenapa?"tanya Alan dalam hatinya sendiri,bagi Alan saat ini Inez adalah kelemahan terbesarnya karena besarnya cinta Alan kepada Inez hal itu membuatnya tak pernah bisa tenang...
Sedangkan Inez yang sedang fokus berkerja pun di kejutkan dengan kedatangan Dila snag mantan kekasih dari suaminya itu. Tanpa punya rasa malu dan tanpa punya sopan dan santun Dila langsung masuk kedalam ruangan Alan bahkan tanpa permisi kepada Inez yang ada di depan ruangannya.
"Alan sayang...."ucap Dila sembari memasuki ruangan Alan dan langsung berlari memeluk laki laki yang kini telah menjadi suami orang tersebut..
Alan pun sangat terkejut dan langsung refleks melepaskan pelukan Dila...
"Dila apa yang kamu lakukan? ini kantor kenapa kamu kesini? Bukankah kemarin aku sudah mengatakan bahwa kita sudah tak ada hubungan apa apa lagi kenapa kamu maish kesini juga?"suara Alan terdengar mulai meninggi.
Inez yang melihat Dila masuk pun langsung mengikutinya dan dia melihat pemandangan yang tak bisa dimana sang suami sedang berada di pelukan wanita lain hal itu tentu saja membuat hati Inez sakit bukan main bahkan saat ini Inez merasa sangat kecewa...
Alan pun langsung melepaskan pelukan Dila lagi dan lagi namun pelukan Dila tak bisa dia lepaskan bahkan saat ini Alan sudah tak bisa menahan kekesalannya lagi dan lagi...
"Dila lepaskan dimana atitudte kamu? kamu tahu ini kantor tempat bekerja lihatlah kamu masuk tanpa permisi dan langsung memeluk orang begitu saja. Dila kamu tahu kan bahwa hubungan kita sudah berakhir berakhir jadi aku minta jangan kamu ganggu aku lagi dan jangan kamu masuk kedalam perusahaan aku lagi kamu paham.Sekarang aku minta keluar kamu dari ruangan ku kalau enggak aku akan panggil satpam untuk menyeret kamu keluar.."Alan pun sudah tak tahan lagi dengan sikap Dila yang semakin keterlaluan..
Sedangkan Dila merasa kecewa dia langsung pergi meninggalkan ruangan suaminya dengan penuh rasa kecewa bahkan dia langsung duduk kembali di ruangnya tanpa sepatah katapun.
Tak lama kemudian Inez melihat Dila keluar dengan penuh kekecewaan juga namun Inez mencoba tak memperdulikan itu semuanya.
Alan pun kesal dengan apa yang di lakukan Dila barusan,namun tiba tiba Alan teringat akan istrinya yang melihat itu semuanya dan Alan sangat takut jika Inez akan marah kepadanya.
__ADS_1
Alan berusaha berulang kali untuk menghubungi meja Inez namun Inez yang terlanjur kesal tak menghiraukannya.
Alan semakin frustasi karena dia sangat tahu kalau Inez benar benar marah saat ini dan hal itu sangat menganggu pikirannya.
"Sayang angkat telfonnya dan masuk kedalam ruangan ku akan aku jelaskan semuanya."tulis pesan yang di kirimkan oleh Alan kepada Inez.
Inez hanya membaca saja tanpa menjawab ataupun mengikuti ucapan Alan untuk menemuinya ke ruangannya.
Alan sendiri sudah tak bisa melakukan apapun selain mendekati istrinya keruanganya.
"Sayang ke ruangan aku,aku akan jelaskan semuanya.."ucap Alan ketika sampai di depan meja Inez.
Inez yang sudah terlanjur kecewa pun gak mau menjawabnya malah Inez justru semakin menyibukkan dirinya sendiri.
"Maaf Pak saya masih sangat sibuk ada beberapa hal yang harus saya selesaikan saat ini juga."jawaban Inez benar benar membuat Alan sedih.
Alan pun kembali masuk kedalam ruangannya dan berharap bahwa istrinya tak akan marah lagi...
Alan masih terus saja memikirkan tentang Inez yang tiba tiba saja marah namun Alan sadar bahwa apa yang terjadi pasti sangat melukai hati Inez.
"Sayang aku tahu kamu pasti sangat marah dan bahkan kamu kecewa sama aku,tapi percayalah aku dan Dila sudah tak ada hubungan apapun dan semenjak ada kamu di hidupku aku sudah tak pernah memikirkan wanita manapun."pekik Alan dalam hatinya.
Jam menunjukan sudah pukul lima sore ini sudah waktunya mereka untuk pulang,Alan sengaja menunggu Inez lebih awal namun sesampainya di dalam mobil Inez pun masih memilih untuk diam dan tak mau berkata apa apa hal itu benar benar membuat Alan pusing.
__ADS_1