
Selama dalam perjalanan Inez pun hanya diam saja dan hal itu benar benar membuat Alan kehabisan akal dia tak pernah bisa melihat istrinya mengabaikannya.
"Sayang aku minta maaf aku sendiri aja gak pernah menyangka bahwa Dila akan melakukan itu... Dan aku juga gak suka jika dia datang mengganggu kita. Sayang maafkan aku,aku gak mau kamu terus mendiamkan aku seperti ini. sayang jawab dong."Alan pun terpaksa menghentikan mobilnya...
Alan kembali menatap kearah Inez yang masih saja diam..
"Sayang maafkan aku,aku tahu aku salah dan aku juga tahu kalau kamu pasti marah sama aku.."ucap Alan terlihat sangat memelas.
Inez pun tak tega melihat Alan yang terlihat begitu merasa bersalah dan saat ini dia pun menatap sang suami. Mungkin perasaannya sama dengan perasaannya saat melihat Rizal mengungkapkan perasaannya kepadanya.
"Mas sudahlah jangan di bahas lagi kita lupakan saja semuanya. aku minta maaf ya kalau aku sangat cemburu melihat suamiku di peluk wanita lain di hadapanku."ucap Inez dengan polosnya.
Alan pun tahu bahwa saat ini istrinya sedang merasakan cemburu yang begitu dalam malah justru dia tersenyum...
"Kamu takut kehilangan aku ya sayang? jangan khawatir mau ada wanita secantik apapun yang mendekatiku aku tak akan pernah tergoda. Kamu tahu karena hanya kamu yang ada di sini di hatiku.."ucapan Alan membuat hati Inez merasa sangat senang.
Inez pun tersenyum dan kemudian menatap sang suami yang sedang tersenyum menggodanya...
"Mas harus janji ya jangan pernah menduakan aku,karena aku tak akan pernah bisa hidup tanpa kamu Mas."bisik Inez lirih.
Keduanya pun saat ini saling tersenyum dan tertawa mereka saling menatap dan saat ini keduanya pun berpelukan...
...****************...
__ADS_1
Setelah mereka saling menyadari keduanya pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Namun saat ini Alan dan Inez menyadari bahwa mungkin rumah tangga mereka tak akan bisa berjalan mulus kedepannya akan ada begitu banyak rintangan dan juga hambatan terlebih lagi Alan tahu banyak yang tak menyukai hubungan keduanya..
"Sayang kedepannya apapun yang terjadi jangan pernah kamu hilangkan kepercayaan di hati kita ya,kita harus tahu bahwa mungkin hal seperti ini akan terus ada terlebih lagi kamu tahu bukan banyak yang gak suka dengan pernikahan kita.."ucap Alan mencoba memberi tahu Inez bahwa kemungkinan besar hubungan keduanya tak akan semudah yang mereka bayangkan.
Inez pun mengerti bahkan di menyadari bahwa semua kemungkinan buruk bisa saja terjadi namun satu hal yang membuat Inez percaya bahwa kalau mereka saling percaya maka tak akan ada satupun yang bisa menghancurkan keduanya...
Sesampainya mereka di rumah mereka melihat bahwa Tante Shinta telah menunggunya bahkan terlihat menatap keduanya dengan tatapan yang kurang suka.
"Kalian duduklah ada hal yang ingin Tante bicarakan."ucap Tante Shinta tanpa ekspresi.
Alan dan Inez pun langsung duduk dan kemudian mendengar apa yang ingin di katakan oleh wanita licik itu..
"Inez sebaiknya kamu kedapur dan buatkan kami minuman,cepat sekarang."ucap Tante Shinta dengan tatapan yang kurang suka.
Alan yang melihat Inez di perintah seperti itu dia tak suka apalagi sebagai seorang suami yang melihat istrinya di perintah di depan matanya.
Inez yang awalnya hendak berdiri dan akan langsung pergi menuju dapur pun di hentikan oleh Alan.
"Sayang kamu duduk saja kamu adalah istriku kamu adalah Nyonya Alan di rumah ini kamu bukan pembantu dan tak ada satu orangpun yang berhak menyuruh kamu disini."ucapan Alan membuat Tante Shinta semakin meradang...
Tante Shinta langsung menatap kearah Inez dengan tatapan yang tak seperti biasanya Tante Shinta tahu bawa Inez bisa menjadi ancaman untuknya...
__ADS_1
"Alan kamu harusnya sadar wanita ini tak pernah pantas untuk kamu dan kamu ingat dia hanya menginginkan harta kamu saja ingat itu.."ucapan Tante Shinta membuat Inez merasa sedikit terluka...
Alan pun langsung emosi ketika mendengar kata kata buruk untuk istrinya...
"Tante cukup,hentikan semua ucapan Tante apa Tante tak tahu jika ucapan Tante sangat melukai hati Inez lagi pula jika memang itu benar Inez menikahi aku hanya karena harta maka dengan suka rela aku akan memberikan semua hartaku kepadanya lagipula ini adalah hartaku dan mau aku kasihkan kepada siapa itu adalah hak aku.."Alan pun langsung pergi meninggalkan Tante Shinta yang masih mematung...
Alan pun menarik lengan Inez dengan lembut dan membawanya kekamar mereka.
"Sayang kamu jangan pikirkan ucapan Tante Shinta,aku tak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti hati kamu. Sayang apa gak sebaiknya kita pindah saja dari sini? Aku akan mencari sebuah apartemen mewah untuk kita berdua.."ucap Alan yang merasa sudah tak nyaman tinggal bersama Om dan Tantenya...
Inez pun hanya bisa mengikuti ucapan sang suami..
"Iya Mas aku terserah Mas saja. Buat aku walaupun hidup hanya di rumah petak aku pun tak mempermasalahkan itu semuanya yang terpenting aku bisa hidup dengan kamu sampai nanti ajal yang memisahkan kita."ucap Inez mencoba membuat hati suaminya sedikit tenang.
Namun suami yang mana yang rela dan tega membawa seorang istri hidup menderita tentu saja setiap suami ingin memberikan kehidupan yang terbaik untuk anak dan istrinya kelak.
Alan pun merebahkan tubuhnya di atas pembaringan dia menatap langit langit kamarnya dan kemudian mulai memejamkan matanya hal itu dia lakukan untuk menenangkan hatinya..
Inez yang menatap Alan pun merasa kasihan di balik sikapnya yang tegas dia memiliki hati yang rapuh,di balik kesuksesan yang di capai dia memiliki tekanan yang tak banyak orang tahu di sini Inez baru mengerti mengapa dia begitu mencintai laki laki yang kini telah menjadi suaminya itu...
Inez pun bangkit dari duduknya dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya,namun pikiran Inez gak bisa lepas dari apa yang baru saja di lihatnya sosok Tante Shinta yang terlihat begitu baik dan ramah tenyata adalah wanita yang begitu arogan dan juga wanita yang memiliki atitudte yang buruk..
Inez mencoba menenangkan hatinya dia tak pernah memikirkan masalah yang berat selama hidupnya sehingga hal itu membuatnya sakit kepala...
__ADS_1